Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Selain ada faktor penghambat perubahan sosial, ada juga faktor yang mendorong perubahan sosial.

Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Sistem Pendidikan Terbuka

Sistem pendidikan yang terbuka berorientasi pada perluasan wawasan serta dapat menerima masukan-masukan dari pihak luar. Sistem pendidikan yang terbuka biasanya terjadi di sekolah maupun universitas yang peka terhadap perkembangan teknologi dan keadan sekitar.

Contoh dalam faktor ini adalah bahasa Inggris yang dijadikan sebagai bahasa ilmiah dunia. Hal tersebut berarti bahwa komunikasi antar ilmuan di dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai media komunikasi.

Saat ini juga seringkali kita menemukan sebuah institusi yang mulai mengajarkan pendidikan bahasa Inggris bagi anak didiknya.

Dengan kasus tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa kedepannya bahasa ini akan menjadi bahasa yang biasa digunakan di masyarakat. tentunya terjadi perubahan sosial dalam contoh tersebut.

Selain itu, kebijakan untuk menerapkan sistem pendidikan yang terbuka ini menjadi faktor pendorong dalam mencapai perubahan sosial.

2. Menghargai Karya Orang Lain

Jika dalam masyarakat sudah mampu menghargai karya orang lain, maka masyarakat tersebut telah menghargai inovasi-inovasi yang terjadi di dunia.

Pengakuan terhadap inovasi tersebut akan menjadikan setiap orang untuk terus bergerak maju dan mengikuti perkembangan zaman. dalam tataran institusional, perlindungan terhadap hak cipta adalah salah satu modal masyarakat untuk terus berkembang.

Pada akhirnya, menghargai karya orang lain dapat berupa memberikan pengakuan terhadap karya orang lain. Dengan menghargai karya orang lain, dapat memberikan pengaruh untuk memberikan pengaruh motivasi agar berkarya lebih. Dengan begitu, masyarakat akan terbuka dan mudah untuk melakukan perubahan.

3. Toleransi

Pada dasarnya, toleransi merupakan sebuah sikap untuk saling menerima berbagai perbedaan sebagai fakta sosial. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari aspek, cara berpikir, hingga berupa tindakan.

Jika masyarakat tidak dapat menerima bahwa perbedaan itu ada, maka akan sulit baginya untuk dapat menjalin komunikasi dengan golongan yang berbeda.

Sikap toleransi atau menerima perbedaan dapat diterapkan dengan menerima keberadaan penyimpangan sosial. Toleransi juga dapat diartikan sebagai sikap terbuka.


Dengan sikap saling terbuka tersebut masyarakat lebih mudah untuk menciptakan perubahan sosial di masyarakat.

4. Stratifikasi Sosial Terbuka

Stratifikasi sosial terbuka juga menjadi Faktor pendorong perubahan sosial. Salah satu contoh dari stratifikasi terbuka adalah adanya pendidikan formal. Pendidikan tersebut dapat mengangkat masyarakat ke lapisan atas dan mengangkat keluarga ke lapisan lebih tinggi.

Sebagai contoh, seorang anak petani yang lulus dengan gelar sarjana dapat mengangkat derajat dirinya dan keluarga.

Jika ia kemudian bisa mendapatkan pemasukan berlipat-lipat maka mobilitas sosial akan terjadi. Oleh karenanya, stratifikasi sosial terbuka dapat menciptakan peluang besar terhadap terjadinya perubahan sosial.

5. Penduduk yang  Heterogen

Faktor pendorong perubahan sosial selanjutnya adalah penduduk yang heterogen. Masyarakat yang heterogen akan mewujudkan adanya perbedaan. Semakin kompleks keberagaman yang terjadi di masyarakat, semakin menjadi faktor perubahan sosial yang terjadi.

Dibalik penduduk yang heterogen, terdapat berbagai ide dan opini yang berbeda. Dengan keberagaman tersebut maka ide dan pendapat akan melahirkan inovasi-inovasi baru.

Sebuah tatanan masyarakat yang memiliki keseragaman cenderung memiliki kondisi yang statis yang mati. Dengan adanya heterogenitas populasi akan menjadi faktor pendorong perubahan sosial yang ada di masyarakat.

6. Tidak Puas Terhadap Kondisi Saat Ini

Masyarakat yang memiliki ketidakpuasan dapat mendorong untuk mencapai perubahan. Masyarakat dalam golongan ini cenderung tidak ingin berlama-lama tenggelam dalam rasa biosan.

Pandangan ini sering disebut sebagai pandangan naluriah karena rasa bosan akan dialami oleh siapa saja. Dengan rasa bosan tersebut, masyarakat cenderung melakukan berbagai hal untuk menciptakan perubahan dan keluar dari zona tersebut.

7. Orientasi Masa Depan

Dalam materi sosiologi kelas 12, faktor pendorong perubahan sosial terkait dengan visi dan misi yang hendak dicapai di masa depan. Tanpa menggunakan acuan visi misi, maka tindakan ini hanya berujung disorientasi.

Sekelompok orang yang memiliki visi akan bertindak lebih jauh di masa depan. Dalam orientasi masa depan seringkali mengandung unsur perubahan.

8. Mudah Menerima Hal Baru

Faktor ini sangat berkaitan dengan pengakuan hasil karya yang sudah dijelaskan sebelumnya. Dengan adanya sikap untuk menerima perbedaan, maka semakin mudah pula masyarakat tersebut untuk menciptakan perubahan sosial.

Nah setelah tadi membahas tentang faktor penghambat dan faktor pendorong perubahan sosial, selanjutnya adalah contoh perubahan sosial dalam kehidupan sehari-hari yang terjadi di masyarakat. Hal ini akan mempermudah anda untuk memahami apa itu arti dari perubahan sosial itu sendiri.

Perubahan Sosial Bentuk Perubahan Sosial Ciri-ciri Perubahan Sosial
Faktor Penghambat Contoh Perubahan Sosial I Teori Perubahan Sosial

Originally posted 2020-04-11 20:31:33.


1 thought on “Faktor Pendorong Perubahan Sosial”

Leave a Comment