Mengenal Berbagai Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial bisa disebut sebagai komunikasi dua arah yang terjadi pada peristiwa sehari-hari. Melalui interaksi masyarakat dapat saling membagikan cerita serta kegiatan sehari-hari mereka.

Akan tetapi, adanya interaksi hanya akan terjadi apabila terdapat dua orang atau lebih dan juga suatu bahan untuk dibicarakan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengertian dan bentuk-bentuk interaksi, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu Interaksi Sosial?

Apa itu interaksi sosial? Pengertian Interaksi sosial sering kali hanya di artikan sebagai proses berbicara antar dua individu atau lebih.

Padahal, sebenarnya pengertian interaksi bisa lebih luas daripada itu, yakni hubungan sosial yang dinamis oleh beberapa individu, kelompok, dan juga komunitas.

Bentuk Interaksi Sosial

Seperti yang diketahui bahwa terdapat 2 bentuk interaksi sosial yang seringkali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif. Apa perbedaan keduanya? Simak ulasan lengkapnya berikut.

1. Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Bentuk interaksi sosial asosiatif berpusat pada bentuk kegiatan yang bertumpu pada kesatuan dan persatuan. Macam-macam bentuk  interaksi asosiatif adalah akulturasi, asimilasi, akomodasi, dan juga kerja sama. Semua bentuk interaksi tersebut mengandalkan tenggang rasa yang tinggi serta saling menghormati.

a. Akomodasi

apa itu akomodasi
apa itu akomodasi (pryor.com)

Akomodasi merupakan suatu proses interaksi sosial yang dilakukan untuk menyelesaikan sebuah masalah yang ada. Saat terjadi konflik di antara dua pihak, tentunya akan ada usaha untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Terdapat beberapa bentuk akomodasi sebagai proses sosial, misalnya koersi, kompromi, dan konsiliasi. Semuanya merupakan tahap-tahapan perdamaian.

b. Akulturasi

apa itu akulturasi
apa itu akulturasi (kompas)

Akulturasi merupakan proses penerimaan unsur baru menjadi suatu kebudayaan, namun tidak berusaha untuk menghilangkan unsur yang lama.

Secara singkatnya, akulturasi merupakan percampuran antara dua kebudayaan tanpa menghilangkan unsur yang sudah dimiliki oleh kebudayaan tersebut.

Bukti nyatanya adalah beberapa candi yang ada di Indonesia yang merupakan campuran dari berbagai kebudayaan, seperti Hindu dan juga Budha.

c. Asimilasi

apa itu asimilasi
apa itu asimilasi (brilio)

Asimilasi memiliki pengertian yang cukup mirip seperti akulturasi, hanya saja dalam asimilasi dua kebudayaan yang bercampur tersebut benar-benar meninggalkan unsur budaya awalnya sehingga muncullah kebudayaan baru.

Contohnya adalah orang-orang etnis Tionghoa-Arab yang berada di Pekalongan sudah menggunakan bahasa Jawa sebagai alat komunikasi mereka.

d. Kerja Sama

apa itu kerjasama
apa itu kerjasama

Kerja sama merupakan sebuah proses kegiatan yang mengandalkan adanya rasa kesatuan dan juga persatuan yang kuat. Dalam sebuah kerja sama yang dipentingkan adalah rasa saling menghargai dan peka terhadap tugasnya masing-masing. Beberapa contoh kerja sama adalah bersih desa, kerja bakti, dan proses kegiatan lainnya.

2. Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Berbeda dengan bentuk sosial asosiatif, bentuk interaksi sosial disosiatif cenderung mengarah pada proses perpecahan.

Proses tersebut dilakukan oleh individu maupun kelompok, tanpa ada pengecualian. Terdapat beberapa jenis proses sosial disosiatif, yakni persaingan, kontravensi, dan pertentangan.

a. Persaingan

apa itu persaingan
apa itu persaingan

Persaingan merupakan bentuk saling membandingkan antara satu individu dengan individu yang lainnya. Yang menjadi masalah adalah persaingan di sini merujuk pada persaingan yang tidak sehat.

b. Kontravensi

apa itu kontravensi
apa itu kontravensi (sadhguru.org)

Mungkin istilah ini masih terasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Kontravensi sendiri memiliki arti sebagai sebuah perasaan tidak suka yang hanya dipendam oleh pemiliknya. Hal tersebut hanya akan menimbulkan perasaan tidak nyamansaat melakukan proses interaksi.

c. Pertentangan

apa itu pertentangan
apa itu pertentangan (probonoaustralia.com)

Jenis disosiatif yang satu ini merupakan proses interaksi yang cenderung mengarah pada kekerasan dan juga paksaan. Biasanya, pertentangan tersebut terjadi akibat adanya perbedaan antara dua individu atau lebih.

Agar proses interaksi dapat berjalan lancar dibutuhkan beberapa komponen seperti individu, kelompok, atau komunitas yang memiliki kepentingan tertentu.

Selain itu, dalam proses interaksi tersebut harus terjadi kontak sosial dan juga komunikasi. Tanpa ada semua unsur tersebut, proses interaksi tidak akan terjadi.

Pentingnya interaksi sosial dilakukan demi terjalinnya komunikasi antar individu setiap harinya. Tanpa adanya interaksi tidak akan ada proses sosial dan juga aktivitas sehari-hari. Semoga informasi terkait interaksi sosial di atas membantu!

Originally posted 2019-09-17 22:48:50.


Leave a Comment