Daftar Isi hide

Definisi Umum Perubahan Sosial

Perubahan sosial atau social change secara umum adalah suatu perubahan yang terjadi di masyarakat. Perubahan tersebut selalu berkaitan dengan pola pikir, nilai, norma sosial, dan berbagai perilaku manusia didalam masyarakat. Setiap individu dalam masyarakat akan mengalami sebuah perubahan secara terus-menerus. Hal ini terjadi karena setiap individu dan anggota dalam kelompok masyarakat memiliki pemikiran serta kemampuan yang berkembang dari waktu ke waktu.

Meskipun begitu, tingkat perubahan dalam suatu kelompok masyarakat yang satu dengan lainnya memiliki perbedaan tertentu. Ada kelompok yang mengalami perubahan dengan cepat, namun ada pula yang mengalami proses perubahan dengan sangat lambat.  Perbedaan tersebut bergantung dengan kesadaran, kebutuhan, dan tindakan dari masing-masing kelompok tersebut.

Definisi Perubahan Sosial Menurut Ahli

Ada banyak sosiolog atau pakar di bidang sosial yang memberikan definisi terkait perubahan sosial, antara lain:

1. Emile Durkheim

Pengertian perubahan sosial menurut Emile ialah faktor-faktor demografis serta ekologis yang memberikan perubahan pada kehidupan di masyarakat dari kondisi yang sebelumnya trandisional diikat oleh mekanisme solidaritas menuju kondisi masyarakat modern serta terikat dengan solidaritas organistik.

2. William F. Ogburn

Pengertian perubahan sosial menurut William Ogburn ialah perubahan yang terdiri dari unsur kebudayaan baik yang bersifat material atau non material yang memberikan pengaruh besar di setiap unsur-unsur material atau non material tersebut.

3. Selo Soemardjan

Pengertian perubahan sosial  menurut Selo Soemardjan adalah setiap perubahan di lembaga masyarakat di suatu masyarakat yang merubah nilai sikap, sosial serta pola perilaku antar kelompok masyarakat.

4. John Lewis Gillin dan John Phillip Gillin

Pengertian perubahan sosial menurut John Lewis Gillin dan John Phillip Gillin adalah variasi hidup yang bisa diterima karena terjadinya perubahan kondisi kebudayaan material, geografis, ideolog, komposisi penduduk, penemuan baru atau terjadinya difusi dalam masyarakat.

5. Mac Iver

Pengertian perubahan sosial atau social changes menurut Mac Iver ialah perubahan-perubahan di hubungan sosial (social relation) atau pada keseimbangan (ekuilbrium) hubungan sosial tersebut.

Teori Perubahan Sosial

Social change diakibatkan karena terjadinya perubahan keseimbangan pada suatu masyarakat yang dipengaruhi oleh beberapa unsur penting yang ada, seperti: biologis, geografis, ekonomi, dll. Ada banyak teori perubahan sosial yang berkembang sampai saat ini, antara lain:

1. Teori Konflik

Perubahan sosial menurut teori konflik karena adanya pertentangan yang terjadi di dalam suatu masyarakat. Teori konflik ini dipengaruhi oleh pemikiran Ralf Dahrendord serta Karl Marx. Konflik ini dimulai dari perselisihan antar kelompok yang merasa ditindas oleh penguasa sehingga menimbulkan sebuah perubahan. Berdasar teori ini, perubahan yang terjadi terus menerus selalu berdampingan dengan konflik sosial. Adapun point pentingnya antara lain:

  1. Semua masyarakat berada di titik konflik serta ketegangan.
  2. Semua masyarakat akan mengalami perubahan terus menerus.
  3. Semua elemen masyarakat menunjang terjadinya suatu perubahan.
  4. Kestabilan sosial dipengaruhi oleh tekanan antar kelompok masyarakat.

2. Teori Evolusi

Berdasarkan teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin serta dipengaruhi dari pemikiran miliki Herbert Spencer, proses dari perubahan ini bisa terwujud melalui proses waktu yang panjang secara perlahan dan harus melewati setiap step hingga ke titik perubahan tersebut.

3. Teori Siklus/ Siklis

Teori siklus ini dicetuskan oleh Arnold Toynbee dan Oswald Spenger. Menurut mereka dalam teori ini, setiap perubahan di dalam masyarakat tidak bisa dikendalikan secara penuh oleh siapapun karena adanya sebuah siklus yang harus dilakukan atau dipenuhi. Menurut mereka, proses social change ini seperti proses pada perkembangan manusia, dimulai dari anak, remaja, dewasa kemudian menjadi tua.

4. Teori Fungsional

Willliam Ogburn adalah orang yang memberikan ide mengenai teori fungsional ini, menurutnya kecepatan perubahan yang terjadi bisa  tidak sama meskipun elemen-elemen dalam masyarakat terhubungan satu dengan yang lain. Dalam teori fungsional ini, perubahan hanya yang bersifat baik, menguntungkan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bentuk Perubahan Sosial Budaya

Pembahasan ini bisa anda dapatkan melalui artikel perubahan sosial yang bisa anda dapatkan melalui berbagai media. Kemudian, bentuk perubahan sosial dapat terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan. Adapun bentuk-bentuk perubahan sosial tersebut adalah sebagai berikut:

1. Perubahan Struktural

Perubahan struktural merupakan sebuah perubahan mendasar yang terjadi di lapisan masyarakat. Perubahan ini dapat mempengaruhi kehidupan di dalam masyarakat secara keseluruhan. Salah satu contoh perubahan struktural adalah adanya perubahan sistem pemerintahan dari berbentuk monarki menjadi negara Republik.

2. Perubahan Besar dan Kecil

Bentuk-bentuk Perubahan sosial budaya yang selanjutnya adalah perubahan besar dan kecil. Bentuk perubahan yang satu ini juga akan menimbulkan dampak bagi masyarakat. Dalam perubahan besar, proses industrialisasi mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Sedangkan contoh perubahan kecil adalah perubahan gaya berpakaian di masyarakat karena adanya pengaruh dari luar.

3. Perubahan Cepat dan Lambat

Perubahan cepat merupakan salah satu bentuk materi perubahan sosialyang terjadi dengan sangat cepat, dan biasanya disebut dengan revolusi. Sedangkan untuk perubahan lambat merupakan sosial changeyang membutuhkan waktu lama untuk membentuknya.

4. Perubahan Yang dikehendaki dan Tidak Dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan sosial yang sudah direncanakan oleh anggota masyarakat. Sedangkan, perubahan yang tidak ditentukan adalah perubahan sosial yang terjadi di masyarakat tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu.

Sebenarnya, perubahan sosial yang terjadi di tengah  masyarakat saat ini sangat beragam. salah satu contoh paling mudah adalah perubahan cara manusia berkomunikasi jarak jauh. Jika pada zaman dahulu manusia berkomunikasi jarak jauh dengan menggunakan surat, telepon rumah dan sebagainya. saat ini kebanyakan masyarakat sudah menggunakan telepon genggam untuk berkomunikasi.

Ciri-ciri Perubahan Sosial

Perubahan sosial terjadi di berbagai lapisan masyarakat baik masyarakat tradisional maupun modern. Namun tidak berarti semua perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial. Namun sebuah perubahan sosial dapat dikatakan sebagai perubahan sosial sesuai dengan ciri-ciri berikut:

1. Terjadi dimana-mana

Perubahan sosial di dalam masyarakat dapat terjadi dimana saja, baik masyarakat kota hingga di pedesaan. meskipun begitu, perubahan yang terjadi dapat berbeda-beda antara tempat yang satu dengan yang lainnya. Dalam perbedaan ini, biasanya masyarakat tradisional lebih mengalami pola perubahan yang lambat. Sebaliknya, masyarakat modern atau di perkotaan biasanya akan mengalami perubahan yang cukp cepat.

2. Dilakukan dengan Sengaja

Ciri perubahan sosial selanjutnya adalah dilakukan dengan sengaja, namun tidak menutup kemungkinan pula bahwa perubahan sosial terjadi secara tidak sengaja. Sebagai salah satu contoh perubahan ini adalah produsen kendaraan bermotor.

Sebagai sebuah produsen bermotor, pastinya akan mengembangkan inovasi kendaraan agar dapat digunakan sebagai media transportasi yang lebih baik dan lebih cepat.  Meskipun begitu, kebanyakan masyarakat tidak membayangkan jika perubahan tersebut mempunyai dampak perubahan sosial yang lain.

