Contoh Teks Cerita Sejarah

Sudah tahu bagaimana contoh teks cerita sejarah yang benar? Dalam pembelajaran di sekolah, tentunya kita tidak asing dengan materi teks cerita sejarah. Terlebih jika kita bersekolah di sekolah yang telah menggunakan kurikulum 2013 (K13) dalam kegiatan pembelajaran di kelas 12.

Untuk itu, sebelum sampai pada pembelajaran ini, sebaiknya kamu mempelajari terlebih dahulu mengenai teks cerita sejarah.

Mulai dari pengertian, kaidah, struktur, ciri-ciri, hingga contoh teks cerita sejarah. Dalam menulis teks sejarah, kita harus melalui beberapa tahapan.

Yaitu, menentukan topik sejarah, merumuskan kerangka teks, mencari data-data penunjang, dan merangkainya menjadi sebuah teks yang utuh.

Pengertian Teks Cerita Sejarah

pengertian teks cerita sejarah
gambar: onareferensi.com

Teks cerita sejarah diartikan sebagai teks yang di dalamnya menjelaskan atau menceritakan suatu atau beberapa fakta dan kejadian yang terjadi di masa lalu.

Teks sejarah juga dianggap melatarbelakangi terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah di masa sekarang.

Selain itu, teks cerita sejarah juga bisa didefinisikan sebagai teks cerita yang dibuat berdasarkan catatan-catatan peristiwa di masa lampau.

Kemudian dikembangkan berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan melalui penelitian. Selanjutnya catatan peristiwa tersebut nantinya akan menjadi teks kenyataan sejarah.

Struktur Teks Cerita Sejarah

struktur teks cerita sejarah
gambar: RomaDecade

Teks cerita sejarah yang baik dan lengkap, setidaknya harus memiliki tiga struktur, yaitu:

1. Orientasi

Bagian pertama dari teks sejarah adalah orientasi. Orientasi biasa juga disebut sebagai bagian pengenalan. Pada bagian ini terdapat pengenalan atau pembukaan dari teks sejarah. Biasanya berisi penjelasan singkat mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang diceritakan.

2. Urutan Peristiwa atau Insiden

Bagian kedua dari teks sejarah adalah urutan peristiwa. Bagian ini berisi rekaman peristiwa sejarah yang terjadi dan disampaikan sesuai urutan kejadian atau waktu sejak awal kejadian sampai pada akhir kejadian tersebut.

Bagian urutan peristiwa merupakan bagian pokok dari teks cerita sejarah yang umumnya ditulis secara rinci dan detail agar para pembaca bisa lebih memahami hal apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalu.

3. Reorientasi

Yang terakhir dari teks cerita sejarah adalah bagian orientasi. Bagian ini berisi mengenai pendapat pribadi dari penulis teks sejarah mengenai kejadian yang ditulisnya.

Tetapi, dalam beberapa teks sejarah ada yang tidak menambahkan bagian ini. Hal ini tidak salah, karena bagian reorientasi ini hanya sebagai opsi atau pilihan saja. Mau dimasukkan atau tidak, sesuai kehendak penulis.

Agar lebih memahami teks cerita sejarah, Anda bisa membaca beberapa contoh teks cerita sejarah berikut ini!

Contoh Teks Cerita Sejarah Fiksi

jenis teks cerita sejarah
gambar: BAABUN

Judul:


Indonesia Merdeka

Orientasi:

Namaku Sanusi, saat itu umurku masih sekitar 14 tahun. Tepat di tanggal 17 Agustus 1945, saat itu juga bertepatan dengan bulan Ramadhan, sehingga aku, ayah dan adikku keluar rumah tidak sarapan karena kami sedang menjalankan ibadah puasa. Kami keluar rumah pukul 09.00 pagi, namun tidak seperti biasanya jalan-jalan di sekitar rumahku sepi dari lalu lalang warga.

Urutan Peristiwa:

Sebenarnya aku merasa heran, namun aku diam saja dan terus berjalan mengikuti ayahku dan ternyata ayahku membawa aku dan adikku ke sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56. Dari jauh saja sudah terlihat bahwa di sekeliling rumah bercat putih dengan sebuah tiang bendera dari bambu itu sudah ramai dipenuhi banyak orang.

