Jenis-Jenis Dasar Negara – Adanya berbagai macam-macam dasar negara yang digunakan negara sebagai pandangan dan landasan dalam mengatur suatu negara tersebut. Paham ini ada lima macam, yaitu: ideologi liberalisme, ideologi komunisme, ideologi sosiolisme, idelogi fasisme, dan ideologi fundamentalisme.

Dimana setiap idelogi ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan penentuan jenis ideologi negara ditentukan oleh kondisi, situasi, serta keputusan masing-masing negara tersebut.

Dalam pembahasan kali ini, penulis akan merangkum dari penulisan sebelumnya yaitu tentang masing-masng ideologi,sekarang akan ditulis secara ringkasan, sebagai berikut:

Pengertian Ideologi Liberalisme

Dasar negara liberalisme merupakan paham yang menganut adanya kebebasan individu baik dalam hal ekonomi, sosial, agama dan budaya. Jadi liberalisme sangat menjunjung kepentingan individu dari pada kepentingan golongan atau kelompok.

Baca Juga : Pengertian Dasar Negara (Ideologi), Fungsi dan Hubungannya dengan Konstitusi

Ideologi ini muncul pada abad ke-18 karena adanya revolusi di Perancis yang menuntut penghapusan golongan istimewa, karena pada abad itu di negara ini ada dua golongan, yaitu golongan istimewa dan golongan tanpa hak.

Golongan tanpa memperjuangkan hak mereka dengan ingin menghapuskan golongan istimewa,karena mereka merasa tertindas dengan adanya pemisahan penggolongan ini. Kemudia pada tahun 1789 terjadi Revolusi Perancis dan pada tahun 1870 paham liberalisme ini baru digunakan di negara Perancis.

Dari paham ini memiliki dua sisi yaitu sisi baik dan sisi buruk, dimana sisi baiknya adalah membuat masyarakat lebih inovatif karena dalam ideologi ini tidak ada batasan individu untuk mengembangkan kemampuan mereka, dalam sisi buruknya adalah memunculkan kesenjangan individu karena masyarakat yang kaya dan pandai akan mampu menguasai negara dari pada rakyat yang tidak memiliki kekayaan dan kepandaian, jadi memunculkan adanya golongan budak dan golongan majikan.

Pengertian Ideologi Sosialisme

Dasar negara sosialisme merupakan sebuah paham yang lebih mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan individu,  dengan mengedepakan kesamaan serta persamaan untuk mencapai tujuan yaitu untuk memajukan kesejahteraan dan kemakmuran masrayakat secara bersama.

Baca Juga : Pengertian Ideologi Fasisme dan Ciri-Cirinya

Munculnya ideologi ini berawal dari dari adanya kesenjangan dari adanya ideologi liberalis yaitu yang mengutamakan kepentingan individu yang menyebabkan adanya kelompok majikan dan budak.

Adanya ideologi ini yaitu ingin menghapus kesenjangan tersebut, paham ini muncuk sekitar pada abad ke-19 setelah Revolusi Inggris. Para tokoh yang mempelopori perjuangan tersebut antara lain adalah Karl Marx, C.H. Saint Simon, F.M. Charles Fourier, Etinne Cabet, Wilhelm Weiling dan Louis Bland.

Paham ini membawa dampak dan dampak negatif, dari dampak positif antara lain adalah dalam masyarakat tidak lagi terjadi ketimpangan antara yang kaya dan miskin, karena adanya penyamarataan sosial serta dalam masyarakat sudah memiliki rasa solidaritas yang tinggi.

Dampak negatif dari adanya paham ini adalah masyarakat yang menganut paham ini kurang berkembang dan tidak bisa berinovasi, karena adanya penyamarataan hak yang menyebabkan potensi anak-anak bangsa tidak dimanfaatkan dengan baik serta paham ini terkadang kurang memperhatikan masalah hak asasimanusia, karena adanya rasa solidaritas yang tinggi dalam masyarakat tersebut.

Pengertian Ideologi Komunisme

Dasar negara komunisme merupakan paham yang lebih mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi maupun golongan atau kelompok.

Ideologi ini menganut bahwa alat-alat produksi baik itu berupa tanah, modal, serta tenaga kerja adalah milik bersama, karena dalam paham ini tidak mengenal adanya kelas atau kasta dalam masyarakat.

Dalam ideologi ini memiliki beberapa niali yang terkandung didalamnya, antara lain:

  • Monoisme, merupakan sebuah asas yang melawan adanya penggolongan dalam masyarakat (kasta).
  • Kekersan yang digunakan untuk mencapai sebuah ujuan.
  • Alat produksi dibawah kekuasaan negara serta hak miliki individu tdak diakui.
  • Negara bebas dalam mengatur masyarakat serta tidak diperkenankan memiliki agama (atheis).

Pengertian Ideologi Fasisme

Dasar negara fasisme merupakan paham yang memiliki asas bahwa seorang pemimpin itu memiliki kekuasaan sepenuhnya terhadap rakyatnya, agar semua masyarakat bisa seragam, tetapi paham ini pemimpin sangat diktator dalam mengatur rakyatnya sehingga membuat rakyat dalam rasa ketakutan.

Baca Juga : 6 Fungsi Pokok Dasar Negara

Namun, disisi lain ideologi ini memiliki kelebihan yang salah satunya adalah negara yang menggunakan ideologi ini akan cepat dalam menentukan keputusan, serta masyarakatnya memiliki kedisiplinan yang tinggi. Untuk kelemahannya adalah tidak adanya keleluasaan individu untuk menentukan tujuannya dan pemeritah menggunakan kekerasan dalam mangatur pemerintahan.

Pengertian Ideologi Fundamentalisme

Dasar negara fundamentalisme merupakan paham yang menggunakan keyakinan mereka sebagai landasan ideologi mereka, jadi ideologi ini berkeinginan mengembalikan landasan negara kepada agama dan kitab suci sebagai perisainya. Beberapa negara yang masih menggunakan ideologi fundamentalisme antara lain: Roma, Jepang, israel, India, Tibet, Arab Saudi, dan China.

Ideologi ini memiliki ciri khas dalam menjalankannya antara lain adalah adanya keinginan untuk mengembalikan agama seperti sedia kala sebelum tercampur dengan ajaran ideologi-ideologi lain yang dianggap telah mencemari ajaran agama.

Originally posted 2018-05-30 09:20:47.