Cara Pembuatan Koloid

Koloid dapat dibentuk dengan bermacam cara. Yang pertama adalah dengan cara kondensasi. Cara kondensasi adalah cara dimana partikel kecil dalam larutan akan digabungkan untuk membentuk partikel yang lebih besar.

Partikel yang lebih besar inilah yang disebut koloid. Cara pembuatan koloid dengan cara kondensasi dapat dilakukan dengan berbagai reaksi, misalnya reaksi redoks.

Contohnya yaitu pembuatan sol belerang yang rumus kimianya adalah sebagai berikut:

2H2S(g) + SO2(aq) → 3S(koloid) + 2H2O(l)

Cara lainnya adalah dengan cara hidrolisis. Misalkan saja pembuatan sol Fe(OH)3 dengan menambahkan larutan FeCl3 ke dalam air mendidih. Rumus kimianya adalah:

FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)

Selanjutnya, reaksi redoks juga dapat dilakukan dengan metode dekomposisi rangkap. Dekomposisi rangkap ini dapat ditemukan dalam teknik pembuatan sol dengan partikel AgCl yang rumus kimianya adalah sebagai berikut:

AgNO3(aq) + HCl(aq) → AgCl(koloid) + HNO3(aq)

Selain cara-cara di atas, reaksi redoks juga dapat terjadi dengan adanya penggantian pelarut. Pelarut yang digunakan juga berpengaruh terhadap zat partikel koloid.

Misalnya saja untuk membentuk koloid berbentuk gel, maka bisa digunakan kalsium asetat yang dicampur dengan alcohol.

Cara pembuatan koloid yang kedua adalah dengan cara dispersi. Lain dengan cara reaksi redoks, cara disperse ini akan memecah partikel koloid yang besar agar menjadi partikel yang lebih kecil.


Pemecahan partikel ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang pertama adalah cara mekanik.

Pada proses mekanik ini, butiran partikel yang kasar akan digiling dan dihancurkan dengan alat penggiling koloid.Ketika sudah mendapat tingkat kehalusan tertentu, kemudian partikel tersebut ditempatkan pada medium pendispersi untuk diaduk.

Contohnya, jika ingin membuat sol belerang bisa dilakukan dengan menggiling serbuk belerang dengan campuran gula pasir. Setelah halus, maka belerang tersebut dapat ditambahkan dengan air.

Cara yang lainnya adalah cara peptisasi. Dalam menggunakan cara peptisasi, pemecahan partikel koloid dilakukan dengan bantuan zat pemeptisasi atau zat pemecah.

Contoh dari koloid yang menggunakan cara peptisasi adalah AlCl3 yang mempeptisasi endapan Al(OH)3, H2S mempeptisasi NiS, dan air mempetisasi agar-agar.

Cara yang terakhir adalah cara busur Bredig. Biasanya, cara busur Bredig digunakan untuk membentuk sol logam di antaranya Ag, Au, dan Pt.

Teknik ini dapat dilakukan dengan cara mencelupkan logam ke dalam medium pendispersi. Koloid logam yang dicelupkan akan menjadi electrode dan kemudian di kedua ujungnya diberi muatan listrik.

Jenis koloid | Sifat koloid | Jenis muatan koloid
Contoh koloid | Perbedaan koloid liofob dengan koloid liofil

Leave a Comment