Jika membahas tentang mata pelajaran Bahasa Indonesia, mungkin Anda tidak asing dengan sebutan teks anekdot. Teks anekdot adalah salah satu materi yang dibahas di pelajaran Bahasa Indonesia yang umumnya dapat kita temui di berbagai media.

Menurut perkembangan zaman, teks ini tidak hanya dapat ditemukan di koran-koran saja, tetapi sudah luas hingga ke media online. Ada berbagai macam sosial media yang dapat diakses oleh siapapun untuk mengetahui teks tersebut.

Lalu apa sebenarnya gambaran umum dari teks anekdot itu sendiri? Mungkin Anda pernah menjumpai karangan singkat yang berisi beberapa lelucon atau humor, tetapi maksudnya adalah mengkritik. Itulah yang disebut anekdot.

Cerita atau karangan singkat itu seringkali dijumpai di postingan seseorang atau pun di internet sekarang. Jika Anda masih bingung, simak pembahasan seputar teks anekdot sebagai berikut.

Definisi Umum Teks Anekdot

apa itu teks anekdot

apa itu teks anekdot (TheMoonDoggies)

Secara umum, anekdot adalah sebuah cerita yang berisi unsur lelucon dan isinya ditujukan untuk memberikan kritikan.  Topik-topik yang dibahas di dalam teks ini antara lain topik politik, publik, sosial, hingga lingkungan. Teks ini tidak hanya berupa sebuah cerita lucu saja, tetapi juga percakapan yang dilakukan oleh dua pelaku. Isinya pun tidak melulu tentang lelucon, tetapi juga berisi amanat atau nilai moral.

Baca Juga: pengertian artikel

Anekdot adalah kata yang berasal dari Yunani yang membuktikan bahwa teks ini sudah ada sejak peradaban Yunani kuno. Hal ini dapat kita simpulkan bahwa teks ini sebenarnya sudah sangat eksis pada zaman dahulu. Dengan canggihnya teknologi, teks semacam ini akhirnya terkenal di penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Definisi Anekdot Menurut Etimologi

Apa arti dari Anekdot itu sendiri? Dalam bahasa Yunani, Anekdot merupakan gabungan dari dua kata, yaitu an dan ekdote. An artinya tidak sementara, sedangkan ekdote artinya publikasi. Jika disimpulkan dari keduanya, Anekdot berarti sesuatu yang tidak bersifat publik atau sesuatu yang tidak untuk dipublikasikan atau sifatnya rahasia.

Dikatakan rahasia, karena konteks yang dibahas adalah sesuatu yang seharusnya tidak dipublikasikan. Contoh rahasia tersebut di antaranya seperti peperangan, jebakan, aib, dan lain sebagainya.

Pengertian teks anekdot pada zaman dahulu dengan sekarang sebenarnya tidak memiliki perbedaan. Anekdot sekarang juga dibuat untuk mengkritik masalah yang nyata benarnya dengan menyindir pihak lain.

Sama halnya dengan pengertian menurut zaman Yunani kuno, yang mengatakan bahwa Anekdot adalah teks yang disampaikan sesuai dengan fakta sebenarnya. Dikatakan tidak untuk dipublikasikan karena sifatnya rahasia. Itu mengapa, untuk mengutarakan rahasia tersebut, seseorang mengemasnya dalam sebuah lelucon yang merujuk pada rahasia tersebut.

Jadi, dapat diketahui bahwa Anekdot sendiri adalah teks yang berisi fakta namun dikemas berbeda. Mengapa tidak langsung diutarakan saja kepada publik kenyataan sebenarnya? Inilah yang menjadi ciri khas dari Anekdot, ia menyampaikan suatu rahasia yang secara tidak sadar dianggap lelucon. Ini berkaitan tentang seni maksudnya adalah selain pembaca dapat memperoleh info, mereka juga akan terhibur.

