Pengertian Zaman Batu

Zaman prasejarah atau zaman batu terbagi menjadi 4 periode. Jauh sebelum adanya zaman modern seperti ini sudah ada zaman prasejarah yang dirasakan oleh nenek moyang kita. Zaman prasejarah sendiri merupakan sebuah zaman di mana sangat berbeda dengan zaman modern saat ini. Pada zaman itu semuanya masih sangat sederhana dan nenek moyang kita hanya memanfaatkan apa saja yang tersedia di alam.

Empat periode pada zaman prasejarah tersebut meliputi zaman paleotikum, zaman mesolitikum, zaman megalitikum dan juga zaman neolitikum. Sebagian dari kita pasti sudah tidak asing mendengar tentang materi zaman batu.

Mengapa? pelajaran tentang zaman batu sendiri sudah pernah kita pelajari ketika masih sekolah dasar. Nah, untuk mengingat lagi tentang zaman batu, berikut akan diulas beberapa hal tentang zaman batu. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, periode zaman batu hingga pembagiannya.

Definisi Zaman Batu

Sesuai dengan namanya, zaman batu merupakan suatu masa atau zaman yang mana masyarakatnya masih menggunakan peralatan yang terbuat dari batu. Peralatan yang dibuat tersebut guna untuk meringankan kegiatan dan aktivitas yang dilakukan. Karena semua barang atau peralatannya terbuat dari batu tidak heran jika zaman ini sering disebut sebagai zaman batu. Perlu diketahui bahwa pada zaman batu ini logam dan bahan-bahan lainnya masih belum dikenal.

Sehingga satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan batu agar memudahkan berbagai kegiatan yang dilakukan pada masa itu. Umumnya alat dari batu ini digunakan untuk mencari makan dan juga mempertahankan hidupnya.

Zaman batu ini dimulai kurang lebih sekitar 600.000 SM yang lalu. Selain menggunakan batu, pada masa ini juga menggunakan kayu untuk bertahan hidup. Namun hingga saat ini tidak ditemukan fosilnya karena adanya proses pelapukan dan tidak tahan lama. Jadi bisa disimpulkan bahwa ciri-ciri zaman batu ini yaitu hampir semua peralatan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari terbuat dari batu.

Periodisasi Zaman Batu

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa  periodisasi zaman batu ini terdiri atas 4 periode. Masing-masing pembagian zaman batu tersebut umumnya memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda. Langsung saja berikut ini akan disajikan urutan zaman batu itu sendiri.

1. Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)

Zaman batu tua atau zaman batu palaeolithikum merupakan zaman dimana muncul manusia prasejarah yang peralatannya dibuat dari batu. Cara pengerjaannya pun masih sangat kasar. Zaman tersebut terjadi kurang lebih 600.000 tahun yang lalu di zaman pleistosen. Ketika itu manusia pra-aksara hidup  dengan anggota kelompok dengan kisaran 10-15 orang.

Pada saat itu, mereka telah mengenal api, meskipun hanya digunakan sebagai senjata untuk menghadapi makhluk hidup lain. Mereka juga menggunakan nya untuk menakuti binatang buruan. Berburu dan mengumpulkan makanan dengan cara memungut langsung dari alam atau food gathering adalah cara mereka untuk mendapatkan bahan makanan.

Fosil Zaman Batu Tua

Mereka sangat bergantung pada persediaan makanan dari alam sekitar. Hal ini dikarenakan mereka belum bisa membuat atau memproduksi makanannya sendiri. Berikut beberapa fosil yang bisa membuktikan bahwa zaman paleotikum ini benar-benar ada, yaitu

  1. Meganthropus Paleojavanicus
  2. Homo Wajakensis
  3. Homo Erectus dan Homo Soliensis

Pada zaman ini nenek moyang kta memiliki tempat tinggal yang selalu berpindah-pindah tempat atau nomaden. Hal ini dikarenakan mereka akan mencari tempat mengikuti musim makanan. Jika makanan yang ada di tempat mereka habis, maka mereka akan pindah ke tempat lain yang persediaan makanannya masih ada.

Pada zaman ini, manusia hidup di dalam gua atau atau dipinggir muara sungai untuk mempermudah dalam pencarian makanan. Tempat itu juga digunakan sebagai tempat untuk melindungi diri dari cuaca panas, hujan dan serangan dari binatang buas.

Ciri-Ciri Zaman Batu Tua

Untuk lebih jelasnya berikut ini akan diulas ciri-ciri zaman paleotikum yang tentu saja berbeda dengan zaman batu lainnya.

  1. Pada zaman ini hidupnya berkelompok kecil, hal tersebut bertujuan untuk memudahkan mereka dalam mencari makan.
  2. Nomaden atau berpindah-pindah. Seperti yang diketahui bahwa pada zaman batu tua ini nenek moyang kita masih belum memiliki tempat tinggal tetap. Sehingga mereka cenderung hidup berpindah-pindah menyesuaikan kondisi yang terjadi pada saat itu. Tempat tinggal mereka biasanya dipadang rumput, goa, dan beberapa tempat yang dekat dengan sumber makanan. Umumnya mereka akan mencari tempat tinggal yang dengan sumber air untuk memudahkan dalam mencari makanan.
  3. Hidup nenek moyang pada zaman ini sangat bergantung dengan alam sekitar. Sehingga tidak heran jika makanan dan juga tempat tinggal mereka sangat bergantung dengan kondisi alam.
  4. Alat yang tersedia pada zaman ini masih sangat sederhana. Batu yang dipakai alat pun masih berbentuk kasa. Beberapa contoh alat-alat yang dijumpai pada zaman ini seperti kapak genggam yang digunakan untuk memotong. Tidak hanya itu alat tersebut juga digunakan untuk menggali dan menguliti binatang.
  5. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi masih sangat sederhana. Hal tersebut tentu sangat berbeda dengan zaman zaman setelah zaman batu tua ini.

Pada zaman palaeolithikum, kebudayaan yang sudah ada adalah kebudayaan Pacitan. Peninggalan zaman paleolitikum misalnya, kapak genggam (chopper) dan kapak perimbas. Ada juga kebudayaan Ngandong yaitu kebudayaan yang terbuat dari alat-alat dari tulang dan tanduk rusa.

Peninggalan Zaman Batu Tua

Beberapa peninggalan zaman batu tua di antaranya sejenis pisau, alat penggali ubi dan penangkap ikat. Ada juga alat serpih (flakes) dari Sangiran dan Sragen. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa alat yang ditemukan pada zaman paleotikum atau zaman batu tua.

1. Kapak Genggam

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pada zaman batu tua ini alat yang digunakan masih sangat sederhana. Salah satu alat sederhana yang dijumpai pada masa ini yaitu kapak genggam. Mendengar namanya pasti kita sudah tidak asing, bukan? Kapak genggam sendiri merupakan salah satu alat yang banyak dijumpai didaerah Pacitan. Umumnya alat ini disebut dengan istilah ‘chopper” yang berarti alat penetak atau pemotong.

Alat ini disebut dengan istilah atau nama kapak genggam karena jika dilihat dari wujudnya hampir sama dengan kapak. Akan tetapi kapak genggam ini tidak bertangkai dan cara menggunakannya dengan cara menggenggam.

Jika dilihat dari bentuknya, nenek moyang kita membuat alat ini dengan cara memangkas salah satu sisi batu.  Pada salah satu sisinya dibuat lebih tajam dan pada sisi yang lainnya dibiarkan apa adanya. Nenek moyang kita menggunakan kapak genggam ini untuk membuat dan menggali umbi.

2. Kapak Perimbas

Selanjutnya adalah kapak perimbas. Salah satu fungsi dari alat yang satu ini adalah untuk merimbas kayu, memahat tulang dan juga sebagai senjata pertahanan diri. Alat zaman batu tua ini ditemukan di daerah Gombog (Jawa tengah), Sukabumi (Jawa Barat), Lahat (Sumatera Selatan), dan Goa Choukoutieen (Beijing).

Di Indonesia sendiri kapak perimbas banyak dijumpai didaerah Pacitan, Jawa Tengah sehingga tidak heran banyak yang menyebutnya sebagai kebudayaan pacitan.

3. Alat-Alat Dari Tulang Binatang

Satu lagi alat-alat zaman batu tua yang banyak dijumpai yaitu alat-alat yang terbuat dari tulang binatang. Perlu diketahui bahwa alat yang satu ini termasuk hasil dari kebudayaan Ngandong. Kebanyakan alat yang dijumpai dalam bentuk alat penusuk dan ujung tombak. Fungsi utama dari alat ini adalah untuk mengorek ubi dan juga keladi dari dalam tanah.

2. Zaman Batu Tengah (Mesolithikum)

Zaman mesolithikum atau zaman batu tengah adalah zaman peralihan dari zaman palaeolithikum menuju ke zaman mesolithikum. Kehidupan manusia pra-aksara pada zaman ini belum mengalami banyak perubahan. Pada zaman ini alat-alat yang diproduksi masih terlihat sangat kasar meskipun telah diupayakan untuk memperhalus dan mengasahnya.

Alat-alat yang ditemukan di era tersebut yaitu, Sumateralith (kapak genggam Sumatera) yang berfungsi untuk memahat tulang, merimbas kayu dan digunakan sebagai senjata.

Peninggalan zaman batu tengah yang lain adalah mata panah bergerigi. Yang memiliki fungsi sebagai senjata penting, sebagai alat berburu, serta menangkap ikan. Alat ini terbuat dari batu dan tulang binatang. Pada zaman ini pula ditemukan sesuatu peninggalan yang istimewa yaitu kjokkenmoddinger. kjokkenmoddinger merupakan tumpukan kulit kerang dan siput yang telah membatu dan banyak dijumpai di pesisir pantai.

Pada waktu itu mereka memakan biota yang ada dipesisir pantai. Mereka memakan kepala siput dan kerang dengan cara dipatahkan ujungnya lalu dihisap.


Peninggalan yang kedua dari zaman mesolithikum ini adalah abris sous roche adalah suatu gua yang dipakai sebagai tempat tinggal. Mereka hidup di dalam sebuah ceruk yang memberikan perlindungan dari cuaca panas dan dingin serta binatang buas. Ceruk tersebut berada di dalam batu karang.

Ciri-Ciri Zaman Batu Tengah

Untuk lebih jelasnya berikut ini ciri-ciri zaman mesolitikum yang perlu diketahui, antara lain:

  1. Zaman ini sudah memiliki kemampuan untuk bercocok tanam meskipun masih menggunakan alat yang terbilang masih sangat sederhana.
  2. Pada zaman ini nenek moyang kita sudah memiliki tempat tinggal yang bisa dikatakan semi permanen. Biasanya mereka tinggal di gua atau di pantai.
  3. Jika dilihat dari segi kemampuan, nenek moyang pada zaman mesolitikum ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Perlu diketahui bahwa pada zaman ini nenek moyang kita sudah mampu membuat kerajinan dari gerabah
  4. Aktivitas yang sering dilakukan pada zaman ini yaitu melakukan food gathering atau mengumpulkan makanan.
  5. Hampir sama dengan zaman sebelumnya yaitu paleotikum, alat yang dipakai pada zaman ini masih terbuat dari batu yang masih kasar.
  6. Pada zaman ini sudah ditemukan sampah dapur yang sering disebut dengan istilah klojen mondinger

Manusia pra-aksara di zaman ini tidak lagi hidup secara nomaden, akan tetapi mereka hidup dengan cara menetap di tepi pantai. Namun, sebagian dari mereka juga ada yang masih tinggal di gua dan ceruk batu padas.

Merekapun juga melakukan cocok tanam dan mengatur masyarakatnya. Serta melakukan pembagian pekerjaan antara lain yang memiliki tugas berburu adalah kaum laki-laki dan yang mengurusi anak serta membuat kerajinan seperti anyaman dan keranjang adalah tugas kaum wanita.

Peninggalan Zaman Batu Tengah

Manusia pada zaman ini juga mulai mengenal kesenian. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peninggalan berupa tapak tangan berwarna merah dan gambar babi hutan. Peninggalan ini ditemukan di sebuah gua di Maros (Sulawesi Selatan). Para ahli sejarahpun juga meyakini bahwa peninggalan tersebut adalah salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat prasejarah. Untuk lebih jelasnya berikut ini ulasan alat-alat yang ditemukan pada zaman mesolitikum, antara lain:

1. Pebble Sumatra/Kapak Genggam Sumatera

Alat pertama yang ditemukan pada zaman mesolitikuk adalah pebble Sumatera atau biasa disebut Kapak genggam Sumatera. Perlu diketahui bahwa alat zaman batu tengah ini ditemukan oleh PV Van Stein Callenfels pada tahun 1925 an. Sebelumnya menemukan kapak itu, PV Van Stein Callenfels melakukan penelitian disekitaran bukit kerang Sumatera. Bahan utama yang digunakan untuk membuat kapak tersebut adalah batu kali yang memiliki tekstur pecah-pecah.

2. Hachecourt/Kapak Pendek

Selain kapak genggam, ternyata PV Stein Callenfels juga menemukan Kapak Pendek atau Hachecourt di dalam bukit kerang. Sesuai dengan namanya kapak ini memiliki panjang yang tidak sama dengan alat sebelumnya atau pebble.

3. Pipisan

Satu lagi alat prasejarah yang juga ditemukan pada zaman mesolitikum. Pipisan sendiri merupakan batu batuan penggiling beserta dengan landasannya. Selain dipakai untuk menggiling makanan pada zaman itu, batu ini juga dipakai untuk menghaluskan cat merah. Cat merah tersebut berasal dari tanah yang berwarna merah atau sering disebut tanah merah.

Jadi jika disimpulkan, zaman mesolitikum atau zaman batu tengah ini memiliki banyak sekali kemajuan dibandingkan dengan zaman sebelumnya. Pada zaman ini nenek moyang kita sudah memiliki tempat tinggal yang semi permanen. Selain itu mereka juga sudah mulai bercocok tanam serta memiliki kemampuan untuk membuat kerajinan.

3. Zaman Batu Muda (Neolithikum)

Ciri-ciri pada zaman ini adalah adanya kebudayaan seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan dan pembuatan tembikar. Selain berburu manusia pada zaman batu muda sudah mengenal cara bercocok tanam. Walaupun masih sangat sederhana, mereka juga sudah mampu menghasilkan makanan mereka sendiri (food producing).

Pada zaman batu madya peralatan sudah diasah sampai halus, bahkan ada yang bentuknya sangat indah. Contoh peralatan yang sudah diasah dengan halus adalah kapak lonjong dan kapak persegi. Ditemukan pula mata panah dan mata tombak di daerah Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Alat tersebut digunakan untuk berburu dan keperluan yang lainnya. Kapak persegi banyak ditemukan di daerah Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Nusa Tenggara. Sementara kapak lonjong banyak ditemukan di Sulawesi, Maluku dan Papua.

Ciri-Ciri Zaman Batu Madya

Perkembangan penting yang terjadi adalah banyak ditemukan kapak lonjong dan kapak persegi, namun berada di daerah yang berbeda. Perbedaan tersebut dikarenakan bersamaan dengan persebaran bangsa Austronesia yang datang pada 2000 SM. Berikut ini ciri-ciri pada zaman batu muda (neolithikum):

  1. Zaman ini berlangsung pada 2000 SM.
  2. Memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berburu dan mengumpulkan makanan namun sudah mampu membuat makanan sendiri (food producing).
  3. Manusia pada zaman ini sudah tinggal secara menetap.
  4. Peralatan yang digunakan sudah diasah dan dihaluskan.
  5. Manusia pada zaman ini sudah mampu bercocok tanam.
  6. Kepercayaan yang dianut animisme dan dinamisme.
  7. Peninggalan alat-alatnya berupa kapak lonjong dan kapak persegi.
  8. Di Indonesia bagian barat da timur banyak ditemukan peninggalan peralatan pada zaman ini.

Peralatan pada zaman ini selain sudah diasah dan dihaluskan juga terdapat beberapa alat yang diukir dan dipahat. Dan berikut ini adalah peninggalan pada zaman neolithikum yaitu,  kapak persegi, kapak lonjong, mata panah dan mata tombak. Selain itu juga gerabah, perhiasan, dan alat pemukul kulit kayu.

4. Zaman Batu Besar (Megalithikum)

Zaman ini diperkirakan berlangsung dari zaman batu muda sampai zaman logam. Ciri utama manusia yang hidup di zaman ini yaitu mereka mampu membuat bangunan-bangunan besar dari batu. Banyak bangunan-bangunan besar dari batu yang kebanyakan berkaitan dengan kepercayaan manusia pada zaman itu, seperti sarkofagus, kubur batu, punden berundak, arca, menhir, dan dolmen.

Penemuan budaya megalitikum ini karena adanya penemuan megalith. Bangunan-bangunan pada masa ini digunakan untuk penghormatan dan pemujaan pada roh leluhur. Sementara untuk megalith sendiri dibangun atasa dasar kepercayaan bahwa adanya hubungan antara yang masih hidup dengan yang sudah mati serta pengaruhnya pada kesejahteraan dan kesuburan tanah.

Peninggalan Zaman Batu Besar

Pembangunan megalith diawali dari masa bercocok tanam sampai masa perundagian. Megalith dibangun untuk digunakan oleh kelompok utamanya saat pemujaan terhadap roh nenek moyang. Megalith ini dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah nusantara.Selain megalith banyak bangunan-bangunan lain yang merupakan hasil dari peninggalan zaman megalitikum, yaitu:

1. Menhir

Berasal dari kata men yang artinya batu dan hir yang artinya berdiri. jadi, menhir adalah batu panjang yang bediri tegak sebagai media untuk penghormatan, sebagai tempat roh, dan lambang bagiorang yang meninggal. Dalam pemujaan, menhir juga digunakan sebagai tempat menambatkan hewan. Biasanya menhir hanya disimpan atau ditancapkan pada kuburannya.

2. Sarkofagus

Bentuk dari sarkofagus sendiri seperti lesung, namun terbuat dari satu batu utuh yang kemudian dibentuk sebagai wadah dan tutup. Mayat diposisikan meringkuk dalam sarkofagus. Pada sarkofagus biasanya banyak pahatan dengan motif topeng/kedok dalam berbagai ekspresi untuk mencegah gangguan gaib pada roh orang yang mati.

Di Indonesia, sarkofagus banyak ditemukan di Bondowoso (Jawa Timur) dan Bali. Sarkofagus sendiri digunakan untuk menyimpan mayat pimpinan kelompok. Tujuan mereka memasukkan mayat  pemimpin mereka dalam sarkofagus adalah:

  • Mencegah pembusukan pada si mayat karena kecintaan mereka pada pemimpinnya
  • Mencegah terjadinya penggalian oleh binatang yang biasanya terjadi di Bali.
3. Dolmen

Berasal dari kata dol yang artinya meja dan men  yang artinya batu. Jadi pengertian dari dolmen adalah batu besar dengan permukaan rata. Dolmen sendiri digunakan untuk meletakkan sesaji, pelinggih roh, dan tempat duduk ketua suku untuk mendapatkan berkat magis dari leluhurnya. Dolmen banyak ditemukan di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

4. Punden Berundak

Punden berundak adalah bangunan dari batu yang berbentuk bertingkat dan digunakan untuk pemujaan pada leluhur yang di atasnya terdapat menhir. Punden berundak banyak ditemui di Banten, Sukabumi, dan Lampung.

5. Arca

Arca merupakan patung yang berbentuk sederhana dan kasar yang biasanya berbentuk kepala raja. Arca-arca sederhana berbentuk gajah, kerbau, dan monyet menggambarkan leluhur-leluhur binatang. Arca batu zaman megalitikum ditemukan di Sumatra Selatan, Jawa Barat, Sulawesi, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.

6. Waruga

Waruga merupakan kubur batu yang ukurannya dan berbentuk menyerupai kubus. Fungsi waruga sendiri seperti sarkofagus, namun posisi mayat yang didalamnya jongkok terlipat, dan waruga hanya dapat ditemukan di Minahasa.

7. Kubur Batu

Kubur batu berbentuk seperti sarkofagus, namun terbuat dari empat buah atau lebih lempengan (papan) batu tulis. Kubur batu banyak ditemukan di Sumatra Selatan, Kajar, dan Gunung Kidul.

Demikian lah penjelasan tentang zaman batu, mulai dari pengertian hingga periode zaman batu itu sendiri. Dari ulasan tentu kita mengetahui bahwa setiap periodenya memiliki ciri-ciri dan perkembangan yang berbeda-beda. Semoga informasi diatas semakin membuka wawasan kita tentang zaman prasejarah nenek moyang dan kebudayaan dulu yang harus tetap dijaga.

Originally posted 2019-05-05 21:12:13.


6 thoughts on “Pengertian Zaman Batu”

Leave a Comment