Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Contoh proposal usaha kerajinan biasanya digunakan oleh masyarakat yang ingin mengembangkan sebuah usaha atau UMKM. Proposal usaha sendiri yaitu dokumen tertulis bisnis yang dibuat oleh suatu perusahaan.

Dokumen tertulis ini mencerminkan segala elemen yang relevan, segment bisnis internal, serta eksternal atau bahkan pekerjaan baru. Biasanya proposal bisnis di sini berisikan tentang tujuan dan strategi dikembangkannya bisnis tersebut.

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil ketika kamu membuat proposal usaha seperti ini. Manfaat tersebut diantaranya yaitu bisa membandingkan rencana dan pengusaha dengan hasil nyata, serta membantu wirausaha dalam merancang dan menguji strateginya.

Untuk lebih lengkap, silahkan simak penjelasan dibawah ini mengenai proposal usaha kerajinan.

Judul Proposal Usaha Kerajinan

“PERANCANGAN KARYA TAS ANYAMAN BAMBU SEBAGAI PEMANFAATAN BAMBU BEKAS DI DESA BALESARI”

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seperti kita ketahui, anyaman bambu akan semakin terkikis jika tidak ada usaha yang tepat untuk mengembangkan kerajinan tersebut.

Maka dari itu dibutuhkan bantuan dari berbagai pihak agar kerajinan anyaman dari bambu dapat terus bertahan dan berkembang. Selain merupakan hasil kerajinan tradisional masyarakat Indonesia, dibanding benda- benda plastik, anyaman bambu sangatlah ramah lingkungan.

Pada zaman milenial seperti saat ini, kebutuhan akan sandang sangat meningkat, salah satu contohnya adalah tas. Masyarakat cenderung memilih tas-tas yang unik dan berbeda dari yang lain.

Sehingga karena alasan itulah makalah ini dibuat untuk memberikan informasi mengenai produk tas anyaman dari bambu yang unik dan menarik serta nantinya diharapkan dapat melestarikan produk anyaman bambu di Indonesia.

B. Visi

Melestarikan kebudayan anyaman bambu nusantara

C. Misi

  1. Melakukan inovasi terhadap produk anyaman bambu tradisional
  2. Melakukan peningkatan kualitas dan pengawetan anyaman bambu
  3. Memperkenalkan berbagai design masa kini

D. Perumusan Masalah

Terkait dengan pembahasan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa masalah yang timbul adalah kurangnya ketertarikan masyarakat terhadap anyaman bambu.

E. Tujuan Pendirian Usaha

Tujuan utama dari program ini yaitu untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap kesenian anyaman bambu.

BAB II PEMBAHASAN

A. Profil

Anyaman bambu atau kerajinan anyaman dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam karya di Indonesia. Selain digunakan sebagai anyaman, bambu juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan alat-alat rumah tangga.

Pada zaman milenial seperti saat ini, kebutuhan akan sandang sangat meningkat, salah satu contohnya adalah tas. Masyarakat cenderung memilih tas-tas yang unik dan berbeda dari yang lain.

Maka dari itu penulis akan menciptakan sebuah tas yang berasal dari anyaman bambu dengan model dan design kekinian. Anyaman akan dipadukan dengan bahan atau media lain sehingga menghasilkan desain atau model yang unik.

Selain itu kesannya yang cukup mewah juga bisa digunakan dalam berbagai acara.Tentunya dengan ini masyarakat akan jauh lebih tertarik menggunakan produk anyaman bambu dalam negeri.

B. Strategi Pasar

Agar bisnis diatas berhasil, maka penulis akan melakukan strategi pemasaran sebagai berikut ini.

1. Segmenting

Yang pertama yaitu segmenting atau segmentasi pasar, merupakan suatu kegiatan membagi suatu pasar menjadi beberapa kelompok pembeli.

Ada dua kriteria dalam segmentasi pasar, yaitu geografis dan demografis. Untuk kali ini penulis menetapkan kalangan perempuan remaja hingga dewasa, karena pada tahap inilah sifat konsumtif mulai muncul.

2. Targetting

Yang kedua yaitu targetting atau penetapan pasar sasaran. Berdasarkan segmentasi pasar yang telah dipilih, maka targetting yang dituju adalah lingkungan kampus, sekolah menengah atas, dan yang sederajat.

3. Posotioning

Positioning merupakan terbentuknya gambaran yang cocok bagi konsumen untuk tertarik membeli produk ini. agar lebih menarik masyarakat, penulis memberikan berbagai macam model terbaru yang fashionable, serta tambahan bahan yang membuat tas menjadi lebih estetik.

C. Analisis SWOT Untuk Kelayakan Usaha

1. Kekuatan (Strength)

Analisis SWOT yang pertama yaitu strength atau biasa disebut kekuatan. Di sini kamu harus bisa memahami kekuatan terbesar apa yang bisnis kamu miliki, hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kesuksesan perusahaan kamu.

Cara memahami kekuatan tersebut bisa dengan mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan perusahaan,  apa yang membuat bisnis kamu lebih baik dari lainnya, keunikan, dan masih banyak lagi.

