Sifat-Sifat Koloid

Koloid sama seperti zat kimiawi lainnya yang memiliki sifat tertentu. Berikut adalah sifat-sifat dari koloid yakni efek Tyndall dan gerak Brown.

1. Efek Tyndall

Efek tyndall merupakan salah satu sifat koloid saat terkena cahaya. Jika terdapat larutan atau cair, sehingga saat cahaya melewatinya, maka cahaya tersebut akan diteruskan. Namun,hal tersebut tidak berlaku pada zat partikel koloid.

Jika terdapat cahaya yang mengarah ke partikel koloid, maka cahaya tersebut akan dihamburkan.

Cahaya yang dihamburkan oleh koloid ini yang kemudian disebut dengan efek Tyndall. Efek tyndall ini digunakan sebagai pembeda antara koloid dengan larutan.

Sistem koloid dapat dengan mudah dibedakan dengan larutan dengan menggunakan cara ini.

Penghamburan cahaya pada partikel koloid ini terjadi disebabkan oleh ukuran koloid tersebut. Partikel dari koloid memiliki ukuran yang mirip dengan ukuran gelombang cahaya.

Panjang gelombang cahaya adalah 400 nm sampai dengan 750 nm. Oleh sebab itu, cahaya tidak dapat menembus partikel koloid.

2. Gerak Brown

Gerak brown juga merupakan sifat dari koloid. Ketika partikel koloid diamati secara mikroskopis, maka akan terlihat gerakan yang acak dan patah-patah. Gerakan zig-zag ini dapat dilihat dalam medium pendispersi koloid.


Gerakan tersebut disebabkan oleh karena gesekan yang terjadi antara partikel koloid dengan medium pendispersinya. Gerakan inilah yang kemudian disebut dengan gerak Brown.

Jika ukuran partikel koloid semakin mengecil, maka Gerak Brown yang terjadi akan semakin cepat. Namun sebaliknya, jika ukuran partikel koloid semakin besar, maka gerak Brown menjadi semakin lambat.

Hal ini mengakibatkan Gerak Brown sangat sulit untuk diamati jika terjadi dalam larutan. Atau juga ketika tidak ditemukannya zat cair yang heterogen dengan zat padat sebagai suspense.

Gerak Brown ini dapat menstabilkan seluruh partikel koloid agar tidak terjadi pemisahan. Pemisahan yang dimaksud adalah agar tidak terpisah medium pendispersi dengan zat koloid yang terdispersi.

Pemisahan ini terjadi akibat adanya gaya gravitasi. Namun, dengan adanya gerak Brown maka tidak akan terjadi pemisahan.

Selain itu, gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Suhu dalam sistem koloid dapat berubah-ubah. Jika suhu dalam sistem koloid cenderung tinggi, maka energi kinestetik yang ada dalam medium pendispersinya akan semakin besar.

Hal ini mengakibatkan pendispersian terjadi dengan cepat. Namun, jika suhu pada partikel koloid cenderung rendah, maka Gerak Brown yang terjadi akan semakin lambat.

Jenis koloid | Jenis muatan koloid
Cara buat koloid | Contoh koloid | Perbedaan koloid liofob dengan koloid liofil

Leave a Comment