Pengertian Kelompok Kepentingan, Ciri-Ciri dan Macamnya

Di Dalam sebuah mayarakat memiliki sebuah badan politik, yang biasanya disebut dengan infrastruktur. Yang termasuk dalam badan infrastruktur antara lain, partai politik, Ormas, LSM, golongan kepentingan, media masa serta para tokoh politik. dari masing-masing ini memiliki fungsinya masing-masing.

Kelompok Kepentingan (Interest Group)

Kelompok atau golongan kepentingan merupakan segolongan orang yang mempunyai misi, kepercayaan, serta tindakan yang sama untuk membangun diri demi melindungi dan mengupayakan kepentingan atau ketentun dari golongan tersebut.

Aktivitas dari golongan ini berkaitan dengan yang lebih spesifik melalui aparat yang mendalami secara lebih intensif dengan upaya yang tidak berlebihan.

Baca juga : Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945, Makna Serta Kedudukannya

Golongan kepentingan dalam kesempatan tertentu dimungkinkan sering mencari suport ataupun mengadakan kesepakatan dengan parti politik lainnya dengan maksud untuk ikut memperjuangkan keperluan yang ingin diraih oleh golongan tersebut.

Ciri-Ciri Golongan Kepentingan

Golongan kepentingan mempunyai ciri-ciri antara lain yaitu:

  1. Kepentingan yang sama diantara mereka yang membuat mereka menyatu untuk berkoalisi membuat sebuah lembaga dengan nama tertentu.
  2. Himpunan orang-orang yang tersistematis atas naman satu atau lebih keperluan tertentu yang sangat diperjuangkan
  3. Setiap kegiatan yang diselengarakan akan mengatasnamakan masyarakat memandang fungsinya yang yaitu sebagai artikulator kepentingan dalam masyarakat
  4. Kegiatan golongan kepentingan tidak dimaksudkan demi memperoleh jabatan publik, namun lebih pada usaha partisipasi politik
  5. Setiap kegiatan golongan kepentingan selalu berhubungan dengan rumor publik yang dimaksudkan untuk mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah.
  6. Terdapatnya bermacam-macam golongan kepentingan yang bergantung pada karakteristik lembaga dari golongan kepentingan.

Macam-Macam Golongan / Kelompok Kepentingan

Golongan-golongan kepentingan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu sebagai berikut:

1. Golongan Non Assosiasional

Golongan non assosiasional merupakan golongan kepentingan yang memiliki kegiatan atau aktivitas yang tidak terlalu sering di lakukan (bersifat temporer). Golongan ini tidak begitu tertata dengan rapai, sehingga hanya mampu terealisasi di golongan keluarga, regional, serta status.

Baca juga : Pengertian Ideologi Liberalisme, Sosialisme, Komunisme, Fasisme, Fundamentalisme

2. Golongan Anomik

Golongan anatomik merupakan golongan kepentingan yang terbentuk di antar elemen-elemen di dalam masyarakat secara spontan. Oleh karena itu, golongan anatomik tidak mempunyai nilai dan norma untuk mengaturnya.

Golongan ini sering membuat aksi kegaduhan seperti kerusuhan, demostrasi, serta melakukan kekerasan dalam politik. Golongan ini juga terbentuk dengan cara tidak spontan namun, dibuat secara sengaja oleh golongan kepentingan.

3. Golongan Institusional


Golongan institusional merupakan golongan yang bersifat formal dan mempunyai peran sosial serta politik. Golongan ini mengutarakan kepentingannya sendiri maupun menggantikan golongan lain dalam sebuah masyarakat.

4. Golongan Asosiasional

Golongan asosiasional merupakan golongan yang terdiri dari sekumpuan buruh, paguyuban etnik, perkumpulan usahawan, persatuan-persatuan, serta perkumpulan lainnya yang dikelola oleh golongan agama.

Dalam kegiatannya, golongan ini mempunyai karakteristik yang menjelaskan sebuah kepentingan dari suatu golongan tertentu, memakai tenaga profesioanl, serta mempunyai cara yang tersistematis untuk menetapkan kepentingan dan tuntutan. Pada zaman Orde Baru, golongan kepentingan tidak mempunyai kebebasan sebab para pemegang kekuasaan negara atau pemerintah sangat mampu menguasai politik.

Akhirnya dalam kehidupan politik warga negara menjadi terhalang dalam proses kedewasaannya. Keadaan ini sangat berbada dengan zaman sekarang, pada masa Reformasi, kehidupan politik tumbuh dengan bebas, sehingga keikutsertaan anggota masyarakat dapat berkembang dengan baik serta ke jalur positif.

5. Golongan penekan

Golongan penekan merupakan lembaga politik yang digunakan oleh masyarakat untuk menuangkan pendapat yang memiliki peran untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah.

Golongan penekan mempunyai jabatan yang dapat digunakan untuk memaksa kubu di dalam pemerintahan untuk berbuat sesuai yang ddiinginkan. Beberapa strategi yang digunakan, yaitu, dengan cara propagandan serta persuasi.

Baca juga : Perbedaan Antara Sistem Politik Demokrasi Liberal Dan Sistem Politik Demokrasi Pancasila

Dalam lingkungan politik, ketika golongan penekan ini hadir bisa lebih kuat daripada partai politik. Ketika saat peranan dari partai politik itu sendiri tidak mampu diharapkan dalam mengusung sebuah rumor sentral yang bisa diperjuangkan.

Dalam keadaan seperti ini, golongan penekan dapat dijadikan sebuah contoh yang baik terhadap masyarakat.Contohnya, memperlihatkan program gerakan sosial, kegiatan rekreatif, alahraga, kepemudaan, gerakan demi menghidupkan kesadaran politik masyarakat, dan aktivitas mempublikasikan laporan dalam media masa.

Golongan penekan mempunyai tujuan yang sifatnya dari bawah ke atas, namun golongan kepentingan mempunyai tujuan yang sifatnya dari atas ke bawah.

Demikian artikel yang saya tulis pada kesempatan kali ini, yaitu tentang kelompok kepentingan. Apabila terdapat kesalahan ataupun masukandan pertanyaan silahkan beri komentar kalian dibawah ini. Semoga bermanfaat

Originally posted 2018-05-23 14:57:48.


Leave a Comment