Melihat banyak orang berkumpul seperti itu tentu saja semakin menambah rasa penasaran dalam diriku. Ada banyak pemuda yang berbaris rapi, serta banyak pula tampaknya tamu undangan yang duduk dengan rapi di deretan kursi yang telah disediakan. Sementara itu, pada bagian luar rumah sudah berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan.

Hampir semua masyarakat yang berkumpul di sekitar rumah tersebut membawa bambu runcing, batu, sekop, parang, golok dan berbagai barang yang bisa dijadikan sebagai senjata. Segala benda yang dibawa oleh mereka seakan menggambarkan tekad mereka untuk berani mati demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Saat aku, ayah dan adikku semakin berjalan mendekat ke area rumah itu, semakin terdengar seruan masyarakat yang berteriak-teriak “Sekarang, Bung, Sekarang! Segera nyatakan sekarang”.

Masyarakat tampaknya memang sudah tidak sabar menunggu dan tentu saja seruan itu juga menunjukkan kekhawatiran mereka terhadap tentara Jepang. Mereka khawatir Jepang akan menghalangi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Tak seberapa lama kami menunggu, akhirnya dari dalam rumah tersebut keluar dua orang berkemeja putih. Salah satu di antara orang yang keluar itu membawa selembar kertas dan dengan tegas, beliau membacakan isi dari kertas yang berisi pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Reorientasi:

Mendengar teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu aku sangat terharu. Aku tidak menyangka di usiaku yang baru 14 tahun waktu itu, aku menyaksikan sebuah peristiwa besar dalam perjalanan Indonesia. Aku sangat bangga dapat menjadi bagian dari kemerdekaan bangsaku yang tercinta ini.

Aku berharap semoga rakyat Indonesia bisa terus bersatu seperti saat masa-masa perjuangan Indonesia melawan penjajah. Semoga satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia akan terus bertahan selamanya. Setelah Proklamasi dibacakan itu, aku, ayah dan adikku pulang dengan rasa bahagia dan bangga sebab Indonesia sudah merdeka.

Contoh lain:

Kaidah Kebahasaan

Selain memperhatikan struktur, kamu juga harus memperhatikan kaidah kebahasaan dalam teks cerita sejarah berikut ini!

1. Kata Ganti atau Pronomina

Kata ganti merupakan kata yang digunakan untuk menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung dan juga untuk menggantikan benda. Berikut ini macam-macam kata ganti:

  • Kata ganti orang pertama tunggal, misalnya: aku, saya, daku, beta, sahaya, diriku, dll.
  • Kata ganti orang pertama jamak, misalnya: kita dan kami.
  • Kata ganti orang kedua tunggal, misalnya: kamu, engkau, Anda, dirimu, dikau, dll.
  • Kata ganti orang kedua jamak, misalnya: kalian.
  • Kata ganti orang ketiga tunggal, misalnya: dia, dirinya, beliau, ia, -nya.
  • Kata ganti orang ketiga jamak, misalnya: mereka.

2. Frasa Adverbial

Frasa adverbial merupakan kata-kata yang menunjukkan suatu peristiwa atau kejadian. Meliputi tempat kejadian, waktu kejadian, dan informasi lainnya.

3. Verba Material

Verba atau kata kerja material merupakan kata yang berfungsi untuk menunjukkan suatu aktivitas yang dilakukan secara fisik. Misalnya berjalan, memakan, meminum, mendorong, melempar, membaca, dan lain sebagainya.

4. Konjungsi Temporal atau Kata Penghubung Waktu

Konjungsi temporal merupakan kata hubung yang menunjukkan waktu. Kata hubung ini berfungsi untuk menata urutan atau kronologis peristiwa yang diceritakan.

Umumnya, teks cerita sejarah hanya memanfaatkan konjungsi atau kata penghubung temporal. Contohnya konjungsi temporal adalah pertama, awalnya, kemudian, lalu, setelah, dan lain sebagainya.


Leave a Comment