Pengertian Teks Narasi

7 min read

Teks narasi menjadi salah satu jenis tulisan yang digemari oleh sebagian besar pecinta karya sastra. Sebab, jenis teks ini akan memberikan kesan emosional yang dalam jika sang penulis mampu menjiwai tulisannya. Karya tulis berbentuk cerita narasilebih sering dipakai untuk menyampaikan cerita secara runtut dan detail. Disitulah penulis seperti “dipaksa” dengan senang hati untuk menyampaikan secara nyata apa yang ingin diceritakannya.

Pada dasarnya, kerangka tulisan narasi tidak terikat oleh struktur yang baku dan harus ada. Hanya saja, pada prinsipnya dan ini diakui bahwa teks narasi yang baik setidaknya mengandung  4 struktur kepenulisan. Orientasi, komplikasi, resolusi dan koda/ending. Keempat struktur tersebut akan saya bahas satu per satu setelah ini.

Definisi Umum Teks Narasi

Teks narasi sendiri seperti sudah saya singgung di awal bahwa yang menjadi ciri utamanya adalah berbentuk CERITA. Jadi, meskipun narasi yang baik itu terstruktur namun tetap tidak mengesampingkan inti utamanya yaitu sebagai deretan paragraf naratif.

Baca Juga: pengertian drama

Menurut Wikipedia, teks narasi adalah sebuah model penyusunan paragraf dari sebuah karya tulis, berisi rangkaian peristiwa secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir dan terikat waktu. Tujuan dari karangan narasi sendiri adalah untuk memberikan informasi dan wawasan yang lebih luas kepada pembaca melalui cerita.

Jenis-jenis Narasi

jenis jenis teks narasi
jenis jenis teks narasi (npr.org)

Pembagian jenis-jenis teks narasi bisa dilihat dari sasaran dan tujuan dari tulisan itu ditulis. Ada setidaknya 4 macam teks narasi yang bisa kita identifikasi: narasi informatif, ekspositorik, artistik dan sugestif. Keempatnya akan coba kita ulas satu per satu di bawah ini.

1. Narasi Informatif

Teks narasi informatif ialah sebuah tulisan naratif yang tujuannya adalah menyampaikan informasi secara detail dan tepat tentang suatu peristiwa. Tujuan dari jenis teks narasi ini adalah mengedukasi dan memperluas pengetahuan pembaca tentang kisah seseorang/tokoh.

Narasi informatif biasanya lebih dominan membicarakan kehidupan seseorang tokoh yang bisa dijadikan teladan. Kisah-kisah inspiratif yang dialami oleh tokoh dalam tulisan tersebut itulah yang harapannya bisa menjadi pengetahuan baru bahkan ditiru oleh para pembaca.

2. Narasi Ekspositorik

Teks narasi ekspositorik ialah jenis tulisan naratif yang memiliki penyampaian runtutan informasi secara detail dan tepat tentang suatu peristiwa/kisah seseorang. Dalam tulisan narasi ekspositorik ini, penulis menceritakan peristiwa yang dialami oleh tokoh berdasarkan data yang sebenarnya.

Dalam tulisan tersebut, penulis menceritakan kisah perjalanan dari mulai kecil hingga sekarang dengan urutan waktu yang runtut. Tidak heran jika jenis tulisan ini mampu menonjolkan sisi berbeda dari karangan narasi karena sifatnya yang lebih faktaual. Secara ringkas, narasi ekspositorik sering disebut juga karangan biografi.

3. Narasi Artistik

Teks narasi artistik ialah tulisan naratif yang berupaya untuk menyampaikan suatu maksud dan amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar. Tujuan akhirnya ialah agar pembaca tampak seolah-olah ikut terlibat dalam cerita tersebut.

Baca Juga: pengertian poster

Teks jenis ini ditandai dengan penggunaan bahasanya yang logis dan sesuai dengan fakta yang ada. Di dalam jenis tulisan ini, penulis tidak memasukkan unsur sugestif dan lebih bersifat objektif.

4. Narasi sugestif

Teks narasi sugestif ialah tulisan naratif yang berupaya untuk memberikan pengetahuan tentang suatu maksud tertentu. Ada maksud untuk mempengaruhi pikiran pembaca agar secara maksimal sepemikiran/mampu menerima amanat terselubung yang disampaikan.

Pada penerapannya, teks narasi sugestif banyak digunakan dalam projek pembuatan iklan teks untuk menjual produk tertentu. Jenis teks ini sangat efektif untuk membuat calon pelanggan tergerak dan akhirnya membeli produk yang ditawarkan.

Ciri-ciri Teks Narasi

Meski secara eksplisit jelas bisa diterka sebuah tulisan termasuk narasi atau bukan, namun kita perlu mengenal ciri-cirinya. Ada beberapa ciri-ciri sebuah tulisan masuk dalam kategori teks narasi.

Seperti diungkapkan oleh Gorys Keraf bahwa ciri teks atau tulisan narasi adalah sebagai berikut:

1. Unsur Tindakan Ditonjolkan

Menonjolkan unsur perbuatan/tindakan, hal ini akan terdeteksi dengan gambaran penulis terhadap tokoh berkaitan dengan apa yang sedang atau akan dilakukan oleh sang tokoh.

2. Ada Timeline

Tersusun dalam urutan waktu, ini cukup mudah diketahui karena pasti dalam rangkaian kata tersebut ada penanda waktu: saat ini, kemarin, atau yang akan datang.

3. Memberikan Informasi

Berusaha menjawab pertanyaan “apa yang sedang/akan terjadi?”, sebuah paragraf naratif pasti seolah akan terus menjawab persoalan apa yang terjadi hingga selesai.

4. Ada Masalah

ciri teks narasi ada problem
ciri teks narasi ada problem (marlacummins.com)

Ada konflik atau pertentangan, sepertinya ini sangat wajar jika dalam sebuah cerita terdapat konflik sebab cerita akan nampak hidup jika ada konflik. Pada paragraf naratif, konflik mampu menghidupkan cerita dengan sangat apik. Intinya, teks naratif tidak bisa dipisahkan dari identitasnya sebagai tulisan kumpulan konflik.

Kesimpulannya, teks narasi memiliki ciri berupa sebuah rangkaian cerita yang runtut. Mengedepankan susunan kronologis, dari waktu ke waktu dan di dalamnya memuat konflik.

Tujuan Karangan Narasi

Pada dasarnya, karangan narasi memberikan pengetahuan pada pembaca mengenai rangkaian sebuah peristiwa yang sarat makna. Ada pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui paragraf-paragraf kejadian yang ada.

Runtutan kejadian yang disampaikan di dalamnya bisa berupa cerita khayalan (fiksi) ataupun nyata (non-fiksi).

Rentetan peristiwa yang diuraikan melalui susunan paragraf tersebut menuntut pembaca seakan terbawa arus pemikiran sang penulis. Pembaca akan secara tidak langsung dibawa untuk turut merasakan dan mengalami sendiri setiap peristiwa yang dialami oleh tokoh. Beberapa contoh teks narasi panjang diantaranya ialah cerpen, novel, biografi, dan roman.


Berikut ini beberapa tujuan ditulisnya karangan narasi:

  1. Memberikan informasi dan memperluas pengetahuan pembaca.
  2. Memberikan pengalaman yang estetis dan berbeda kepada pembaca.

Dari dua tujuan di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa karangan narasi dibuat dengan tujuan mengedukasi pembaca melalui cerita. Membuat tulisan narasi sama dengan berupaya membuat pembaca sebisa mungkin terlibat di dalam percakapan tokoh, tidaklah mudah.

Baca Juga: pengertian pantun

Perlu pemilihan diksi dan penempatan tanda baca yang benar agar tersusun paragraf naratif yang baik. Hal ini sangat penting mengingat kekuatan karangan narasi ada pada ekspresi yang ditunjukkan oleh petikan kalimat langsung antar tokoh di dalamnya.

Langkah-langkah Menulis Karangan Narasi

Meski sebenarnya sederhana saat membuat teks narasi, namun jika diketahui langkah-langkah termudahnya tentu akan lebih gampang membuatnya.

Berikut ini beberapa cara membuat karangan narasi:

  1. Tentukan tema & amanat yang ingin disampaikan terlebih dulu. Ini penting mengingat kelancaran membuat artikel narasi adalah pada pemahaman terhadap tema dan pesan apa yang hendak disampaikan.
  2. Tetapkan sasaran pembaca, segmen pasar seperti apa yang akan Anda bidik untuk menjadi pembaca tulisan Anda, harus dipikirkan.
  3. Catat peristiwa-peristiwa utama dan inti yang akan ditulis dalam bentuk skema alur. Kumpulan peristiwa yang akan dibuat tulisan sebaiknya dikumpulkan dan dicatat terlebih dulu. Ini akan memudahkan penulis mengingat alur cerita selanjutnya yang perlu ditulis.
  4. Bagi peristiwa utama tersebut ke dalam bagian awal, pengembangan, dan akhir cerita. Peristiwa-peristiwa yang akan diceritakan dibuat pemisahaan untuk bagian awal, tengah, dan akhir cerita.
  5. Susun kerangka peristiwa pendukung cerita
  6. Menyusun tokoh dan perwatakan, latar, serta sudut pandang yang akan digunakan.

Struktur Teks Narasi

Seperti sudah saya singgung di awal bahwa teks narasi memang terlihat seperti karangan bebas yang tidak terikat struktur penulisan apapun. Namun, pada hakikatnya setiap tulisan dan karya sastra tentu memiliki struktur dasar yang harus ada untuk dianggap sebagai karya tulis yang bagus.

Setidaknya ada beberapa struktur teks narasi yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:

1. Orientasi (pengantar/pengenalan)

Di bagian orientasi, penulis dituntut untuk mengawali ceritanya dengan mengenalkan satu atau beberapa tokoh serta latar tempatnya. Di bagian inilah diperkenalkan tentang dimana dan kapan peristiwa terjadi serta siapa saja tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya.

Bagian orientasi ini biasanya menggunakan kata-kata magis yang mengundang penasaran. Pembaca seperti dikejutkan dengan kalimat yang memancing keinginan untuk terus membaca. Tidak heran jika penulis karangan narasi menjadikan bagian orientasi sebagai “make up” yang akan menarik pembaca.

2. Komplikasi

Komplikasi bisa juga dikenal dengan pengantar menuju konflik-konflik utama. Dengan kata lain, komplikasi yaitu bagian cerita di mana pada tokoh utamanya menghadapi tantangan dalam mencapai keinginannya. Di bagian ini konflik-konflik kecil hingga sedang mulai terjadi.

3. Resolusi

Setelah ada komplikasi masalah yang dihadapi oleh tokoh utama, selanjutnya masalah utama akan ditunjukkan. Disinilah resolusi cerita berisi konflik yang memuncak. Dengan kata lain, resolusi yaitu bagian dari permasalahan inti yang dihadapi oleh tokoh utama dan ada titik terang dari masalah untuk bisa diselesaikan.

4. Koda/Ending

ending cerita teks narasi
ending cerita teks narasi (prowritingaid.com)

Pada bagian ini sebuah tulisan narasi mempunyai dua kecenderungan sebagai pengakhiran cerita, yaitu dengan ending cerita yang bahagia (happy-ending). Ada juga akhir ceritanya dengan kesedihan (sad-ending). Semua tergantung penulis. Meski begitu ada juga penulis yang membiarkan pembaca menerka dan memutuskan sendiri apakah cerita tersebut berujung happy atau sad ending. Disini penulis tidak menggunakan kata-kata yang seolah mengarahkan pembaca untuk menemukan kesimpulan akhir.

Baca Juga: pengertian huruf “b”

Sebagai tambahan, selain teks naratif yang terikat oleh struktur di atas, ada juga paragraf naratif yang hanya menggunakan konjungsi dan tidak mengikuti struktur di atas. Jenis teks ini lebih bebas dan membuat pembaca sulit menerka poin yang ingin disampaikan penulis dari cerita tersebut. Namun, justru disitulah letak estetika teks naratif yang tak terstruktur tersebut.

Contoh Teks Narasi

Sebelumnya sudah kita bahas mengenai pengertian, ciri-ciri, tujuan, struktur dan cara membuat karangan narasi. Nah, selanjutnya saya mengajak Anda untuk sama-sama belajar mencermati contoh paragraf narasi.

Di bawah ini saya berikan contoh paragraf narasi singkat yang bisa Anda cermati. Contoh-contoh paragraf cerita tersebut akan menggambarkan secara singkat tentang bagaimana pola alur cerita narasi.

1. Teks Narasi Bahasa Indonesia:

Di sebuah hutan di pinggiran Kalimantan, hiduplah 2 orang anak kembar belia yatim-piatu yang bernama Andri dan Indra. Mereka tinggal di sebuah gubuk sederhana dan pekerjaan harian mereka berburu binatang untuk dimakan.

Setelah beberapa lama kemudian, kedua anak tersebut bertemu dengan saudagar kaya yang kebetulan sedang berburu juga. Singkat cerita, setelah berbincang-bincang cukup lama akhirnya Andri dan Indra pun sepakat untuk tinggal di rumah sang saudagar dan dijadikan sebagai anak angkatnya.

Kehidupan yang dialami Andri dan Indra lama-kelamaan berubah seiring dengan perlakuan istimewa dari ayah angkatnya.

Semakin hari Andri dan Indra tumbuh menjadi anak yang malas dan manja. Sikap buruk ini pun terbawa hingga keduanya dewasa. Sampai pada suatu hari terjadi sebuah masalah besar di keluarga mereka. Ayah angkat mereka kecelakaan mobil dan meninggal…

Teks Narasi Bahasa Jawa

Ing sawijining dina, aku weruh laler mabur liwat uwuh ing ngarep asrama. Ing wektu iku, laler kui mau metu lan mudhun ing tutup maem. Banjur mabur alon-alon lan mlebu njero tutup. Ana sekul, sayur lan lawuh sing di encloki dening laler mau. Kula najur mboten pengin maem malih…

3. Contoh Paragraf Narasi Sugestif

Pada intinya, narasi sugestif bertujuan untuk memberikan edukasi dan mempengaruhi pembaca agar ikut terlibat dalam pikiran penulis. Meski tidak selalu, jenis teks narasi sugestif ini lebih banyak dipakai untuk mengiklankan produk pada calon konsumen.

Berikut ini contoh paragraf narasi sugestif singkat yang bisa Anda cermati.

kolam renang teks narasi
kolam renang teks narasi (bourneoutdoorswimmingpool.org)

Aku tengah berenang di kolam renang dalam saat ia datang. Beberapa menit kemudian kutemui dia di balkon. Pertemuan singkat yang lama kurindukan tentunya. Hanya 10 menit berlangsung tapi ku temukan puluhan senyum teruntai dari sudut bibirnya sepanjang bicara. Dari matanya kulihat ada semacam rindu tapi tak tersampaikan. Enggan yang lebih mengarah pada malu.

Tapi entahlah, setelah pertemuan ini, aku dan dia malah jadi semakin sering bertemu. Berbagai kesempatan dia mengajakku mencari angin dan selalu kupenuhi. Hingga pada satu momen, dia menatap wajahku dengan senyum yang penuh harap dan memikat hati. Sampai akhirnya aku mulai salah tingkah dan hati ini pun berdebar-debar. ..

4. Contoh Paragraf Narasi Ekspositorik

Seperti sudah disinggung di awal bahwa jenis teks ini lebih mengedepankan penyampaian informasi secara tepat dan akurat. Tujuan dari narasi ekspositorik adalah membuat pembaca paham dengan apa yang disampaikan dalam tulisan. Semakin pembaca mengerti dengan apa yang disampaikan penulis maka tulisan narasi ekspositorik itu semakin bagus.

Ciri Narasi Ekspositorik

Secara spesifik, ciri-ciri teks narasi ekspositorik adalah sebagai berikut:

  1. Bertujuan menjelaskan sebuah persoalan / informasi baru kepada pembaca.
  2. Hanya bersifat memberi informasi tanpa bertujuan mempengaruhi pikiran pembaca. Pengaruh keputusan akhir pembaca dikembalikan lagi kepada pembaca itu sendiri.
  3. Mengandung data dan informasi yang benar dan valid untuk kemudian dijabarkan menjadi cerita yang lebih rinci.

Berikut ini contoh paragraf narasi ekspositorik:

Percaya atau tidak, beternak ayam tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang. Untuk para peternak yang baru berniat beternak ayam tidak perlu berpikir rumit dulu. Lakukan secara pelan tapi pasti. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat kandang ayam sesuai dengan jumlah ayam atau sesuai kebutuhan. Pembuatan kandang ayam sebaiknya didesain agar bisa diberi lampu untuk menjaga kehangatan suhu tubuh ayam. Kemudian setelah itu, beli ayam jantan setidaknya 2 ekor dan ayam betina 6 ekor. Letakkan dalam satu kandang. Pastikan ayam-ayam tersebut diberi makan secara teratur agar tidak mudah terserang penyakit. Jangan lupa juga untuk rutin membersihkan kandang. Dengan langkah-langkah kecil tersebut maka dijamin usaha ternak ayam Anda akan terus berkembang.

Dari uraian panjang artikel ini bisa kita simpulkan bahwa untuk membuat teks narasi tidaklah sulit. Jika terhalang ide maka cukup dengan menuliskan pengalaman pribadi dan tuangkan dalam bentuk cerita yang apa adanya.

Baca Juga: pengertian cerpen

Semoga setelah membaca artikel tentang pengertian teks narasi, macam-macamnya, struktur serta langkah-langkah pembuatannya menjadikan Anda tidak bingung lagi. Salah satu cara agar Anda segera paham adalah dengan ambil bolpoin dan kertas atau laptop lalu mulailah menulis cerita unik di kehidupan harian Anda. Semoga sukses dan berhasil ya.

Originally posted 2019-05-04 10:47:11.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *