Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis kupu-kupu adalah sebuah proses perkembangan secara biologis dari tubuh kupu-kupu melalui beberapa fase atau tahapan. Jenis metamorfosis kupu-kupu adalah sempurna dimana hewan nan indah ini mengalami fase pupa setelah menjadi larva.

Proses Metamorfosis Kupu kupu
lidwinalukita.wordpress.com

Kupu-kupu yang kamu lihat sebagai serangga yang mempesona dengan sayap yang berwarna-warni ternyata melewati fase yang tidak sebentar. Kepompong harus melakukan tahapan inaktif terlebih dahulu agar menjadi indah pada waktunya.

Kamu bisa mempelajari tahapan metamorfosis dari kupu-kupu pada artikel yang akan saya bahas kali ini. Langsung saja, inilah beberapa fase yang dilewatinya dalam masa reproduksi:

Konten

1. Telur

Tahapan awal dari proses metamorfosis adalah telur dimana bisa menetas dalam waktu yang cukup singkat yaitu antara 3-5 hari. Proses tersebut sangat tergantung dari kondisi iklim atau suhu yang ada di sekitarnya.

Kupu-kupu betina biasanya akan meletakkan telur-telurnya di pepohonan, tepatnya di area ranting ataupun daun. Posisi telur yang ditempelkan ke dedaunan biasanya berada di bagian bawah daun ataupun pucuk daun.

Uniknya, kupu-kupu akan mencari daun-daunan terbaik yang nantinya menjadi makanan bagi larva yang berbentuk ulat. Fakta lainnya adalah masing-masing jenis kupu-kupu ternyata memiliki daun favorit tersendiri untuk dijadikan sumber makanan.

2. Larva

Larva merupakan sebuah fase metamorfosis yang terjadi setelah telur mengalami proses penetasan. Larva berbentuk ulat atau caterpilar yang kerap membuat geli siapapun yang melihatnya karena wujudnya yang sedikit menakutkan.

Setelah menjadi seekor larva, ulat akan bertahan hidup dengan memakan dedaunan yang dihinggapinya selama menjadi telur. Ulat akan terus memakan dedaunan hingga tubuhnya semakin besar dan mencapai pertumbuhan yang maksimal.


Selama menjadi larva, tubuh ulat pun akan mengalami fase pergantian kulit sebanyak 5-6 kali sebelum akhirnya menjadi seonggok kepompong. Jika sudah mencapai waktunya untuk bertapa, ulat akan mencari lokasi yang pas untuk bermetamorfosa jadi kepompong.

3. Kepompong

Fase selanjutnya yang cukup fenomenal dari proses terciptanya kupu-kupu yang cantik adalah kepompong atau dikenal dengan istilah pupa. Kepompong memiliki tekstur yang keras dan berwarna gelap kecoklatan.

Selama menjadi kepompong, calon kupu-kupu ini akan berpuasa atau tidak makan dan minum selama beberapa hari. Tujuan dari pertapaan ini adalah menyempurnakan organ-organ di dalam tubuh sehingga membentuk badan secara keseluruhan.

Perubahan kepompong menjadi kupu-kupu membutuhkan waktu yang tidak sebentar yaitu 7-20 hari lamanya. Rentang waktu yang dibutuhkan sangat tergantung dari jenis atau spesies dari kupu-kupu itu sendiri.

4. Kupu-kupu dewasa

Metamorfosis kupu-kupu terakhir dan paling ditunggu-tunggu adalah perubahan kepompong menjadi kupu-kupu dewasa. Ternyata kupu-kupu yang baru saja keluar dari kokon pupa memiliki bentuk yang belum sempurna karena sayapnya masih keci, basah, dan kusut.

Terdapat cairan yang menempel pada sayap kupu-kupu pasca fase kepompong yang bertujuan untuk menstimulus pertumbuhan sayapnya menjadi lebih besar. Cairan tersebut dalam teori ilmiah dikenal dengan istilah hemolymph.

Selanjutnya, kupu-kupu tersebut akan merangkak ke atas dahan atau ranting untuk mengeringkan tubuh dan agar sayapnya bisa digunakan untuk terbang dan mencari sumber makanan. Biasanya kupu-kupu akan mencari sari bunga (nektar) pada bunga-bunga di sekitarnya yang memiliki warna cenderung mencolok.

Metamorfosis kupu-kupu menjadi dewasa dan bersayap indah sangat tergantung dari spesies atau gen dari induknya. Kupu-kupu bisa terbang hingga ketinggian 2-3 meter saja dan hal ini juga tergantung dari lebar sayap yang dimilikinya.

Originally posted 2020-05-13 15:46:52.


Leave a Comment