Selain itu, ini juga akan bertentangan dengan kode etik jurnalistik ketika seseorang menuliskannya secara blak-blakan. Bisa jadi pihak yang dimaksud tidak terima dan akan melaporkan pembuat Anekdot ke polisi. Itu mengapa, agar tidak terjadi hal demikian, Anekdot dibuat seakan-akan hanya teks humor belaka.

Definisi Teks Anekdot Menurut Para Ahli

Menurut beberapa ahli, teks anekdot memiliki pengertian atau definisi yang sedikit berbeda. Secara umum teks anekdot diartikan sebagai sebuah cerita yang lucu dan juga menghibur yang mana biasanya diambil berdasarkan pengalaman seseorang. Berikut ini beberapa pengertian teks anekdot menurut para ahli, yaitu

1. Wikipedia

Teks Anekdot menurut Wikipedia yaitu sebuah cerita singkat yang dibuat lucu dan juga menari. Biasanya cerita yang disajikan menggambarkan tentang kejadian  atau orang sebenarnya.

Baca Juga: pengertian sistem

2. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Pengertian teks anekdot selanjutnya yaitu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI. Menurut KBBI adalah sebuah cerita singkat yang dibuat lebih menarik sehingga para pembaca akan merasa terkesan. Biasanya cerita ini berkisar pada orang-orang yang penting atau berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

3. Kemendikbud

Menurut Kemendikbud (2013:111) menyatakan bahwa teks anekdot adalah sebuah cerita singkat yang menarik, lucu dan mengesankan. Biasanya cerita yang disajikan dalam sebuah anekdot merupakan cerita atau kejadian yang nyata atau sebenarnya.

4. Menurut Ahli (Mega Book Pelajaran SMA/MA IPA Kelas X,XI & XII Oleh Tim Guru Eduka)

Menurut Tim Guru Eduka tersebut, pengertian teks anekdot merupakan sebuah teks yang berisikan pengalaman seseorang yang tidak biasa. Cerita atau pengalaman tersebut disampaikan dengan tujuan untuk menghibur baik pembaca maupun pendengarnya.

Jenis-Jenis Teks Anekdot

Menurut Luxemburg dkk (1984:160), menyatakan bahwa teks anekdot terdiri dari beberapa jenis, apa saja itu? berikut ulasannya

1. Artikel

Untuk jenis yang pertama adalah anekdot artikel umumnya berbentuk formasi naratif. Maksudnya dalam teks anekdot ceritanya memiliki kejelasan baik toko, alur, peristiwa dan juga latar belakang. Karena itu jenis artikel anekdot ini juga menceritakan tentang sesuatu hal atau tokoh faktual.

2. Cerpen

Selanjutnya yaitu anekdot berupa cerpen yang mana biasanya menceritakan sesuatu hal yang lugas. Hal tersebut berarti bahwa cerita yang disajikan umumnya tidak berbelit-belit dan cepat. Karena disampaikan dalam bentuk yang luas, maka pembaca atau pendengarnya pun akan lebih cepat mengerti dari sisi lelucon yang ada pada cerita tersebut. Sehingga tidak heran jika anekdot jenis cerpen ini terlihat lebih singkat.

3. Teks Dialog

Satu lagi yaitu berupa teks dialog. Seperti yang diketahui bahwa teks dialog di dalam drama merupakan bagian terpenting dalam sebuah cerita drama. Teks anekdot yang berupa teks dialog biasanya dalam formatnya disebut anekdot dramatik yang memiliki petunjuk lakuan.

Unsur-Unsur Teks Anekdot

Menurut Sarwono (2014) menyatakan bahwa dalam teks anekdot terdiri dari beberapa unsur, antara lain yaitu :

1. Tema Cerita

unsur teks anekdot

unsur teks anekdot yaitu ada tema cerita (RomaDecade)

Tema cerita menjadi salah satu unsur yang sangat penting dalam sebuah teks anekdot. Unsur yang satu ini merupakan gagasan umum yang menjadi dasar dalam pengembangan seluruh cerita anekdot.

2. Tokoh

Unsur selanjutnya yang juga terdapat di dalam teks anekdot adalah unsur Tokoh. Sesuai dengan namanya, unsur yang satu ini merupakan pelaku yang terdapat di dalam cerita atau teks anekdot.

3. Latar

Seperti yang diketahui bahwa unsur latar dalam teks anekdot dibedakan menjadi tiga bagian yaitu latar tempat, latar waktu, dan juga latar sosial.

4. Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan sebuah teknik yang dipilih oleh pembuat cerita untuk mengemukakan gagasan atau ceritanya. Sudut pandang sendiri terbagi menjadi dua macam yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

5. Gaya bahasa dan nada

Unsur terakhir adalah gaya bahasa yang digunakan. Perlu diketahui bahwa gaya bahasa dalam sebuah cerita atau teks anekdot memiliki banyak fungsi. Salah satu fungsinya yaitu sebagai penyapa gagasan. Sedangkan untuk nada merupakan ekspresi yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Ekspresi tersebut disajikan atau ditunjukkan pada masing-masing tokoh.

Baca Juga: pengertian berita

Ciri-Ciri Teks Anekdot

Baik teks eksposisi, naratif, maupun deskriptif pasti memiliki ciri-ciri tertentu. Hal ini pun juga berlaku kepada Anekdot. Untuk bisa mengetahui apakah teks yang Anda jumpai adalah teks anekdot atau tidak, Anda perlu memahami beberapa cirinya. Berikut adalah ciri-ciri teks anekdot:

1. Lucu dan Humoris

Ciri pertama yang sangat mudah untuk mengetahui Anekdot adalah bersifat lucu. Jika Anda menjumpai sebuah cerita atau percakapan dua orang yang sifatnya lucu, berarti itu adalah Anekdot. Tentu, Anda pernah menjumpai postingan-postingan lucu yang berupa cerita atau percakapan. Jika pada saat ini, salah satu Anekdot yang cukup populer di sosial media adalah Meme.

2. Menyindir / Satir

anekdot berbentuk satir

anekdot berbentuk satir (materianekdot.blogspot.com)

Anekdot sejatinya dibuat untuk mengkritik suatu masalah yang menggelitik untuk dikritik. Biasanya di dalamnya berisi kalimat sindiran untuk suatu kelompok ataupun individu. Itu mengapa, Anda tidak perlu heran jika ada banyak Anekdot bermunculan di sosial media ketika suatu masalah sedang hits.

3. Menghibur

Di samping fungsinya untuk menyindir suatu individu atau kelompok tertentu, Anekdot juga dibuat untuk menghibur pembacanya. Artinya, teks tersebut mampu menggelitik pembaca untuk tertawa dengan kelucuan yang ada di dalamnya. Itu mengapa, seseorang yang membuat Anekdot diharapkan memiliki skill komedi agar goaluntuk menghibur masyarakat benar-benar terwujud.

4. Bisa untuk Orang Penting

Anekdot yang banyak beredar di internet atau surat kabar umumnya ditujukan kepada suatu individu, kelompok, ataupun instansi tertentu. Umumnya, tokoh yang disinggung adalah tokoh penting dalam masyarakat atau terkenal. Bisa jadi seorang artis, politikus, pemerintah, dan lainnya.

5. Ada Maksud Tertentu

Masalah yang dibuat Anekdot umumnya adalah masalah yang sedang diperbincangkan oleh masyarakat. Masalah nya pun biasanya mengandung banyak kontra, misalnya, kecurangan pemilu (teks anekdot untuk KPU atau pihak tertentu). Tujuan membuat masalah tersebut menjadi Anekdot adalah untuk menyindir semua pelaku yang berhubungan dengan masalah tersebut.

6. Cerita Hampir Mirip dengan Dongeng

Umumnya, beberapa Anekdot akan dibuat seperti dongeng, namun ada pula yang dibuat seperti komik lucu. Semua jenis nya disesuaikan dengan kreativitas penulis atau pembuat Anekdot. Namun jika dilihat dari bentuknya, ia mirip seperti dongeng.

7. Adanya Penggabungan Karakter, Bisa Hewan dan Manusia

Mungkin Anda pernah menjumpai Anekdot dengan menggunakan gambar hewan tetapi percakapannya adalah manusia. Anekdot ini bisa jadi adalah sebuah cerita yang menggambarkan manusia yang seperti hewan atau hanya untuk sebutan saja. Seperti contohnya, gambar percakapan politikus yang cenderung menggunakan karakter tikus dalam percakapannya.

Fungsi Teks Anekdot

Anekdot yang dibuat oleh banyak orang sebenarnya memiliki fungsi tertentu. Artinya, mereka tidak serta merta membuat suatu karangan tanpa adanya alasan yang mengikutinya. Fungsi Teks Anekdot sendiri dibagi menjadi dua macam, yaitu anekdot primer dan anekdot sekunder.

Baca Juga: pengertian data

1. Primer

Anekdot primer berfungsi untuk media yang digunakan untuk mengekspresikan ketidakpuasan, kemarahan, dan kejengkelan seseorang.

2. Sekunder

Sedangkan, untuk fungsi sekunder nya adalah menghibur pembaca, analogi, menarik perhatian pembaca, dan lainnya. Sedangkan tujuan dari Anekdot sendiri dibagi menjadi tiga macam. Pertama, untuk mengutarakan kritikan tidak langsung dengan cara menyindir sesuatu yang ada di publik seperti politik, sosial, dan lingkungan.

Kedua, Membuat pembaca tergelitik untuk tertawa terhadap lelucon yang dibuat. Ketiga, mengungkapkan kebenaran umum atau menggambarkan sifat seseorang atau kelompok tertentu terhadap suatu kejadian.

Struktur Teks Anekdot

Seperti halnya karangan lain di materi Bahasa Indonesia, Anekdot juga memiliki struktur sendiri. Struktur-struktur itu dibuat atas maksud tertentu. Tujuannya adalah untuk membuatnya lebih rapi dan terstruktur. Ada lima struktur yang dapat diikuti untuk membuat cerita anekdot. Bagaimana caranya? Simak dengan seksama pembahasan di bawah ini mengenai struktur teks Anekdot.

1. Abstrak

Struktur anekdot pertama yang perlu diperhatikan adalah membuat abstrak. Apa itu abstrak? Jika dalam karangan skripsi, abstrak dianggap sebagai pendahuluan atau pengantar daripada sebuah topik.

Sebenarnya, hal ini juga tidak jauh berbeda dengan teks Anekdot. Abstrak di sini berupa paragraf pembuka yang berisi gambaran umum dari cerita atau percakapan dengan tujuan agar pembaca bisa membayangkan isinya.

2. Orientasi

Struktur kedua dari teks anekdot adalah Orientasi. Setelah memberikan gambaran umum terhadap suatu topik cerita, selanjutnya tugas Anda adalah membuat teks orientasinya. Teks orientasi ini berisi paragraf yang menerangkan tentang alasan terjadinya suatu peristiwa utama. Apakah yang melatarbelakangi suatu peristiwa itu hingga ia terkenal atau booming?

3. Krisis

Selanjutnya adalah paragraf krisis yang merupakan paragraf ketiga dari Anekdot. Di dalam krisis ini, penulis biasanya akan menerangkan pokok masalah atau inti masalah yang cukup menarik untuk dibahas. Artinya, masalah tersebut bukanlah masalah biasa karena ia mampu menggelitik orang lain untuk berpendapat. Itu mengapa, jika Anda membacanya, Anda akan menemukan suatu masalah yang unik dan tidak biasa.

