Cerpen Putus Persahabatan: Rania-Delia dalam Kenangan

Cerpen putus persahabatan antara dua orang sahabat ini adalah salah satu topik yang cukup menarik untuk dibahas. Bagaimana tidak? Persahabatan yang sudah lama mereka bangun harus pupus karena adanya cinta. Penasaran? Yuk simak kelanjutannya cerpen persahabatan di bawah ini!

Rania-Delia dalam Kenangan

Ada kalanya cinta itu tidak membuat orang bahagia, namun justru sengsara. Cinta membuat orang buta, rela memberikan segalanya demi apa yang dicinta bahagia. Apalagi seorang perempuan.

Perempuan memiliki hati yang lemah, itulah sebabnya mereka terbiasa lebih mencintai daripada dicintai. Mencintai seseorang yang tidak mencintai kita sama halnya dengan pada langit yang cerah, tak akan datang dan tak akan mengunjungimu.

Namaku, Rania, aku duduk di bangku kelas 2 SMA. Aku dulunya adalah tipe perempuan yang selalu menolak orang-orang yang mengungkapkan perasaannya padaku, namun kini semuanya berubah.

Roda berputar. Kini, giliran aku yang sering ditolak, bahkan diabaikan oleh orang-orang yang aku sayangi. Semua berawal karena aku menyukai salah satu teman seorganisasi.

Namanya, Reihan, dia manis dan baik. Kami cukup dekat karena sering membahas masalah organisasi bersama-sama.

Oh iya! Aku memiliki seorang sahabat yang bernama Delia. Setiap hari kami selalu bersama, bahkan banyak yang mengira kami kembar, padahal sebenarnya itu semua karena kami tak pernah berpisah.

Delia juga mengenal Reihan, bahkan kita bertiga berteman baik. Tapi, suatu hari aku melihat Delia dan Reihan makan bersama di kantin tanpa mengajakku.

Entah mengapa hatiku sakit, iya, aku cemburu. Hingga akhirnya aku tidak tahan lagi, kuputuskan untuk member tahu Delia bahwa aku menyukai Reihan.

“Del, kamu tahu nggak?” tanyaku ragu-ragu.

“Ya mana aku tahu, kamu aja belum bilang apa-apa Ran.Gimana sih, gemes deh” ujar Delia sambil mencubit pipiku yang selalu membuatnya gemas.


“Aku.. Aku suka sama Reihan” aku tak menyangka kalimat itu berhasil lolos dari bibirku.

“Beneran? Serius? Kamu nggak bercanda kan, Ran?”

“Ngapain juga aku bercanda. Aku udah suka sama Reihan sejak awal kita berteman Del. Bahkan sampai saat ini perasaanku tambah suka sama dia. Aku juga cemburu kalau lihat kamu berduaan sama dia dan aku nggak diajak. Tapi, kamu nggak boleh ngadu ke Reihan ya!”

“Hem, okedeh. Aku nggak akan bilang ke siapa-siapa. Ih aku nggak nyangka kalau kamu suka sama dia. Btw, maaf ya kamu jadi cemburu. Tapi tenang aja, aku nggak ada apa-apa kok sama Reihan. Kita cuma temen biasa,” ujar Delia sambil tersenyum.

Keesokan harinya aku tidak sengaja melihat buku harian Delia di dalam loker meja. Sebenarnya aku tidak ingin membacanya, ia tahu jika ia sampai membacanya itu sama saja merusak privasi Delia. Tapi, entah mengapa aku tidak bisa berhenti untuk membuka halaman demi halaman.

Hingga akhirnya aku menemukan sebuah tulisan yang berisi bahwa Delia selama ini juga mencintai Reihan. Bahkan Delia juga menulis Reihan seperti memiliki perasaan untuk dirinya. Jujur aku marah. Akhirnya kuputuskan untuk mencari Delia di taman sekolah.

Biasanya di jam istirahat begini dia akan menyirami tanaman-tanaman hidroponik miliki sekolah. Setelah aku sampai di sana aku tidak menyangka akan melihat pemandangan ini. Reihan menyatakan cintanya kepada Delia. Dan Delia? Ia menerimanya.

Aku menangis. Aku kecewa pada Delia. Ternyata selama ini ia hanya berbohong. Berpura-pura baik dibelakangku. Kenapa dia kemarin bilang mereka hanya teman. Sudahlah, percuma aku menangisi mereka. Intinya, aku kecewa pada mereka berdua.

Wah, cerpen putus persahabatan memang selalu menarik ya untuk diikuti. Pada akhirnya memang persahabatan tidak akan bisa terus bertahan jika tidak saling jujur satu sama lain.

sumber: http://rizkymaliap.blogspot.com/2014/09/cerpen-resensi.html

Originally posted 2019-09-06 08:59:19.


Leave a Comment