Pengertian Ideologi Sosialisme, Sejarah, Ciri-Ciri, Kelebihan & Kekurangan

3 min read

Dalam paham sosialisme ini sangat menjunjung adanya pemerataan kemakmuran dan penghapusan kemiskinan. Oleh karen itu, sosialisme menentang adanya kesenjangan sosial, baik karena adanya sistem feodalisme mapuan yang tercipta akibat adanya persaingan bebas.

Paham ini berhubungan dengan hakikat manusia yang bukan hanya sekedar untuk mendapatkan kebebasan, tetapi kita sebagai manusia mempunyai kewajiban untuk saling tolong-menolong.

Pengertian Ideologi Sosial/Sosialisme

Istilah ideologi berasal dari kata ‘idea’ (Inggris) yang berarti gagasan, ide, pengertian dasar,cita-cita, dan konsep. Dan kata ‘logo’ yang dalam bahasa Yunani logos artinya ilmu atau pengetahuan.

Baca juga : Pengertian Ideologi Liberalisme, Sosialisme, Komunisme, Fasisme, Fundamentalisme

Ideologi merupakan himpunan ide dasar, gagasan, buah pikiran, kepercayaan, dan keyakinan yang bersifat sistematis yang menjadi arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.

Sosialisme berasal dari dari kata socius yang artinya masyarakat. Sosialisme adalah paham yang dibentuk dengan tujuan untuk memakmurkan masyarakat yang kolektif dan produktif dengan membatasi milik perseorangan. Ada berapa pandangan menurut ahli tentang sosialisme, antara lain:

  • Gerald Braunthal, mendefinisikan sosialisme merupakan sutau teori ekonomi dan politik yang menekankan pentingnya peranan komusial dan pemerintah dalam menguasai alat-alat produksi dan distribusi barang.
  • Teuku May Rudy, menyatakan bahwa sosialisme merupakan paham yang mementingkan kepentingan bersama dari pada kepentingan individualis.
  • Sutan Syahrir dalam Anwar, mendefinisikan sosialisme adalah suatu gerakan yang digunakan untuk mencari keadilan di dalam sebuah tatanan kemasyarakatan.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa ideologi sosial/Sosialisme merupakan sebuah ideologi yang mengutamakan kepentingan bersama dalam persamaan serta kesamaan dalam menjalani kehidupan demi terwujudnya kerukunan dan kemakmuran rakyat. Persamaan sosialis ialah konsekuensi logis dari keprihatinan terhadap suatu kemiskinan.

Sejarah Terbentuknya Ideologi Sosial/Sosialsme

Ideologi ini muncul sebagai reaksi adanya faham liberalis ekonomis dan kapitalis modern pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 masehi di Eropa.

Paham sosialis muncul setelah terjadinya revolusi industri di Inggris yang telah menyebabkan terjadinya ketimpangan antara golongan borjuis (majikan) dengan golongan proleter (buruh).

Baca juga : Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Indonesia, Peran & Fungsinya

Golongan borjuis telah menguasai alat produksi karena penguasaan modal tertimbun kepada mereka. Golongan mereka telah mendapatkan keuntungan yang sangat besar menyebabkan mereka berada pada taraf kehidupan yang tinggi.
Di sisi lain telah terjadi ketimpangan dimana golongan buruh dengan gaji rendah yang menyebabkan mereka semakin miskin sehingga tnggal di tempat kumuh.


Dari waktu ke waktu kesenjangan ini sosial dan ekonomi ini semakin terlihat, dan itu menyebabkan sifat individualisme mereka tumbuh. Kesengsaraan kaum buruh akibat penindasan ini menimbulkan pemikiran para cendekiawan untuk merubah kesejangan ini.

Oleh karena itu, muncul gerakan yang dinamakan dengan Revolusi Sosial. Beberapa tokoh yang sangat gigih dalam memperjuangan perkembangan paham sosialisme ini antara lain: Karl Marx (1818-1883) sebagai pelopor utama gagasan “sosialisme ilmiah”, Frederich Engels (1820-1895), C.H. Saint Simon (1760-1825), F.M. Charles Fourier (1772-1837), Etinne Cabet (1788-1856), Wilhelm Weiling (1808-1871) dan Louis Bland (1811-1882).

