Jenis Sistem Ekskresi Tubuh

3 min read

penjelasan lengkap ekskresi manusia

Sistem ekskresi mempunyai arti yang sama dengan proses metabolisme. Pada ekskresi mengacu pada keseluruhan organ yang terlibat di dalamnya serta jenis zat sisa yang dikeluarkan. Sedangkan proses metabolisme mengacu pada proses pembakaran zat tubuh.

Pengertian Sistem Ekskresi

sistem ekskresi tubuh
sistem ekskresi tubuh (Hyperphysics)

Pengertian sistem ekskresi secara umum adalah proses pembuangan zat sisa dari proses metabolisme tubuh. Dalam tubuh manusia mempunyai 5 jenis ekskresi.

Masing-masing proses ekskresi tersebut memiliki jenis zat sisa metabolisme yang berbeda-beda. Begitu pula dengan organ yang terlibat dalam salah satu ekskresi tersebut. Macam-Macam sistem ekskresi tersebut meliputi kulit, ginjal, paru-paru, hati dan sistem pencernaan.

Kulit

ekskresi bagian bagian kulit
ekskresi bagian bagian kulit (Softilmu.com)

Kulit termasuk ke dalam salah satu proses eksresi tubuh. Sebab kulit dapat mengeluarkan zat sisa dari proses metabolisme tubuh. Frekuensi ekskresi pada kulit ini paling banyak daripada proses eksresi pada organ tubuh lain.

Sistem Ekskresi Pada kulit adalah keringat. Zat sisa dari ekskresi kulit berupa cairan yang mengandung minyak tubuh dan terasa asin. Ekskresi Pada kulit terjadi ketika tubuh merasa panas, saat melakukan aktivitas serta perubahan hormon.

Kulit ini adalah organ tubuh paling luar yang merupakan pelindung sekaligus pelapis tubuh serta keseluruhan bagian pada tubuh. Pada organ tubuh ini mempunyai 3 buah bagian, yaitu :

1. Epidermis atau lapisan kulit ari

Epidermis adalah lapisan organ kulit yang paling luar. Lapisan ini mempunyai ukuran yang sangat tipis seperti ukuran lembaran kertas.

Pada Epidermis ini terdapat 2 buah lapisan, yaitu lapisan malphigi dan lapisan tanduk. Lapisan malphigi ialah lapisan epidermis bagian dalam.

Pada lapisan ini terdapat pigmen warna kulit dan dapat melindungi sel dibawahnya dari sinar matahari. Lapisan malphigi tersusun atas beberapa sel yang hidup. Sel–sel tersebut dapat membelah diri.

Pada lapisan tanduk terdiri dari beberapa sel yang telah mati. Lapisan ini tidak mengandung serabut saraf dan pembuluh darah. Sehingga jika lapisan ini mengelupas, tubuh tidak akan berdarah. Lapisan tanduk ini sangat sensitif dan mudah mengelupas.

2. Dermis atau lapisan kulit jangat

Lapisan dermis mempunyai 6 buah jaringan yang mempunyai fungsi masing –masing. Jaringan pertama adalah pembuluh kapiler yang berfungsi memberikan nutrisi untuk sel kulit dan akar rambut.

Selanjutnya kelenjar keringat yang berfungsi untuk menghasilkan keringat. Pada bagian inilah proses ekskresi pada kulit terjadi. Keringat yang telah dihasilkan oleh kelenjar keringat akan keluar menuju ke lapisan epidermis.

Jaringan ketiga adalah kelenjar minyak, fungsinya untuk menghasilkan minyak yang menjaga kelembaban kulit dan rambut. Untuk jaringan pembuluh darah berfungsi untuk menyebarkan darah ke semua jaringan atau sel.

Fungsi dari jaringan pembuluh saraf yaitu merespon dan merasakan berbagai macam jenis sentuhan dan interaksi yang berhubungan dengan kulit. Pada jaringan ini dapat mengetahui rasa panas, dingin, sakit dan lainnya.

Jaringan yang terakhir adalah kantong rambut. Pada jaringan ini merupakan tempat dari akar rambut, batang serta kelenjar minyak rambut. Tidak semua bagian kulit mempunyai kantong rambut, seperti telapak tangan.

3. Jaringan ikat bawah kulit

Lapisan kulit yang terakhir ini merupakan pembatas antara lapisan dermis dan lemak. Fungsi dari jaringan ini adalah sebagai sumber energi dan menekan suhu tubuh.

Ginjal

ekskresi bagian bagian ginjal
ekskresi bagian bagian ginjal (edyutomo.com)

Ginjal merupakan suatu organ yang dikenal dengan proses eksresi yang menghasilkan urin. Di dalam tubuh, terdapat sepasang ginjal.