3. Berkelanjutan

Sebuah perubahan sosial terjadi atau berlangsung secara berkelanjutan. Hal tersebut menjelaskan bahwa masyarakat akan selalu berubah baik dengan cara yang cepat maupun lambat. Perubahan sosial terjadi sebagai bentuk konsekuensi dasar dari sifat manusia yang sudah terlahir sebagai makhluk sosial.

4. Imitatif

Ciri perubahan sosial selanjutnya adalah imitatif. Maksudnya adalah perubahan yang terjadi di masyarakat terjadi dengan mengikuti masyarakat yang lain. Hal ini disebabkan karena setiap kelompok dalam masyarakat akan saling memiliki pengaruh.

Selain itu, antara kelompok masyarakat yang satu dengan lainnya tidak dapat saling memisahkan atau mengisolir diri. Contohnya adalah perubahan yang terjadi dalam bentuk gaya berbusana, potongan rambut, dan lain sebagainya.

5. Hubungan Kausalitas

Ciri perubahan sosial dalam bentuk ini dapat terjadi karena aspek material maupun immaterial dengan hubungan yang berupa timbal balik. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang ciri perubahan sosial dengan hubungan kausalitas.

Yang pertama adalah disorganisasi sementara yaitu perubahan yang terjadi secara cepat. Perubahan ini dapat menyebabkan disorganisasi atau kekacauan sementara. Terkadang perubahan juga menimbulkan kontroversi. Biasanya perubahan yang menyebabkan kontroversi adalah perubahan yang terjadi secara tiba-tiba. Dilihat dari penggolongan watak manusia, perubahan dapat dibagi menjadi proses sosial, perubahan struktur dan juga kelompok.

Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Meskipun semangat untuk menciptakan perubahan sosial dapat dikatakan cukup besar, namun tentunya proses ini juga memiliki penghambat. Cepatnya perubahan sosial yang terjadi tentunya diiringi dengan semangat masyarakat untuk berubah dan berkembang. Adapun faktor yang dapat menghambat terjadinya perubahan sosial adalah sebagai berikut:

1. Adanya Rasa Khawatir Terhadap Integrasi Masyarakat

Ada sebagian dari masyarakat yang takut dan khawatir terhadap terjadinya perubahan di masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat tersebut beranggapan bahwa perubahan dapat menggoyahkan integrasi dalam masyarakat. Selain itu, perubahan yang terjadi di lapisan masyarakat dinilai dapat mengganggu tatanan sosial yang sudah berlangsung.

Contoh faktor penghambat perubahan sosial ini adalah penggunaan traktor dalam mengolah lahan pertanian. Pada awalnya, penggunaan alat tersebut ditolak oleh masyarakat karena dianggap memudarkan asas gotong royong di antara petani. Namun seiring dengan perkembangan zaman, alat tersebut menjadi alat utama untuk membajak sawah.

2. Adat dan Kebiasaan

Setiap masyarakat, khususnya di Indonesia, tentu memiliki adat dan kebiasaan yang berbeda-beda.  Kebiasaan atau adat istiadat merupakan sebuah pola perilaku anggota-anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Adat istiadat dalam masyarakat tidak akan berubah ketika suatu saat timbul krisis adat dan kebiasaan.

Dalam konteks ini, adat dan kebiasaan sudah tidak efektif digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya. Dalam tatanan masyarakat, akan sangat sulit untuk merubah adat dan kebiasaan yang sudah terbiasa dilakukan atau dipakai. Hal ini tentunya juga menjadi faktor penghambat dalam mencapai perubahan sosial.

Contohnya adalah kebiasaan masyarakat untuk menggunakan pisau yang terbuat dari kayu untuk memotong padi. Kebiasaan tersebut akan sulit untuk diubah meskipun sudah terdapat alat pemotong yang lebih canggih. Selain contoh tersebut, adat dan kebiasaan yang menjadi faktor penghambat lainnya biasanya berupa kepercayaan, cara berpakaian dan lain sebagainya.

3. Sikap Tertutup Masyarakat

Faktor penghambat perubahan sosial masyarakat juga dapat dipengaruhi oleh sifat masyarakat yang masih tertutup. Sikap konservatif atau tertutup merupakan sebuah ketakutan untuk menjalankan perubahan dan membawa mentalis yang buruk dalam menuju kemajuan. Hal tersebut disebabkan karena masyarakat tertutup menganggap bahwa setiap elemen yang datang dari luar sebagai ancaman.