Pengaruh ideologi sosialisme sampai mencakup ranah internnasional. Tidak hanya negara barat, seperti negara di Eropa barat laut dan tengah (Inggris dan Skandinavia), Amerika Utara, Australia, dan Selandia baru. Tetapai juga berkembang di negara lain, seperti Rusia, Cina, Cekoslovakia, Hongaria, Bulgaria, Polandia, Jerman Timur, Rumania, Yugoslavia, Albania dan kuba.

Baca juga : Pengertian Ideologi Liberalisme, Sejarah, Kelebihan dan Ciri-Cirinya

Untuk negara berkembang, paham sosialisme ini dianut oleh negara seperti: India, Afrika, Israel, Uruguay, Mesir, Aljazair, dan Birma. Sementara itu, di masa pascakemerdekaan, negara-negara Islam yang memakai paham ni adalah Mesir, Irak, Syiriah, Palestina, Yordania, Tunisia, dll. Tetapi setelah usainya perang dingin , maka paham ini banyak ditinggalkan dan mengalami modifikasi.

Ciri-Ciri Ideologi Sosial/Sosialisme

Dalam ideologi soaial/soaialisme ekonomi bersifat kolektif yang dapat membawa keadilan bagi seluruh masyarakat untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Adapun ciri-ciri ideologi sosialisme, antara lain:

  1. Paham sosialisme tidak mengenal adanya kelas antara yang kaya maupuan yang miskin, sehingga tidak ada yang disebut majikan maupun buruh karena semua memiliki kesamaan dalam hak.
  2. Menciptakan masyarakat yang dapat saling bekerja sama dan memupuk solidaritas dengan hak-hak yang sama.
  3. Hak kepemilikan atas alat-alat produksi milik pribadi akan diakui secara terbatas.
  4. Sosialisme memiliki prinsip-prinsip kesederajatan dan pemerataan bagi rakyat.
  5. Dalam hal keagamaan, paham sosialisme terpengaruh oleh pemikiran ajaran agaman bahwa manusia itu wajib tolong menolong antar sesama.
  6. Untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dilakukan dengan cara damai dan demokratis.
  7. Dalam hal politik, paham ini beranggapan bahwa adanya negara sangat diperlukan untuk membina dan mengkoordinir kebersamaan masyarakat.
  8. Menolak kapitalisme dan menghapuskannya dengan cara kaum buruh bersatu untuk memperjuangkannya.
  9. Menolak kebebasan penuh karena cenderung berpihak kepada kepentinga hak milik.

Kelamahan Dan Kelebihan Ideologi Sosial/Sosialisme

Setiap ideologi memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, dalam kesempatan kali ini akan dijelaskan kelebihan dan kekurangan dari ideologi sosialisme, antara lain:

1. Kelebihan ideologi sosialisme

Untuk kelebihan dari ideologi sosialisme yang perlu kita ketahui adalah sebagai berikut:

  1. Rasa solidaritas dan kebersamaan dalam gotong royong yang sangat tinggi antar rakyat.
  2. Adanya pemerataan sosial, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara yang kaya dan miskin(budak dan majikan).
  3. Dalam menyelesaikan setiap masalah dengan cara demokratis.
  4. Dalam paham ini, adanya keinginan menciptakan masyarakat sosialis dengan kejernihan dan kejelasan argumen bukan dengan cara-cara kekerasan dan revolusi.

2. Kekurangan ideologi sosialisme

Untuk kekurangan dari ideologi sosialisme yang perlu kita ketahui antara lain:

  1. Setiap individu sulit untuk mengembangkan diri karena paham ini mementingkan kebersamaan dan gotong royong, sehingga tidak ada waktu untuk setiap individu untuk berkembang.
  2. Dengan adanya solidaritas yang tinggi tersebut, terkadang hak asasi manusia diabaikan demi kepentingan bersama.
  3. Dengan kita mengunakan paham sosialis ini, maka negara akan menyia-nyiakan potensi anak bangsa dan tidak memanfaatkan kapabilitas mereka demi meningkatkan hasil produksi dan peningkatan hasil devisa negara.

Dari penjelasan di atas mengenai pengertian dan ciri-ciri sosialisme yang perlu kita ketahui, dimana membahas pengertian, ciri-ciri, dan hal-hal lain yang berhubung dengan ideologi sosialisme. Jika ada pertanyaan atau masukan silahkan komen dibawah ya.

Originally posted 2018-05-29 07:17:44.


One Reply to “Pengertian Ideologi Sosialisme, Sejarah, Ciri-Ciri, Kelebihan & Kekurangan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *