Seperti yang diketahui, didunia ini ada beraneka ragam tumbuhan yang hidup masing-masing memiliki cara yang berbeda. Secara umum tumbuhan sendiri terbagi menjadi tiga golongan yakni tumbuhan berspora, tumbuhan berbiji dan tumbuhan ganggang.

Sedangkan dalam subsidinya tumbuhan terbagi menjadi dua jenis yaitu tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. Setiap jenis tumbuhan tersebut memiliki ciri san cara hidup yang berbeda.

Perlu diketahui, di dunia ini tumbuhan yang paling banyak hidup dan sering dijumpai adalah tumbuhan angiospermae. Apa itu tumbuhan angiospermae?

Baca Juga: pengertian otot trisep dan bisep

Bagi yang belum angiospermae merupakan tumbuhan yang memiliki banyak sekali manfaat untuk kehidupan. Kehidupan yang dimaksud bukan hanya kehidupan manusia saja tetapi juga kehidupan makhluk lainnya, seperti hewan.

Secara umum untuk jenis tumbuhan angiospermae ini terbagi menjadi dua jenia yaitu tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil. Nah untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut tentang kedua jenis tumbuhan tersebut. Langsung saja berikut akan diulas beberapa informasi lengkapnya tentang pengertian tumbuhan monokotil dikotil di bawah ini.

Definisi Tumbuhan Dikotil

Pembahasan yang pertama ini yaitu tentang pengertian tumbuhan dikotil  secara umum. Mendengar nama tumbuhan ini pasti sebagian besar dari Anda sudah tidak asing lagi karena pelajaran tentang materi ini sudah pernah kita dengar sejak masih Sekolah Dasar.

Tumbuhan dikotil sendiri merupakan jenis tumbuhan yang memiliki dua keping biji yang mana ketika melakukan perkecambahan keping biji terbelah menjadi dua. Sedangkan untuk struktur batangnya sendiri terbagi atas menjadi beberapa bagian seperti kulit kayu, kayu dan juga empulur.

Famili Dikotil

Untuk bagian luar dari tumbuhan dikotil terdapat beberapa jaringan penyusun seperti epidemik, kambium, korteks dan juga floem.

Sedangkan pada bagian akarnya, tumbuhan yang satu ini memiliki xilem yang umumnya dikelilingi oleh floem. Pada bagian organ bunga umumnya terdiri dari kelihatan empat atau lima. Nah perlu diketahui bahwa tumbuhan dikotil ini terbagi atas menjadi beberapa famili, diantaranya yaitu:

1. Papulionaceae

Papilionaceae kacang dikotil

Tanaman Kacang-kacangan seperti kedelai adalah salah satu contoh tanaman dikotil jenis Papilionaceae

Papilionaceae atau dikenal dengan istilah suku kacang-kacangan merupakan salah satu jenis tumbuhan yang masuk ke teori tumbuhan dikotil.

Secara umum ciri utama dari tumbuhan yang satu ini yaitu memiliki bunga yang berbentuk seperti kupu-kupu. Selain itu juga memiliki mahkota bunga kurang lebih sekitar 5 keping.

Sesuai dengan famili nya tumbuhan  Papilionaceae mempunyai biji dikotuledon atau berkotil dua. Contoh dari tumbuhan ini yaitu kacang merah dan kacang kedelai.

2. Solanaceae

Solanaceae dikotil tomat

Pohon tomat adalah salah satu jenis tanaman dikotil (Hello Sehat)

Tumbuhan yang masuk jenis tumbuhan dikotil selanjutnya adalah tumbuhan solanaceae. Tumbuhan ini merupakan salah satu jenis tumbuhan yang mana memiliki kelopak bunga berjumlah lima buah.

Baca Juga: pengertian lingkungan hidup

Selain itu bunga yang terdapat di tumbuhan solanaceae ini memiliki dua lapis dinding buah. Untuk contoh tumbuhan yang masuk dalam jenis ini seperti tumbuhan tomat dan terong.

3. Euphorbiaceae

Euphorbiaceae dikotil apel

Apel adalah contoh tumbuhan dikotil jenis Euphorbiaceae (tokopedia)

Satu lagi tumbuhan yang masuk ke dalam jenis tumbuhan dikotil adalah tumbuhan Euphorbiaceae. Ciri utama tumbuhan yang satu ini diantaranya memiliki bentuk tulang daun yang mengajari. Beberapa contoh tumbuhan yang masuk jenis tumbuhan Euphorbiaceae yaitu tanamaa karet, jarak, dan juga ubi kayu.

Selain beberapa famili tumbuhan dikotil yang sudah disebutkan diatas masih ada jenis lainnya yaitu Myrteceae, Rosaeae, dan juga Crusiferae.

Untuk jenis tumbuhan Myrteceae contohnya yaitu jambu air, jambu biji, salam, kayu putih dan cengkeh. Sedangkan untuk tumbuhan jenis Rosaeae seperti bunga mawar, apel, dan juga pir.

Ciri-Ciri Tumbuhan Dikotil

Agar lebih mengetahui tentang tumbuhan monokotil dan dikotil, tidak ada salahnya untuk mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri tumbuhan dikotil tersebut. Langsung saja beberapa karakteristik yang harus diketahui:

  1. Memiliki keping biji yang terbelah dua
  2. Pada bagian batangnya tidak memiliki pelindung ujung batang atau biasa disebut koleoptil.
  3. Tidak memiliki pelindung akar atau biasa disebut koleoriza
  4. Pada bagian akar dan batangnya berkambium, sehingga salah satu fungsi akar jenis ini dipakai untuk menyimpan makanan.
  5. Memiliki bentuk batang yang bercabang dan ruas batangnya tidak begitu jelas.
  6. Pada bagian akarnya berbentuk tunggang dengan akar utamanya lebih besar dibandingkan dengan akar sekundernya.
  7. Berdaun majemuk atau tunggal dengan pola yang cenderung menjadi atau menyirip
  8. Jumlah kelopak bunga, benang sari dan juga mahkota bunga umumnya berkelipatan empat atau lima.
  9. Bagian daunnya bertulang dan sejajar atau melengkung
  10. Pada bagian kaliptrogennga tidak dilengkapi dengan tudung akar

Setelah mengetahui ciri-ciri dari tumbuhan dikotil maka selanjutnya perlu mengetahui apa saja contoh tumbuhan dikotil yang bisa dijumpai disekitar kita. Berikut ini beberapa contoh jenis tumbuhan dikotil disekitar kita, diantaranya yaitu:

  1. Mengkudu
  2. Tomat
  3. Cabai
  4. Kembang sepatu
  5. Kamboja
  6. Kangkung
  7. Putri malu
  8. Kacang hijau, merah dan lain sebagainya

Definisi Tumbuhan Monokotil

tanaman jagung contoh monokoril

tanaman jagung contoh monokoril (pioneer)

Monokotil adalah jenis tumbuhan yang memiliki biji yang mono atau tidak berkeping atau berkeping satu. Monokotil identik dengan tanaman-tanaman yang memiliki akar serabut serta  daunnya berselang-seling.

Dalam sistem taksonomi, ada beberapa nama yang menjadi sebutan bagi tumbuhan monokotil. Sebutan tersebut di antaranya lilidae, Liliopsoda,dan Monocotyledodae.

Berbicara tentang monokotil, tentu Anda pernah mendengar sebutan tentang “kotiledon”. Apa itu kotiledon? Kotiledon merupakan salah satu bagian penting dari biji atau benih. Bagian yang pertama kali muncul ke atas tanah inilah yang disebut dengan Kotiledon. Nah, jika dikaitkan dengan tumbuhan monokotil, tumbuhan ini hanya mempunyai satu kotiledon.

Baca Juga: pengertian sel

Tumbuhan Monokotil memiliki berkas vaskuler atau sebutan dari pembuluh angkut yang mana terletak di batangnya. Batang dengan pembuluh tersebut memiliki tipe kolateral tertutup atau tidak ada kambium di antara xilem dengan floem.