4. Reaksi

Setelah kreasi ada sebutan reaksi. Keduanya saling berhubungan satu sama lain. Jika krisis adalah penjelasan tentang pokok masalahnya, reaksi adalah pemecahnya. Artinya, teks ini dibuat untuk menyelesaikan masalah pokok dari suatu cerita. Sama halnya dengan struktur krisis, struktur reaksi juga memiliki cara yang unik untuk penyelesaiannya.

5. Koda

Jika pada drama, akhir cerita disebut dengan ending, maka di anekdot, kita akan menyebutnya sebagai Koda. Koda adalah suatu bagian dalam cerita yang terletak di akhir cerita yang mana berfungsi sebagai penutup.

Kaidah Teks Anekdot

Seperti yang diketahui teks ini sendiri memiliki kaidah kebahasaan yang seringkali digunakan. Penggunaan kaidah dalam teks anekdot sendiri disusun agar kalimatnya menjadi lebih utuh dan sempurna. Untuk lebih jelasnya, langsung saja berikut beberapa kaidah yang bisa digunakan dalam penyusunan teks anekdot. Berikut penjelasannya.

1. Menggunakan Waktu Lampau

Kaidah teks ankedot yang sering digunakan adalah anekdot yang dibuat dengan menggunakan waktu lampau. Umumnya cerita-cerita yang tertuang dalam sebuah teks anekdot dimulai dengan kata sejak, dulu, kemarin, konon, suatu hari dan lain sebagainya. Contoh penggunaan teks anekdot yang menggunakan waktu lampau yaitu pada suatu hari, di sebuah desa kecil yang bernama suka makmur.

Baca Juga: pengertian belajar

2. Menggunakan Pernyataan Retorik

Selanjutnya teks anekdot ini dibuat dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan retorik. Maksud pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang sama sekali tidak membutuhkan jawaban. Dengan pertanyaan retorik, biasanya kesan lucu dalam sebuah teks anekdot dapat terasa. Berikut ini beberapa contoh teks anekdot dengan menggunakan pertanyaan retorik yaitu:

  1. Bukankah demikian
  2. Mengapa jadi begini
  3. Menangiskah ia?

3. Menggunakan Kata Sambung/Konjungsi

Seperti yang diketahui bahwa sebuah teks anekdot tidak terlepas dari kata sambung atau konjungsi. Sesuai dengan fungsinya, konjungsi sendiri merupakan sebuah kata yang digunakan untuk menghubungkan kata-kata, frase-frase, kalimat-kalimat, kata dan frase. Selain itu konjungsi juga digunakan untuk menghubungkan frasa dan kalimat serta kalimat dan paragraf.

Perlu diketahui bahwa tanpa adanya kata sambung atau konjungsi tersebut antara paragraf dengan paragraf tidak dapat tersusun secara sistematis. Berikut ini beberapa contoh teks anekdot dengan menggunakan kata sambung atau konjungsi.

  1. Akhirnya
  2. Ketika
  3. Dengan
  4. dan lain sebagainya

4. Menggunakan Kata Kerja

Kaidah kebahasaan pada teks anekdot selanjutnya yaitu menggunakan kata kerja atau biasa disebut dengan istilah verba. Tujuan kaidah satu ini dalam teks anekdot yaitu dimaksudkan agar segala aktivitas atau kegiatan yang disusun dapat terlihat dengan jelas. Berikut contoh-contoh teks anekdot yang menggunakan kata kerja, antara lain:

  1. Duduk
  2. Minum
  3. Makan
  4. Naik
  5. Antar
  6. Dan lain sebagainya

5. Menggunakan Kalimat Perintah

Satu lagi kaidah kebahasaan dalam teks anekdot yang sering dipakai yaitu menggunakan kalimat perintah. Salah satu tujuan pemakainya yaitu agar memudahkan dalam memahami struktur kalimatnya. Untuk membuat contoh teks anekdot dalam kaidah sangatlah mudah. Misalnya “Nak tolong belikan susu di toko”.

Contoh Teks Anekdot

Berikut ini kami berikan beberapa contoh text anekdot:

1. Direktur dan Pengamen

Suatu hari, ada seorang direktur bertemu dengan seorang pengamen jalanan. Lalu, terjadilah percakapan alot di antara keduanya.

Direktur          : “Mas, abis ngamen pasti capek, ya?” Tanya direktur.

Pengamen       : (Menjawab dengan nada datar), “Biasa saja Pak, bahkan saya sudah kenyang gara-gara makan tiga kali”

Direktur          : (Kaget mendengar jawaban pengamen)

Pengamen       : (meneruskan) “Tadi saya juga baru saja makan, dengan keluarga besar di restoran cepat saji di sana tuh”

Direktur          : (penasaran, lalu bertanya) “Memang gaji masnya berapa ya per bulannya?”

Pengamen       : (Menjawab pertanyaan itu dengan detail, ia menyebutkan bahwa gaji per bulannya sebesar 25 juta) “Cuma 25 juta kok Pak..”

Direktur          : Eh..

Mendengar itu direktur pun terheran-heran, bagaimana bisa? Padahal dia saja yang lulusan S2, hanya mendapatkan gaji sebesar 8 juta per bulannya.

Baca Juga: pengertian deskripsi

2. Sihir Penghapus

Mama dan meme sedang duduk berpasangan dan sedang fokus mengerjakan soal ujian. Seperti biasanya, Mama tidak membawa penghapus nya karena selalu hilang (menyangkal).

Mama : Me, boleh pinjem penghapusnya?

Meme : Hmm aku aja baru beli ini. Terus penghapus yang kamu pinjam kemarin kamu taruh mana?

Mama : Hmmm… Kan kemarin penghapusnya dipinjam Sari.

Meme : Ya itu kan tanggung jawab kamu. Kan kamu yang pinjem pertama.

Mama terdiam tanpa kata, ya memang dia yang salah karena lupa memintanya ke Sari. Beberapa menit kemudian, ujian selesai. Mereka pun pergi ke kantin sekolah untuk membeli makan.

Momo : Meme, kemarin katanya kamu mau belajar sulap ya, mana?

Meme : Gak deh, aku pengen belajar ke Mama aja, ya kan ma?

Mama : Eh… emang kapan aku bisa sulap? Aku mah gak bisa.

Meme : Siapa bilang.. Jangan bohong.. Buktinya setiap hari kamu udah sihir penghapus ku jadi menghilang kan?

Mama dan Momo diam merasa malu.

Mama : Iya-iya Me… Besok ku ganti penghapus mu!!!!

3. Tukang Roti dan Pembeli

Di pagi yang masih segar itu, tukang roti berkeliling kampung membunyikan bel khasnya. Beberapa saat kemudian, ada anak kecil yang memanggil-manggil tukang roti tersebut.

Pembeli : Bapak jual roti apa aja?

Penjual : Banyak dek, bisa langsung pilih yang adek suka.

Anak kecil itu pun menunjuk sebuah roti yang ada di dalam etalase. Dengan telaten, penjual menerangkan semua roti yang ia jual.

Penjual : Ada roti rasa mangga, duren, daging, cokelat, dan masih banyak lagi.

Pembeli : Loh Bapak ini gimana sih, jualan roti kok yang disebutin buah-buahan. Bapak gak serius jualan ya? Coba aku mau roti yang beneran roti.

Penjual : Loh ini semua roti dek.. Cuma rasanya saja yang buah-buahan.

Pembeli : Ih bapak nih bercanda ya? Mana mungkin ada roti kayak gitu. Roti sama buah itu beda lho Pak!

Penjual : Serah dah!!! Yaudah Bapak gak jadi jual roti ke kamu dek!

Demikian pembahasan lengkap seputar teks Anekdot mulai dari definisi, ciri-ciri, tujuan, hingga contohnya. Semoga pembahasan di atas dapat dipahami dengan baik! Setelah membacanya, Anda bisa mencoba membuat Anekdot versi Anda sendiri. Semoga berhasil!

Cari Artikel di Sini