Definisi Huruf B

B merupakan huruf kedua dalam susunan alpabet latin. Berdasarkan bahasa latin dan juga bahasa lain pada dasarnya termasuknya juga dalam bahasa Indonesia, huruf b ini melambangkan suatu konsonan dalam dwibibir yang berupa fonem dan konsonan letup dwibibir yang bersuara.

Sejarah Huruf B

Berdasarkan sejarah, huruf B diperoleh dari suatu piktogram mengenai denah rumah yang menjadi salah satu aksara dalam hieroglif mesir atau disebut juga sebagai aksara proto-sinalitik.

Baca Juga: pengertian teks eksposisi

Pada tahun sekitar 1050 sebelum masehi, huruf B ini kemudian dikembangkan dalam bentuk abjad fenisia yang berbentuk linear dan disebut sebagai beth.

Tipografi B

 

Huruf kecil yaitu “b” dikatakan berasal dari bentuk huruf tegak bersambung yang dikenal dalam Romawi, saat para penulis atau dalam Romawi disebut sebagai juru tulis mulai mengabaikan bentuk lengkungan atas pada bentuk huruf kapitalnya, maka terciptalah huruf B kecil berupa “b”.

Terlihat beberapa perbedaan bentuk dalam huruf B pada tipe romawi modern, huruf B pada italik modern, dan huruf B bersambung yang modern.

Huruf B sendiri seringkali dianggap mirip dan membuat orang orang salah sangka dengan huruf dalam bahasa Jerman yang bentuknya mirip yaitu ß yang biasanya digunakan untuk menggantikan ss.

Huruf ß dalam bahasa Jerman tersebut pada dasarnya adalah sebuah jenis huruf ligatur yang banyak dipakai dalam penulisan gaya Jerman, kecuali di wilayah Swiss.

Huruf tersebut melambangkan bunyi /s/ atau dalam tulisan ditulis sebagai ss atau sz. Jika huruf ß tersebut tidak ada, maka huruf S yang ditulis dua kali tadi dapat dipakai begitu saja.

Penggunaan Huruf B

Sebagaimana telah dikatakan di awal artikel ini bahwa huruf B banyak digunakan dalam tata bahasa khususnya bahasa Latin sebagai konsonan dari letup dwibibir bersuara /b/.

Baca Juga: pengertian toleransi

Konsonan letup atau disebut sebagai plosif merupakan sebuah fonem yang didapatkan dengan cara memakai letupan udara karena adanya hambatan pada suatu tempat yang mempunyai artikulasi dalam mulut seseorang.

Dalam ilmu fonetika, dwibibir adalah konsonan bilabial yang merupakan artikulasi memakai kedua belah bibir. Konsonan bilabial ini dikenali dalam Alfabet Fonetis International sebagai suatu hal berikut, bahasa Igbo yang dapat membedakan enam jenis pengucapan pada konsonan hentian bilabial tersebut yang berupa [p p? ?? b b? ?].

Dalam bahasa Estoania, Tionghoa, ataupun Islandia, huruf B tidak bersuara namun masih dapat dibedakan dari huruf P yang diperpanjang menjadi /pp/ dalam bahasa Estonia dan dikeluarkan menjadi /ph/ dalam Tionghoa atau Islandia.

Baca Juga: pengertian visi dan misi

Dalam bahasa Fiji, huruf B dipranalisasikan sebagai /mb/, sedangaknd alam Bahasa Zulu dan bahasa Xhosa, huruf B akan dijadikan konsonan letup balik yang berbanding dengan dwihuruf Bh yang lebih melambangkan /b/.

Dalam Bahasa Finlandia, huruf B hanya digunakan sebagai kata pinjaman. Adanya berbagai bentuk variasi dari huruf B menandakan konsonan dwibibir tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya sebagaimana konsonan letup balik dwibibir bersuara dengan konsonan getar dwibibir.

Dalam X-SAMPA, huruf kapital atau huruf besar dari B menjadi sebuah tanda terdapat konsonan desis dari dwibibir yang bersuara. Terkadang, huruf B ini juga dipakai sebagai sbeuah not musik.

Baca Juga: pengertian novel

Kiranya tidak cukup banyak seluk beluk tentang huruf B yang dapat kami sampaikan. Namun, kami berharap semoga apa yang ditulis dalam artikel ini tetap dapat menambah wawasan dan pengetahuan umum anda. Sekian dan terimakasih.

Originally posted 2018-01-31 10:00:01.