Dari disi dapat diketahui bahwa xilem dan floem tumbuhan ini menyebar dan tidak beraturan. Sama halnya dengan akarnya, akar tumbuhan ini juga tidak memiliki kambium serta merupakan biji berkeping tunggal.

Ciri-Ciri Tumbuhan Monokotil

Apakah Anda dapat membedakan antara tumbuhan dikotil dan monokotil? Untuk mengetahui perbedaannya dan bisa menganalisis suatu tanaman, Anda perlu mengetahui ciri-ciri tumbuhan monokotil terlebih dahulu.

  1. Memiliki Biji Berkeping satu
  2. Batang tidak memiliki cabang seperti tumbuhan dikotil
  3. Terdapat rambut-rambut halus pada batangnya
  4. Terlihat jelas ruas-ruas yang ada pada batangnya.
  5. Memiliki akar yang serabut
  6. Terdapat Koleoriza yang bertugas melindungi ujung akar.
  7. Terdapat koleoptil berada di ujung batang.
  8. Memiliki daun yang tunggal kecuali tumbuhan kelompok kalem.
  9. Ada tiga bagian pada bunganya (kelopak bunga, mahkota bunga, serta benang sari).
  10. Jumlah benang sari sebanyak tiga atau kelipatan tiga.

Contoh Tumbuhan Monokotil

Ada banyak sekali contoh tumbuhan monokotil di sekitar kita. Banyak pula tumbuhan jenis ini yang memberikan manfaat untuk manusia. Mulai dari memenuhi kebutuhan pokok hingga memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tubuh.

Salah satu contoh dari tumbuhan jenis ini adalah tanaman padi yang memiliki banyak manfaat. Padi dikenal sebagai tanaman yang memiliki karbohidrat yang tinggi yang sudah dijadikan makanan pokok orang Indonesia.

Selain padi, ada beberapa contoh lainnya seperti tanaman jagung, kelapa, pinang-pinangan, anggrek, pisang-pisangan dan lainnya.

Beberapa contoh tanaman ini juga digunakan untuk bumbu dapur seperti jahe, bawang-bawangan, kunyit, vanilli, dan masih banyak lainnya. Semua tumbuhan itu memiliki manfaat pada masing-masing tumbuhannya. Misalnya, tumbuhan kelapa yang diambil buahnya dan batangnya untuk kebutuhan manusia.

Baca Juga: pengertian jaringan makhluk hidup

Ada banyak manfaat yang dapat diambil dari tumbuhan-tumbuhan monokotil untuk memenuhi kebutuhan baik pokok maupun sekunder manusia. Beberapa manfaatnya antara lain dekorasi, zat pewarna, perumahan, pakaian, sumber pangan, sumber bahan baku, dan lain sebagainya.

Adapun contoh tumbuhan monokotil selengkapnya dapat Anda ketahui dari daftar nama di bawah ini. Inilah daftar contoh tumbuhan monokotil disertai dengan nama latin nya:

  1. Kategori Bunga : Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis), Bunga Matahari (Helianthus annus).
  2. Kategori Bahan Dapur : Vanili (Vannili planifolia), Bawang merah (Allium ascolonicum).
  3. Kategori Buah : Srikaya (Annona squamosa), Pisang (Musa paradisiaca).
  4. Kategori Pinang-pinangan : Kelapa (Cocos nucifera), Sawit (Elais Guinensis).

Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil

perbedaan monokotil dikotil

perbedaan monokotil dikotil (youtube.com/watch?v=5E1gtU2K3xQ)

Tumbuhan dikotil dan monokotil pasti memiliki perbedaan terstentu yang dapat menjadi ciri khas di antara keduanya. Dengan adanya perbedaan tersebut, diharapkan anda dapat membedakan mana tumbuhan jenis dikotil dan mana jenis monokotil. Untuk mengetahuinya, simak perbedaan umumnya di sini!

  • Tumbuhan monokotil mempunyai satu kotiledon, sedangkan dikotil mempunyai dua kotiledon.
  • Tumbuhan monokotil memiliki daun sejajar, sedangkan tumbuhan dikotil memiliki tulang daun menjari atau menyirip.
  • Batang tumbuhan monokotil memiliki berkas pengangkut yang menyebar, sedangkan tumbuhan dikotil memiliki berkas pengangkut yang bersusunan dalam suatu lingkaran.
  • Kelipatan bunga pada tumbuhan monokotil hanya berjumlah 3, sedangkan tumbuhan dikotil memiliki 2,4, dan 5 kelipatan.
  • Tumbuhan monokotil memiliki bentuk akar yang serabut, sedangkan tumbuhan dikotil memiliki akar tunggang.

1. Perbedaan Berdasarkan Famili

Di atas merupakan perbedaan secara umum. Sebenarnya, kita dapat melihat perbedaannya lebih mudah jika mengategorikan nya ke dalam familinya masing-masing. Adapun perbedaan famili pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil yaitu sebagai berikut:

No Famili Dikotil Famili Monokotil
1 Compositaeatau Komposite,

Contoh: bunga matahari.

Zingiberaceaeatau Jahe-jahean,

Contoh: kunyit, jahe.

2 Myrtaceaeatau Jambu-jambuan),

Contoh: jambu air, jambu biji.

Orchidaceaeatau Anggrek-angrekan,

Contoh: vanili, anggrek.

3 Solanaceaeatau Terung-terungan,

Contoh: tomat, cabe, terong.

Musaceaeatau Pisang-pisangan,

Contoh: raja, pisang ambon.

4 Euphorbiaceaeatau Jarak-jarakan,

Contoh: karet, ubi, jarak.

Graminaeatau Rumput-rerumputan,

Contoh: padi, jagung.

5 Leguminoceaeatau polong-polongan,

Contoh: kacang, pete.

Palmae atau Pinang-pinangan,

Contoh: sagu, kelapa.

2. Perbedaan Struktur Penampang Melintang

Selain perbedaan di atas, kita dapat menganalisa perbedaannya melalui ciri dari bagian tubuh tumbuhan. Bagian tubuh yang perlu dianalisis adalah bagian akar, daun, dan batang. Berikut adalah pembahasannya:

a. Bagian Akar

Tumbuhan Monokotil:

  1. Akar tidak memiliki kambium.
  2. Terdapat kaliptra kelas dan batas ujung akar.
  3. Ada beberapa sel pada perisikel nya.
  4. Memiliki inti besar dan empulur yang berkembang baik.
  5. Floem dan Xilem berjumlah banyak.

Baca Juga: pengertian hipotesis

Tumbuhan Dikotil:

  1. Tidak memiliki empulur seperti tanaman monokotil.
  2. Floem berada di luar xilem yang mana kambium sebagai pembatas nya.
  3. Dinding pada pembuluh xilem nya cenderung tebal dan memiliki parenkim banyak.
  4. Hanya memiliki satu lapis sel pada perisikelnya.
  5. Tidak ada pembatas yang jelas antara kaliptra dan ujung akar.

b. Bagian Batang

Tumbuhan Monokotil:

  1. Tidak ada pertumbuhan sekunder
  2. Tidak ada rambut pada permukaan epidermis.
  3. Adanya pelindung berupa selubung yang melindungi berkas pengangkut.
  4. Tidak dijumpai adanya parenkim floem.
  5. Terdapat sklerenkim di bawah epidermis.
  6. Berkas pengangkut memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Tumbuhan Dikotil:

  1. Berkas pengangkut tidak memiliki rongga dan selubung.
  2. Memiliki parenkim floem.
  3. Meristem Latera adalah penyebab pertumbuhan sekunder.
  4. Berkas pengangkut memiliki ukuran yang seragam.
  5. Memiliki kutukultura yang tebal pada jaringan epidermisnya.
  6. Ditemukan rambut pada epidermisnya.
  7. Memiliki hipodermis yang disebut kolenkim.
  8. Memiliki pembuluh xilem yang mempunyai serat banyak, ukuran kecil, dan parenkim sedikit.
  9. Xilem berfungsi sebagai pembentuk lingkaran tahun.

c. Bagian daun

Tumbuhan monokotil:

  1. Terdapat sel kipas untuk membuka dan menutupnya daun.
  2. Slerenkim adalah pembentuk selubung berkas pengangkut
  3. Bersifat isobilateral
  4. Xilem memiliki 2 protoxilem dan 2 metaxilem.
  5. Terdapat stomata di atas atau di bawah epidermis.

Tumbuhan dikotil:

  1. Memiliki banyak metaxilem dan protoxilem pada xilemnya.
  2. Stomata hanya ada di bawah epidermis.
  3. Memiliki sifat dorsiventral.
  4. Memiliki palisade dan parenkim spons pada jaringa mesofilnya.
  5. Kolenkim adalah pembentuk selubung berkas pengangkut.

Ringkasan Perbedaan Monokotil Dan Dikotil

Memiliki ciri-ciri yang berbeda tentu saja, antara tumbuhan dikotil dan monokotil memiliki perbedaan. Apa saja perbedaannya? Langsung saja berikut perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil yang perlu diketahui

1. Biji

Jika dilihat dari bagian biju sesuai dengan namanya monokotil merupakan jenis tumbuhan berkeringat satu sehingga tidak membelah saat bercambah.

Baca Juga: pengertian lingkungan

Hal tersebut tentu berbeda dengan jenis tumbuhan dikotil yang berkeping 2. Karena berkeping 2 tidak heran jika tumbuhan ini membelah diri saat berkecambah.

2. Akar

Pada bagian akar tumbuhan monokotil memiliki akar serabut. Sedangkan untuk tumbuhan dikotil memiliki akar tunggang.

3. Batang

Batang tumbuhan monokotil tidak bercabang dan tidak memiliki kambium. Sedangkan untuk tumbuhan dikotil bagian bercabang dan dan memiliki kambium.

4. Daun

Untuk bagian daun tumbuhan monokotil lebih memanjang layaknya pita dengan tulang daun yang sejajar. Sedangkan untuk bagian daun tumbuhan dikotil berbentuk lebih melebar dengan tulang daun dan menyirip atau menjari.

5. Bunga

Bagian bunganya tumbuhan monokotil memiliki jumlah kelopak sebanyak 3 atau kelipatanya. Sedangkan untuk jenis tumbuhan dikotil jumlah kelopak nya yaitu 2, 4, dan 6 atau kelipatanya.

Baca Juga: pengertian otot trisep dan bisep

Cara Merawat Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Sebenarnya, masing-masing tumbuhan monokotildikotil memiliki perawatan yang berbeda-beda. Karena, walaupun dalam satu jenis, tumbuhan tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing. Seperti contohnya, cara merawat tumbuhan padi dengan kelapa sawit sungguh berbeda. Sama halnya dengan tanaman mangga dengan kacang-kacangan.

Masing-masing tanaman sudah mempunyai perawatan khusus. Namun, secara umum, proses perawatan tumbuhan dapat dibagi menjadi beberapa tahap.

Tahap tersebut di antaranya, pemilihan benih, persiapan lahan, penanaman benih, perawatan intensive dengan memberikan nutrisi, dan panen. Untuk mengetahui cara merawatnya setelah penanaman dapat Anda tanyakan kepada pemilik benih.

Penjual benih akan memberikan panduan jelan dan detail kepada Anda. Jadi, Anda tidak perlu bingung untuk membeli berbagai jenis tanaman dikotil dan monokotil.

Demikian pembahasan mengenai tumbuhan monokotildikotil yang perlu Anda ketahui. Kedua jenis tanaman ini sama-sama bermanfaat bagi manusia. Mulai dari kebutuhan pokok seperti makan hingga sekunder seperti bangunan dapat terpenuhi dengan memanfaatkan bagian tanaman tersebut. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Cari Artikel di Sini