Ginjal kanan terletak di ruas tulang pinggang dan ginjal kiri terletak di rongga perut bagian kiri. Proses sistem ekskresi ginjal disebut dengan kencing dengan zat sisa yang berupa cairan urin.

Ginjal mempunyai beberapa fungsi. Fungsi pertama menyaring zat sisa hasil metabolisme dari darah. Ginjal juga menjaga keseimbangan cairan tubuh, basa, kadar asam, serta garam. Selain itu organ ini dapat mengeksresikan kadar gula darah yang melebihi batas normal.

Ginjal mempunyai 3 buah bagian, yaitu kulit ginjal / korteks renalis, sumsum ginjal / medulla, rongga ginjal / pelvis renalis. Kulit ginjal berfungsi menyaring darah.

Medulla berfungsi mengalirkan urin menuju ke saluran lain yang lebih besar. Rongga ginjal berfungsi menampung cairan urin sementara hingga dikeluarkan lewat ureter.

Paru-Paru

ekskresi bagian bagian paru paru
ekskresi bagian bagian paru paru (hellosehat.com)

Paru-paru adalah organ tubuh yang digunakan untuk bernapas. Letak dari organ ini berada di dada dan dilindungi tulang rusuk. Proses eksresi pada organ ini adalah bernafas dengan zat sisa berupa gas karbondioksida.

Organ paru-paru ini mempunyai lapisan luar yang disebut dengan pleura. Lapisan tersebut berfungsi untuk melindungi dan sekaligus membungkus paru-paru.

Paru-paru terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian kiri dan kanan. Pada bagian kiri mempunyai 2 buah segmen. Sedangkan bagian kanan terdapat 3 buah segmen.

Masing-masing bagian dari paru-paru mempunyai fungsi sebagai menyerap gas oksigen yang telah dihirup. Kemudian hasil dari ekskresi tersebut berupa gas karbondioksida. Lalu mengeluarkan zat sisa tersebut melalui saluran pernapasan.

Hati

ekskresi bagian bagian hati
ekskresi bagian bagian hati (Artikelsiana.com)

Hati / liver adalah sebuah organ tubuh yang terletak di bawah diafragma bagian kanan. Organ ini dikenal sebagai organ yang dapat menetralisir racun dalam tubuh / penawar racun.

Selain itu, hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan glikogen, kelenjar pencernaan dan dapat membentuk sel-sel darah merah untuk janin.

Pada organ hati ini mempunyai proses eksresi yang tidak langsung. Karena zat sisa hasil ekskresi pada hati ini akan dikeluarkan melalui ginjal. Zat yang diekskresikan oleh hati adalah getah empedu yang rusak.

Lalu menghancurkan zat empedu tersebut di dalam limfa. Zat sisa tersebut berwujud cairan yang disebut dengan urea. Zat urea kemudian dibawa menuju ke ginjal melalui aliran darah. Di dalam ginjal zat tersebut diubah menjadi urin.

Sistem Pencernaan

sistem pencernaan tubuh
sistem pencernaan tubuh (causn.org)

Dalam sistem pencernaan, terdapat beberapa organ yang terlibat, seperti mulut, lambung hingga anus. Fungsi dari sistem pencernaan yang paling utama adalah menghancurkan semua makanan yang masuk ke dalam lambung. Lalu semua nutrisi yang terkandung di dalamnya diserap oleh tubuh.

Selain itu sistem pencernaan juga memiliki fungsi lain, yaitu ekskresi. Organ sistem ekskresi pada pencernaan hanya melibatkan lambung dan usus yang terlibat.

Kedua organ tersebut mempunyai fungsi masing-dalam sistem pencernaan. Proses eksresi yang terdapat pada sistem pencernaan berupa zat padat yang disebut dengan fases.

Ketika menghancurkan makanan, terdapat zat sisa yang tidak mengandung nutrisi apapun. Zat tersebut dibawa menuju ke usus halus. Dalam usus halus terjadi penyerapan nutrisi yang tidak diserap ketika di lambung.

Lali zat sisa tersebut dibawa ke usus besar. Dalam usus besar zat sisa akan dipisahkan antara cairan dan zat padat. Zat padat tersebut nantinya akan dikeluarkan melalui anus sebagai fases.

Itulah macam-macam sistem ekskresi yang terjadi pada tubuh. Proses tersebut sangat penting bagi tubuh, sehingga menjaga pola hidup sehat mempunyai pengaruh besar terhadap kelancaran semua ekskresi yang ada.

Originally posted 2019-09-22 11:25:07.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *