Pengertian Koloid

1 min read

Definisi Umum Koloid

Koloid adalah suatu zat heterogen yang terbentuk dari campuran dari dua zat atau lebih. Partikel-partikel pembentuk koloid ini memiliki ukuran yang beragam mulai dari 1 nm hingga 1000nm. Pertikel tersebut secara merata terdispersi atau tersebar di dalam medium zat lainnya.

Zat yang telah terdispresi tersebut kemudian berubah menjadi partikel. Terdispresinya zat menjadi partikel disebut dengan fase dispersi.

Zat yang digunakan sebagai medium untuk mendispersikan partikel tersebut disebut dengan medium pendispersi.

Dari pengertian koloid tersebut, maka zat koloid ini terlihat mirip larutan jika diamati secara makroskopis. Dalam larutan tersebut dapat terlihat campuran dari zat homogeny pelarut dan terlarut.

Namun, jika koloid dilihat secara mikroskopis, maka akan terlihat bahwa zat-zat tersebut terpisah. Karena tersusun dari campuran yang heterogen, maka zat-zat tersebut akan memisah satu sama lain.

Contohnya adalah seperti warna pada cat. Cat memiliki warna yang berasal dari pigmen-pigmen yang tidak larut dalam air dan medium pelarut yang lain.

Namun, jika kita lihat secara kasat mata, cat tersebut seperti cairan homogen. Hal ini juga menunjukkan bahwa sistem koloid dalam cat akan mendispersi pigmen warna yang tidak dapat larut.

Koloid juga dapat dibedakan dari larutan dan suspensi. Pada hakikatnya, koloid adalah campuran dari larutan dan suspensi.

Ukuran zat yang didispersi juga berbeda-beda. Sehingga, sistem dispersi dapat dibedakan menjadi disperse kasar, halus, dan molekuler. Dispersi kasar adalah partikel yang memiliki ukuran lebih dari 100 nm.

Sedangkan disperse halus atau koloid adalah partikel yang memiliki ukuran 1 nm sampai 100 nm.


Disperse molekuler atau disebut juga larutan sejati adalah zat partikel yang memiliki ukuran kurang dari 1 nm.

Larutan

(disperse molekuler)

Koloid

(disperse koloid)

Suspensi

(disperse kasar)

Bersifat homogeny dan tidak dapat dibedakan walaupun diamati secara mikroskopis. Bersifat homogeny jika diamatai secara mikroskopis. Tapi akan menjadi heterogen jika diamati secara makroskopis. Partikelnya heterogen
Seluruh partikelnya memiliki ukuran lebih kecil dari 1 nm. Ukuran dimensi partikel berkisar antara 1 nm sampai dengan 100 nm Semua ataupun sebagian partikelnya berukuran lebih dari 100 nm
Hanya memiliki satu fasa Memiliki dua fasa Memiliki dua fase
Partikel yang dimiliki cukup stabil. Rata-rata memiliki partikel yang stabil Partikelnya tidak stabil
Tidak dapat disaring dengan alat apapun. Tidak dapat dilakukan penyaringan biasa, harus menggunakan alat penyaringan khusus Dapat disaring dengan bantuan reaksi kimia dan membrane

Jenis-Jenis Koloid

Berikut ini adalah jenis koloid:

  1. Aerosol
  2. Sol
  3. Emulsi
  4. Buih
  5. Gel

Sifat-Sifat

Berikut ini adalah sifat koloid:

  1. Efek Tyndall
  2. Gerak Brown

Jenis Muatan

Berikut ini jenis muatan di koloid:

  1. Adsorpsi
  2. Elektroforesis
  3. Koagulasi

Perbedaan Koloid Liofil dan Liofob

Berikut ini adalah perbedaan koloid liofob dengan koloid liofil:

Koloid Liofil Koloid Liofob
Terdiri atas zat organik Terdiri atas zat non-organik
kurang jelas terlihat Efek Tyndall jelas terlihat
Daya absorpsi terhadap mediumnya kuat Daya absorpsi terhadap mediumnya lemah
Tidak mudah menggumpal Mudah menggumpal
Viskositas (kekentalan) lebih besar dari mediumnya Viskositas (kekentalan) lebih kecil dari mediumnya
Stabil Kurang stabil
Bersifat reversibel Bersifat irreversibel

Contoh Koloid

Berikut ini adalah contoh koloid:

  1. Cat
  2. Karet
  3. Pemutihan Gula
  4. Pewarnaan Kain

Koloid akan menjadi bahasan yang menarik. Selain itu telah banyak penelitian dan juga makalah tentang koloid yang bisa membantu pemahaman tentang sistem koloid.

Originally posted 2019-05-05 21:30:56.


Pengertian Geografi

admin-yusron
3 min read

Pengertian Limbah

admin-yusron
3 min read

Pengertian Ekosistem

admin-yusron
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *