Pengertian Ideologi Liberalisme, Sejarah, Kelebihan dan Ciri-Cirinya

Baru-baru ini terdengar sangat sering sekali masyarakat indonesia membicarakan tentang liberlisme. Namun, apakah kita tahu arti dari liberalisme tersebut? Jika belum, maka kita perlu membahasnya dari dasarnya terlebih dahulu.

Pengertian Ideologi Liberal/Liberalisme Menurut Ahli

Ideologi secara bahasa berasal dari dua kata yaitu, ideo yang berarti gagasan dan logie yang berarti logika dan rasio. Ideolog adalah ilmu yang membahas tentang asal usul dan hakikat ide atau gagasan. Secara bahasa ideologi menurut para ahli antara lain:

  • Karl Marx, ideologi adalah suatu alat yang digunakan untuk mencapai kesejahteraan bersama dalam masyarakat dengan tujuan untuk menyetarakan antar mereka.
  • Thomas H., ideologi adalah suatu gagasan yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk melindungi dan mempertahanka kekuasaannya agar dapat mengatur rakyatnya dengan baik.
  • Moh. A. Safaudin, ideologi adalah keseluruhan pemikiran yang melalui proses berfikir manusia untuk menentukan aturan-aturan dalam kehidupan dalam mencapai keadilan, kesetaraan dan kesejahteraan bersama.

Dari pengertian menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa ideologi adalah sebuah pemikiran manusia hukum dan aturan yang ada dalam suatu negara yang digunakan pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya sehingga dapat tercapai keadilan, kesetaraan dan kesejahteraan masyarakat.

Kata “liberal” berasal dari kata bahasa Latin yaitu “liber” yang berarti bebas/bukan budak. Dengan berkembangnya zaman, kata liberal dalam kehidupan sehari-hari dapat diartikan berpikiran terbuka, murah hati, atau bebas dari pengekangan dan prasangka.

Baca juga : Pengertian Ideologi Liberalisme, Sosialisme, Komunisme, Fasisme, Fundamentalisme

Ideologi liberal atau liberalisme merupakan salah satu jenis paham atau ideologi yang menjunjung kebebasan, dan mengakui hak-hak individual baik dalam bidang politik, agama, sosial, ekonomi maupun kebudayaan yang dilindungi oleh campur tangan negara serta badan-badan yang lain.

Paham ini mempunyai pandangan bahwa manusia sebagai makhluk bebas serta rasional dimana dalam membentuk pemerintahan harus berdasarkan pada persetujuan masyarakat. Orang-orang yang menganut ideologi ini disebut liberalis

Sejarah ideologi liberal/liberalisme

Cerita singkat tentang berdirinya paham liberal berawal dari peristiwa revolusi Perancis pada abad ke-18. Pada masa ini terjadinya protes terhadap kesenjangan di negara Perancis sejak dahulu sampai menjadi warisan sejarah.


Dahulu di Perancis terdapat pemisahan golongan, yaitu golongan berhak istimewa dan golongan tanpa hak. Dimana golongan berhak istimewa berasal dari keluarga kerajaan dan pemuka agama dan golongan ini dapat menguasai segalanya.

Baca juga : Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Indonesia, Peran & Fungsinya

Sedangkan golongan tanpa hak ini tidak memiliki hak apapun, golongan ini berasal dari rakyat Perancis baik yang kaya maupun yang miskin, dimana mereka harus patuh terhadap golongan hak istimewa.

Karena merasa tidak ada keadilan diantara mereka dan golongan hak istimewa dinilai terlalu ikut campu dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan agama. Maka golongan tanpa hak memperjuangkan keadilan dan kebebasan mereka serta menuntut keadilan.

Puncak Revolusi Perancis terjadi pada tahun 1789 dan Perancis baru benar-benar menggunakan paham liberal pada tahun 1870. Gerakan mewujudkan liberalisme membutuhkan waktu yang panjang, kemudian setelah itu liberalisme menyebar luas ke negara Eropa lainnya. Orang-orang yang mengadakan gerakan ini kemudian disebut golongan liberal.

Kelebihan dan kekurangan ideologi liberalisme

Dalam sebuah ideologi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan baik itu dalam liberalisme, sosialisme, komunisme, fasisme, dan fundamentalisme. Dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai kelebihan dan kekurangan dari liberalisme antara lain:

Kelebihan ideologi liberal:

  1. Mendorong masyarakat untuk terus berkembang dan berkretivitas, sebab tidak adanya batasan antar individu.
  2. Setiap manusia memiliki hak yang sama, baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi, agama maupun budaya
  3. Adanya persaingan antar individu, sehingga individu tersebut dapat berkembanga dengan baik dan dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi.
  4. Tidak adanya paksaan dalam memilih atau mengikuti partai politik yang ada di negara tersebut.
  5. Dalam bidang ekonomi sangat maju, karena di negara yang menganut ideologi liberalisme ini mengedepankan untuk mencari sebuah keuntungan.

Kekurangan ideologi liberal:

  1. Seorang individu yang memiliki modal lebih banyak cenderung menguasai negara, maka dari itu akan berakibat adanya kesenjangan antara yang miskin dan kaya. Dalam arti lain, yang kaya semakin kaya, yang miskin akan semakin miskin.
  2. Memunculkan adanya kelompok masyarakat yang menganggap dirinya lebih tinggi dari kelompok lainnya.
  3. Adanya pers yang dilakukan oleh pihak swasta, yang menyebabkan pemerintahan sulit untuk melakukan pembatasan dan pengontrolan. Dimana pers sebagai media masa dan media komunikasi yang sangat efektif untuk medukung misi dan kepentigan mereka.
  4. Pemerintah sulit dalam melakukan pemerataan pendapatan, dikarenakan adanya persaingan yang bersifat bebas. Sehingga akan menyebabkan orang yang memiliki modal akan memiliki pendapatan yang besar dan golongan pekerja hanya memiliki pendapatan kecil.
  5. Adanya monopili yang dilakukan oleh orang kaya terhadap orang kecil atau miskin yang dapat merugikan masyarakat kecil

Ciri-ciri ideologi liberal/liberalisme

Pada masa kini, liberalisme dianggap dapat tumbuh dalam sistem pemerintahan demokrasi, karena dalam sistem demokrasi juga mementingkan kebebasa individu walaupun kebebasan tersebut tidak seperti liberalisme. Liberalisme memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Adanya beberapa kewajiban dan hak yang bersifat mutlak dan tidak bisa dilanggar oleh kekuasaan apapun.
  2. Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual yang meliputi kebebasan berbicara, kebebasan beragama, dan kebebasan pers.
  3. Pemerintah hanya dapat mengatur sebagian kehidupan masyarakat, sehingga masyarakat dapat belajar banyak membuat keputusan dalam kehidupan masing-masing.
  4. Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk, sehingga dalam paham ini tidak boleh adanya perbudakan.
  5. Negara dikatakan sejahtera apabila semua masyarakat atau sebagian besar masyarakatnya merasa berbahagia.

Demikian pembahaan artikel tentang pengertian liberalisme dan ciri-cirinya, jika masih ada pertanyaan dan keluhan silahkan komen dibawah ini.

Originally posted 2018-05-27 04:02:07.

Leave a Comment