Jenis Muatan Dalam Koloid

Selain memiliki berbagai macam jenis dan sifat, koloid juga memiliki beragam muatan. Muatan tersebut juga membantu zat partikel koloid untuk bekerja dengan baik. Berikut adalah beberapa muatan yang ada di dalam koloid.

1. Adsorpsi

Adsorpsi koloid adalah peristiwa di mana partikel koloid dapat dengan mudah menyerap partikel yang lainnya baik yang bermuatan maupun tidak. Partikel tersebut dapat diserap dari permukaannya.

Selain itu, partikel koloid dapat menyerap ion yang terdapat pada medium pendispersinya. Karena terjadi proses adsorpsi inilah yang akan menyebabkan partikel dalam medium tersebut menjadi bermuatan ion.

Jenis muatan listrik yang masuk tergantung dari ion yang diserap oleh koloid. Contohnya partikel sol AS2S3 akan bermuatan listrik negatif karena menyerap ion yang negatif. Kemudian sol Fe(OH)3 jika dimasukkan ke dalam air, akan bermuatan positif karena menyerap ion positif.

2. Elektroforesis

Elektroforesis adalah peristiwa pergerakan partikel zat koloid yang bermuatan menuju arah electrode yang memiliki muatan berlawanan.

Pergerakan tersebut terjadi di dalam medan listrik. Karena partikel koloid mengandung listrik, oleh sebab itu partikel tersebut bisa bergerak dalam medan listrik.

Jadi, dapat diketahui bahwa partikel zat koloid yang memiliki muatan positif akan bergerak ke arah electrode yang negatif. Sedangkan partikel zat koloid yang bermuatan negatif akan menuju ke elektrode yang bermuatan negatif.

Karena hal tersebutlah, kemudian elektroforesis merupakan salah satu cara untuk menentukan jenis muatan listrik yang ada dalam partikel koloid.

Selain itu, elektroforesis juga dapat digunakan sebagai cara untuk memisahkan partikel koloid. Dengan elektroforesis, partikel koloid dapat dipisahkan berdasarkan muatannya dan juga berdasarkan ukurannya.

3. Koagulasi

Koagulasi koloid adalah suatu proses di mana partikel koloid menjadi gumpalan-gumpalan. Hal tersebut disebabkan karena hilangnya partikel muatan listrik dalam koloid.

Muatan listrik yang ada di dalam koloid adalah sebagai penstabilisasian sistem koloid. Sehingga jika muatan tersebut hilang, maka partikel koloid tersebut akan menggumpal.

Karena pengaruh gaya gravitasi, gumpalan tersebut bisa menjadi semakin besar dan mengendap. Proses koagulasi ini dapat diproses melalui empat cara yaitu mekanis, elektroforesis, penambahan elektrolit, dan penambahan koloid.


Cara mekanik adalah cara mengkoagulasi koloid dengan cara mengaduk, mendinginkan, ataupun memanaskan zat koloid. Sedangkan cara elektroforesis adalah cara koagulasi yang dapat dilakukan dengan menggumpalkan sesuai muatan.

Cara ini bisa dilakukan dengan menggumpalkan koloid yang memiliki muatan negatif ke koloid dengan muatan positif. Sedangkan koloid dengan muatan positif akan digumpalkan dengan koloid yang bermuatan negatif. Aliran muatan listrik yang cukup lama akan membantu proses koagulasi.

Selain itu, koagulasi juga dapat dilakukan dengan cara penambahan elektrolit. Jika terjadi penambahan elektrolit, maka muatan ion positif dalam elektrolit akan ditarik ke dalam partikel ion negative.

Sedangkan ion negatif yang ada di dalam partikel koloid akan ditarik ke patikelion positif.  Hal ini akan membantu partikel koloid memiliki dua lapisan.

Kedua lapisan tersebut memiliki muatan yang berlawanan yang akan menyebabkan partikel koloid akan bersifat netral.

Koagulasi akan terjadi dengan cara penambahan elektrolit ini jika jarak kedua lapisan cukup dekat. Proses koagulasi akan terjadi lebih cepat jika muatan ion yang mengandung elektrolit juga besar.

Cara yang terakhir adalah dengan menambahkan koloid. Koloid lain yang ditambahkan adalah koloid yang memiliki muatan yang berlawanan.

Hal ini dimaksudkan agar muatan koloid saling tarik menarik satu sama lain. Jika muatan koloid saling tarik menarik, maka muatan tersebut juga akan saling mengadsorpsi. Pada akhirnya proses koagulasi akan terjadi.

Namun, perlu diingat bahwa koagulasi juga dapat dicegah. Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah koagulasi adalah dengan cara menambahkan koloid pelindung.

Koloid pelindung ini akan membantu untuk menstabilkan partikel koloid yang mengalami dispersi. Cara yang dilakukan adalah partikel tersebut akan membungkus partikel koloid sehingga seluruh partikel tidak dapat bergabung dan saling menggumpal.

Ada juga yang disebut dengan dialysis. Proses dialisis ini adalah proses dimana koloid akan dipisahkan dari berbagai ion yang mengganggu.

Proses ini dapat dilakukan dengan cara mengalirkan cairan yang mengandung koloid ke dalam membran semipermeabel. Membran ini berfungsi sebagai penyaring sehingga koloid akan tetap tinggal dan tidak dapat melewati membrane ini. Cara ini merupakan cara yang paling mudah untuk memisahkan koloid dari larutan.

Jenis koloid | Sifat koloid
Cara buat koloid | Contoh koloid | Perbedaan koloid liofob dengan koloid liofil

Leave a Comment