Sikap tertutup biasanya dimiliki oleh masyarakat yang sempat dijajah oleh bangsa lain. Masyarakat yang mengalami penjajahan akan menganggap bahwa setiap unsur yang berbau negara penjajah akan memberikan dampak negatif.oleh karenanya, untuk mencapai perubahan sosial, masyarakat harus menghindari sikap konservatif atau tertutup.

4. Hambatan Ideologis

Sebuah perubahan dalam masyarakat sulit tercapai jika berbenturan dengan ideologi atau paham yang diyakini oleh masyarakat tertentu. Hal tersebut tentunya karena setiap perubahan yang memiliki hubungan dengan kepercayaan atau keyakinan akan ditolak. Penolakan tersebut terjadi karena dianggap bertentangan dengan ideologi yang mereka anut.

Contoh dalam hal ini adalah masyarakat yang mempercayai bahwa sebelum adanya pembangunan jalan raya, masyarakat harus mengadakan ritual terlebih dahulu. Namun terkadang terdapat pembangunan yang tidak melalui ritual tersebut. Nah bagi penganut ideologi tertentu, pembangunan tersebut akan ditolak karena tidak sesuai dengan paham yang mereka yakini.

5. Prasangka terhadap Hal Baru

Selain karena nilai-nilai kepentingan, sebuah prasangka yang buruk terhadap hal-hal yang baru juga dapat menjadi penghambat sebuah perubahan. Ketika ada hal baru yang datang, ada sebuah kekhawatiran dari sebagian masyarakat. Jika merasakan hal tersebut, sebagian masyarakat akan mempengaruhi kelompok lain untuk tidak menerima perubahan tersebut.

6. Kepentingan yang Tertanam

Nilai-nilai tradisional yang sudah tertanam kuat dalam masyarakat akan menimbulkan sebuah kepentingan-kepentingan kolektif. Hal ini juga dapat menghambat terjadinya perubahan sosial. Hal ini karena pada hakikatnya suatu perubahan akan meninggalkan nilai-nilai tradisional.

Perubahan tersebut bertujuan untuk mendapatkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat dan lebih sesuai dengan keadaan masyarakat. Oleh karenanya, untuk mendapatkan sebuah perubahan, masyarakat harus berani untuk menghilangkan kepentingan tersebut.

7. Sikap Tradisional Masyarakat

Kebanyakan sikap masyarakat yang masih memihak pada masa lampau karena menurut beberapa kelompok, masa tersebut memberikan beberapa kemudahan. Sebuah tradisi yang berlaku tersebut dijadikan sebagai warisan yang tidak dapat diubah dan harus dilestarikan. Pola pikir yang seperti ini akan menghambat sebuah perubahan sosial. Terutama bagi beberapa kelompok yang tertutup dan ingin bertahan dengan kepemimpinan masyarakat.

8. Hakikat Hidup

Seringkali kita menemukan sebuah masyarakat yang memiliki kepercayaan bahwa baik buruknya kehidupan telah diatur oleh yang maha kuasa. Dorongan akan terjadinya perubahan dan penghambat perubahan sosial juga selalu ada di setiap masyarakat. Kedua hal tersebut tergantung pada besar kecilnya kekuatan masyarakat dalam menanggapi setiap perubahan tersebut.

Jika dorongan perubahan lebih kuat dibandingkan dengan hambatan, maka perubahan sosial dapat terjadi di masyarakat. Sebaliknya, jika hambatan di suatu masyarakat lebih besar dibandingkan dengan dorongan perubahan, maka perubahan sulit untuk terjadi.

9. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Yang Terlambat

Terlambatnya perkembangan ilmu di masyarakat dapat terjadi karena pergaulan masyarakat yang terbatas. Tidak adanya niat dan keinginan untuk menambah wawasan di bidang ilmu pengetahuan dapat berdampak terhadap perubahan sosial. Hal ini dapat diakibatkan karena pola pikir yang terbelakang. Selanjutnya pola pikir tersebut dapat memunculkan pandangan atau stigma terhadap adanya sekelompok masyarakat yang tidak menginginkan adanya perubahan.

10. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain

Manusia merupakan makhluk sosial sehingga selalu membutuhkan hubungan dan interaksi dengan manusia lainnya. Oleh karenanya, masyarakat yang memiliki sedikit hubungan atau interaksi dengan orang lain akan mengalami perubahan yang lambat.

Hal ini tentunya karena masyarakat tersebut tidak mengetahui perkembangan masyarakat lain sehingga kurang memperkaya kebudayaan sendiri. masyarakat tersebut akan terkukung dengan budaya mereka sendiri sehingga memiliki pola pikir yang tradisional.

Setelah membahas tentang faktor penghambat, tentunya sebuah perubahan juga memiliki faktor pendorong. Faktor pendorong ini tentunya akan mempercepat terjadinya perubahan sosial di lapisan masyarakat tertentu. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah faktor penyebab  perubahan sosial yang dapat terjadi di masyarakat.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial

1. Sistem Pendidikan Terbuka

Sistem pendidikan yang terbuka berorientasi pada perluasan wawasan serta dapat menerima masukan-masukan dari pihak luar. Sistem pendidikan yang terbuka biasanya terjadi di sekolah maupun universitas yang peka terhadap perkembangan teknologi dan keadan sekitar.

Contoh dalam faktor ini adalah bahasa Inggris yang dijadikan sebagai bahasa ilmiah dunia. Hal tersebut berarti bahwa komunikasi antar ilmuan di dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai media komunikasi. Saat ini juga seringkali kita menemukan sebuah institusi yang mulai mengajarkan pendidikan bahasa Inggris bagi anak didiknya.

Dengan kasus tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa kedepannya bahasa ini akan menjadi bahasa yang biasa digunakan di masyarakat. tentunya terjadi perubahan sosial dalam contoh tersebut. selain itu, kebijakan untuk menerapkan sistem pendidikan yang terbuka ini menjadi faktor pendorong dalam mencapai perubahan sosial.

2. Menghargai Karya Orang Lain

Jika dalam masyarakat sudah mampu menghargai karya orang lain, maka masyarakat tersebut telah menghargai inovasi-inovasi yang terjadi di dunia. pengakuan terhadap inovasi tersebut akan menjadikan setiap orang untuk terus bergerak maju dan mengikuti perkembangan zaman. dalam tataran institusional, perlindungan terhadap hak cipta adalah salah satu modal masyarakat untuk terus berkembang.

Pada akhirnya, menghargai karya orang lain dapat berupa memberikan pengakuan terhadap karya orang lain. Dengan menghargai karya orang lain, dapat memberikan pengaruh untuk memberikan pengaruh motivasi agar berkarya lebih. Dengan begitu, masyarakat akan terbuka dan mudah untuk melakukan perubahan.

3. Toleransi

Pada dasarnya, toleransi merupakan sebuah sikap untuk saling menerima berbagai perbedaan sebagai fakta sosial. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari aspek, cara berpikir, hingga berupa tindakan. Jika masyarakat tidak dapat menerima bahwa perbedaan itu ada, maka akan sulit baginya untuk dapat menjalin komunikasi dengan golongan yang berbeda.

Sikap toleransi atau menerima perbedaan dapat diterapkan dengan menerima keberadaan penyimpangan sosial. Toleransi juga dapat diartikan sebagai sikap terbuka. Dengan sikap saling terbuka tersebut masyarakat lebih mudah untuk menciptakan perubahan sosial di masyarakat.

4. Stratifikasi Sosial Terbuka

Stratifikasi sosial terbuka juga menjadi Faktor pendorong perubahan sosial. Salah satu contoh dari stratifikasi terbuka adalah adanya pendidikan formal. Pendidikan tersebut dapat mengangkat masyarakat ke lapisan atas dan mengangkat keluarga ke lapisan lebih tinggi.

Sebagai contoh, seorang anak petani yang lulus dengan gelar sarjana dapat mengangkat derajat dirinya dan keluarga. Jika ia kemudian bisa mendapatkan pemasukan berlipat-lipat maka mobilitas sosial akan terjadi. Oleh karenanya, stratifikasi sosial terbuka dapat menciptakan peluang besar terhadap terjadinya perubahan sosial.

5. Penduduk yang  Heterogen

Faktor pendorong perubahan sosial selanjutnya adalah penduduk yang heterogen. Masyarakat yang heterogen akan mewujudkan adanya perbedaan. Semakin kompleks keberagaman yang terjadi di masyarakat, semakin menjadi faktor perubahan sosial yang terjadi.

Dibalik penduduk yang heterogen, terdapat berbagai ide dan opini yang berbeda. Dengan keberagaman tersebut maka ide dan pendapat akan melahirkan inovasi-inovasi baru. Sebuah tatanan masyarakat yang memiliki keseragaman cenderung memiliki kondisi yang statis yang mati. Dengan adanya heterogenitas populasi akan menjadi faktor pendorong perubahan sosial yang ada di masyarakat.

6. Tidak Puas Terhadap Kondisi Saat Ini

Masyarakat yang memiliki ketidakpuasan dapat mendorong untuk mencapai perubahan. Masyarakat dalam golongan ini cenderung tidak ingin berlama-lama tenggelam dalam rasa biosan.

Pandangan ini sering disebut sebagai pandangan naluriah karena rasa bosan akan dialami oleh siapa saja. Dengan rasa bosan tersebut, masyarakat cenderung melakukan berbagai hal untuk menciptakan perubahan dan keluar dari zona tersebut.

7. Orientasi Masa Depan

Dalam materi sosiologi kelas 12, faktor pendorong perubahan sosial terkait dengan visi dan misi yang hendak dicapai di masa depan. Tanpa menggunakan acuan visi misi, maka tindakan ini hanya berujung disorientasi. Sekelompok orang yang memiliki visi akan bertindak lebih jauh di masa depan. Dalam orientasi masa depan seringkali mengandung unsur perubahan.

8. Mudah Menerima Hal Baru

Faktor ini sangat berkaitan dengan pengakuan hasil karya yang sudah dijelaskan sebelumnya. Dengan adanya sikap untuk menerima perbedaan, maka semakin mudah pula masyarakat tersebut untuk menciptakan perubahan sosial.

Nah setelah tadi membahas tentang faktor penghambat dan faktor pendorong perubahan sosial, selanjutnya adalah contoh perubahan sosial dalam kehidupan sehari-hari yang terjadi di masyarakat. Hal ini akan mempermudah anda untuk memahami apa itu arti dari perubahan sosial itu sendiri.

Contoh Perubahan Sosial Budaya

1. Cara berkomunikasi

Saat ini teknologi informasi semakin berkembang sehingga membawa perubahan yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat. Pada zaman dahulu masyarakat melakukan komunikasi dengan jalan surat-menyurat, dikirim kemudian menunggu balasan. Saat ini, dengan adanya kemajuan teknologi maka komunikasi dapat terjalin dengan sangat  mudah. Dengan menggunakan telepon genggam atau komputer, masyarakat dapat menjalin komunikasi melalui berbagai media.

2. Pakaian

Gaya berpakaian masyarakat saat ini dengan zaman dahulu juga mengalami banyak perubahan. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh modernisasi terhadap perubahan sosial dan juga pengaruh globalisasi sehingga banyak masyarakat yang mengubah gaya berpakaian sesuai dengan perkembangannya.

Pada zaman dahulu masyarakat lebih sering menggunakan baju tradisional atau baju adat masing-masing. Namun saat ini masyarakat lebih mengikuti trend yang berlaku atau mengenakan pakaian sesuai dengan selera masing-masing.

3. Gaya hidup

Gaya hidup juga menjadi salah satu contoh perubahan sosial yang banyak terjadi di lapisan masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti menjadi vegetarian. Namun ada juga sebagian masyarakat yang mengubah gaya hidup kearah yang negatif, seperti menggunakan narkoba dan sebagainya.

 4. Pertanian

Tidak hanya dengan gaya hidup, pertanian juga seringkali mengalami perubahan. Ada petani yang cerdas dan memanfaatkan perubahan sosial budaya dengan meningkatkan produktivitas kerjanya. Hal tersebut didukung dengan teknologi yang sudah berkembang atau dengan menggunakan inovasi lain.

Namun sayangnya, ada beberapa pihak yang berpendapat bahwa petani di negara kita mengalami kemunduran. Hal itu karena petani lebih sering menggunakan produk dari luar dibandingkan dengan produk pupuk dari lokal.

5. Westernisasi

Westernisasi merupakan sifat kebarat-baratan yang bukan menjadi hal baru lagi kita jumpai. Bahkan masyarakat kita sudah sangat lama terdampak arus tersebut. gaya hidup masyarakat Indonesia sudah banyak dipengaruhi oleh gaya-gaya kehidupan di barat.  Jika terlalu berlebihan, hal tersebut akan berdampak buruk bagi nilai dan norma masyarakat kita.

6. Kepercayaan

Kepercayaan atau religi menjadi salah satu contoh perubahan sosial yang terjadi di masyarakat secara keseluruhan. Contoh nyata dari hal tersebut dapat kita lihat dari rakyat Indonesia yang pada zaman dahulu berpegang pada ajaran nenek moyang atau leluhur.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, saat ini masyarakat lebih mengedepankan logika dan bukti-bukti yang ada. Dengan begitu, proses perubahan sosial dalam keagamaan ini membentuk kepercayaan-kepercayaan seperti agama Islam, Kristen dan sebagainya.

7. Emansipasi Wanita

Saat ini kesetaraan kaum wanita dengan laki-laki semakin mengalami perkembangan. Pada zaman dahulu, wanita nyaris tidak dianggap dan hanya berperan sebagai pekerja rumah tangga. Namun saat ini, seiring dengan adanya perubahan sosial terdapat kesetaraan antara kaum wanita dan laki-laki. Saat ini wanita juga dapat bekerja dan berkarir seperti kaum pria.

8. Masyarakat Semakin Kritis

Seiring dengan maraknya teknologi informasi saat ini, informasi semakin mudah untuk berkembang baik melalui media cetak maupun digital. Namun untuk mencapai dampak positif perubahan sosial, kemajuan tersebut harus diolah terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar informasi tersebut sesuai dengan fakta yang terjadi.

9. Model rambut

Saat ini anda akan mudah untuk menemukan remaja yang mengikuti idola mereka baik dari model rambut maupun gaya berpakaian. Agar perubahan sosial ini tidak berdampak negatif, maka remaja harus diawasi oleh keluarga agar perubahan yang mereka lakukan tidak berlebihan.

10. Kesenian

Karen mudahnya budaya lain untuk masuk di negara kita, maka seringkali berdampak pada hilangnya kesenian tradisional Indonesia. Perubahan sosial yang seperti ini yang harus dihindari oleh masyarakat Indonesia. Meskipun begitu, tradisi Indonesia masih banyak kita jumpai hingga saat ini.

11. Permainan

Perubahan sosial juga dapat berupa permainan. Dampak dari westernisasi juga sedikit menghilangkan permainan asli tradisional Indonesia. Saat ini sangat sulit bagi kita untuk menemukan berbagai permainan tradisional seperti congklak, sunda manda dan lain sebagainya. saat ini anak-anak lebih tertarik untuk bermain game online dibandingkan dengan permainan tradisional.

12. Bahasa

Contoh perubahan sosial budaya yang selanjutnya adalah penggunaan bahasa. Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki beragam bahasa. Namun sayangnya, saat ini semakin berkurang masyarakat yang menggunakan bahasa-bahasa daerah mereka. bahkan saat ini banyak masyarakat yang sama sekali tidak mengenal bahasa daerah mereka sendiri.

13. Budaya

Jika berbicara tentang teori-teori perubahan sosial budaya, maka kita akan menjumpai banyak sekali perubahan. Salah satu contoh nyata adalah perayaan valentine, dan ulang tahun yang tidak kita temukan pada zaman sebelumnya. Selain itu, semakin kesini masyarakat lebih banyak yang gemar dengan berbagi budaya kebarat-baratan.

14. Sopan santun

Sopan santun dapat terbentuk dari lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal dan lain sebagainya. sayangnya saat ini sopan santun tidak banyak diperhatikan oleh orang tua dan keluarga. hal ini tentu berdampak pada krisis sopan santun yang  terjadi akibat lingkungan sekitar.

15. Musyawarah

Pada sekitar tahun 1900 an masyarakat Indonesia banyak yang memilih untuk menyelesaikan permasalahan dengan jalan musyawarah. Musyawarah tersebut dilakukan dengan meminta pendapat dari berbagai orang yang hadir kemudian mempertimbangakannya. Sayangnya, cara tersebut saat ini jarang untuk diambil dan banyak mengambil keputusan dengan otoriter tanpa persetujuan dari semua pihak.

Perubahan sosial merupakan sebuah perubahan yang tidak dapat dihindari di masyarakat. Namun perubahan tersbeut juga memberikan dampak positif dan negatif sehingga harus ditata dan diperhatikan. Semoga bermanfaat.

Cari Artikel di Sini