Model kekinian dengan desain yang elegant ditambah dengan sedikit sentuhan bahan-bahan lainnya yang membuat tas terkesan estetik. Selain itu harganya yang cenderung lebih murah.

2. Kelemahan (Weakness)

Yang kedua yaitu weakness atau biasa disebut sebagai kelemahan. Kamu sudah pasti paham bahwa setiap bisnis tentu memiliki kelemahan. Setiap perusahaan pasti memiliki celah-celah yang bisa berpotensi menimbulkan kesalahan.

Nah dari sini kamu harus lebih detail dalam mengawasi segala kelemahan bisnis tersebut. Kamu harus bisa mengidentifikasi apa saja yang wajib ditingkatkan dalam perusahaan, yang harus dihindari, dan faktor penyebab kerugiannya

Banyak pesaing dari luar negeri, belum dikenal masyarakat, dan keterbatasan sumber daya manusia.

3. Peluang (Opportunities)

Adanya pasar yang sangat mendukung serta tempat usaha yang strategis.

4. Ancaman (Threats)

Inovasi produk fashion yang terus-menerus mengikuti perkembangan zaman.

BAB III RENCANA ANGGARAN

1. Modal/ Pemasukan

Modal yang dibutuhkan oleh penulis dalam sekali produksi tas anyaman adalah Rp.1.500.000, dengan rincian:

Total Biaya             = perlengkapan + bahan baku + biaya lainnya
= Rp. 40.000       + Rp. 20.000 + Rp. 15.000

Produksi 20 pcs    = Rp. 75.000 x 20
= Rp. 1.500.000

2. Penentuan Harga Jual

Harga pokok produksi adalah hasil dari total biaya dibagi dengan total produk.
= Rp. 75.000 per pcs

Harga Jual       = Harga pokok + laba yang diinginkan
= Rp. 75.000 + Rp. 25.000
= Rp. 100.000

3. Perhitungan Laba/Rugi

Laba    = (Harga Jual x Hasil Produksi) – Modal
= (100.000 x 20)-Rp. 1.500.000
=Rp. 2000.000 – Rp. 1.500.000
= Rp. 500.000


Presentase Laba   = Laba/ Modal x 100%
= 500.000/1500.000 x 100%
= 33%

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Membuat karya anyaman dibutuhkan ketelatenan dan keuletan yang luar biasa. Karena jika salah dalam memasukkan lungsi dan pakan, maka hasilnya tidak akan bagus.

Oleh karena itu kita harus menghargai pengrajin yang sudah bersusah payah membuat dan melestarikan kerajinan anyaman bambu ini. Dengan adanya karya tas anyaman ini diharapkan para generasi muda lebih bisa mencintai dan melestarikan kebudayaannya sendiri.

B. Saran

Kerajinan anyam yang merupakan warisan kita seharusnya dilestarikan dan dijaga keasliannya sepanjang masa. Sebagai generasi muda, tugas kitalah untuk melakukan hal tersebut, maka dari itu marilah kita lestarikan anyaman nusantara asli Indonesia.

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan setiap detail yang ada agar perusahaan kamu bisa berkembang dengan pesat serta tidak kalah saing dengan perusahaan lainnya. Tentu kamu tidak mau bukan bisnis yang kamu bangun susah payah malah tumbang di tengah jalan.

Download Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Download DOC | Download PDF

Tips Merancang Proposal Bisnis Kerajinan

Dokumen tertulis ini mencerminkan segala elemen yang relevan, segment bisnis internal, serta eksternal atau bahkan pekerjaan baru. Biasanya proposal bisnis di sini berisikan tentang tujuan dan strategi dikembangkannya bisnis tersebut.

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil ketika kamu membuat proposal usaha seperti ini. Manfaat tersebut diantaranya yaitu bisa membandingkan rencana dan pengusaha dengan hasil nyata, serta membantu wirausaha dalam merancang dan menguji strateginya.

Untuk lebih lengkap, silahkan simak penjelasan dibawah ini mengenai proposal usaha kerajinan.

1. Anggaran Usaha dalam Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Setiap contoh proposal usaha kerajinan pasti memiliki yang namanya anggaran usaha. Anggaran ini tentu digunakan untuk mengetahui berapa saja budget yang akan dikeluarkan oleh perusahaan terhadap produk tersebut.

Dengan adanya anggaran usaha, bisa dipastikan kamu tidak akan mengalami kerugian terlalu dalam. Selain itu kamu juga bisa lebih memantau pemasukan dan pengeluaran uang yang ada di perusahaan kamu.

Anggaran usaha ini meliputi modal, rencana harga jual, dan juga profit. Jangan lupa untuk melakukan analisis SWOT seperti dibawah ini.

A. Strength

Analisis SWOT yang pertama yaitu strength atau biasa disebut kekuatan. Di sini kamu harus bisa memahami kekuatan terbesar apa yang bisnis kamu miliki, hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kesuksesan perusahaan kamu.

Cara memahami kekuatan tersebut bisa dengan mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan perusahaan. Apa yang membuat bisnis kamu lebih baik dari lainnya, keunikan, dan masih banyak lagi.

B. Weakness

Kedua yaitu weakness atau biasa disebut sebagai kelemahan. Kamu sudah pasti paham bahwa setiap bisnis tentu memiliki kelemahan. Setiap perusahaan pasti memiliki celah-celah yang bisa berpotensi menimbulkan kesalahan.

Nah, dari sini kamu harus lebih detail dalam mengawasi segala kelemahan bisnis tersebut. Kamu harus bisa mengidentifikasi apa saja yang wajib ditingkatkan dalam perusahaan, yang harus dihindari, dan faktor penyebab kerugiannya.

C. Opportunities

Sebagai seorang pengusaha, kamu harus bisa melihat segala peluang yang ada di sekitar kamu. Kamu harus bisa dengan sigap memantau dan mengambilnya demi perkembangan perusahaan.

D. Threats

Terakhir yaitu threats atau ancaman. Semua perusahaan pasti memiliki berbagai ancaman yang sudah pasti akan menumbangkan jika tidak diatasi. Ancaman inilah yang wajib kamu atasi sedari dini.

2. Business Plan dalam Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Setiap usaha pasti memiliki business plannya sendiri. Lalu apa itu business plan? Business plan yaitu dokumen tertulis yang biasanya berisi tentang sifat suatu perusahaan. Di dalamnya terdapat strategi penjualan dan pemasaran dengan detail.

Selain itu dalam business plan juga berisi tentang kondisi pendanaan serta perkiraan pendapatan yang akan diterima oleh perusahaan. Business plan berisi tujuan atau goals yang diinginkan oleh sebuah perusahaan. Apa saja jenis business plan? Simak berikut ini.

A. Start-up Business Plan

Business plan yang mengandung produk barang ataupun jasa yang bisa ditawarkan. Selain itu di sini juga tersedia evaluasi pasar, faktor risiko, evaluasi kompetitor, dan juga sistem manajemen.

B. Strategic Business Plan

Lebih kompleks dibanding start-up business plan, terdapat hal-hal yang lebih spesifik. Strukturnya bisa berbeda-beda untuk setiap perusahaan, yang wajib dicantumkan hanya visi dan misi bisnis, faktor kritis, strategi, dan jadwal.

C. Operation Business Plan

Jenis ini khusus digunakan untuk kebutuhan internal perusahaan. Pada jenis ini terdapat perencanaan dan peraturan tentang operasional perusahaan. Di sini juga memuat tentang tanggung jawab bagi setiap pegawai yang bekerja.

3. Manajemen dalam Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Dalam memulai suatu bisnis atau usaha, kamu harus memiliki manajemen yang baik dan benar. dengan adanya manajemen yang baik, maka perusahaan kamu tidak akan mudah tumbang dan tergeser oleh perusahaan lainnya.

Manajemen usaha yang baik pertama harus memiliki proses produksi jelas. Proses produksi di sini bisa memuat tentang cara pembuatan, cara penanganan, cara kerja, bagaimana cara pendistribusiannya, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain itu pada manajemen usaha juga diperlukan pengendalian persediaan. Hal ini nanti sangat berguna agar perusahaan tidak kehabisan stock di tengah penjualan. Tentu semua itu akan berpengaruh besar terhadap skema naik turunnya omzet penjualan.

Manajemen usaha juga berisikan kontrol keuangan. Prinsipnya harus selalu ada uang tunai yang cukup ketika memulai usaha, menyisihkan sebagian profit untuk antisipasi biaya tak terduga, dan tidak menggunakan uang modal untuk keperluan pribadi.

Setelah kontrol keuangan, manajemen usaha harus berisikan mengenai modal, hasil penjualan/ jasa perbulan, dan juga laba. Hal ini nantinya bisa sangat membantu kamu untuk mengidentifikasi pengeluaran dan pemasukan perusahaan secara rutin.

4. Target Pasar dalam Usaha Kerajinan

Kamu pasti menginginkan perusahaan yang berjalan lancar bukan? Nah untuk itulah target pasar dibuat. Target pasar sendiri merupakan suatu kelompok konsumen yang bisa jadi sasaran penjualan atau promosi jasa yang kamu tawarkan.

Biasanya target pasar memiliki rentang umur, karakter, dan juga sifat yang hampir sama. Nah, dari situlah tercipta suatu golongan atau kelompok yang bisa kamu jadikan ladang memanen pundi-pundi keuangan.

Sebenarnya ada banyak faktor yang harus kamu perhatikan ketika membidik target pasar kamu. Faktor tersebut diantaranya yaitu ukuran segmen yang besar atau kecil, pertumbuhan segmen apakah bisa bertumbuh lebih besar atau tetap pada posisi.

Selanjutnya ada analisis situasi yang bisa kamu lakukan secara cermat sebelum menentukan target pasar. Sumber daya perusahaan juga sangat patut untuk kamu perhatikan. Terakhir yaitu biaya yang harus kamu keluarkan untuk mencapai segmentasi pasar tersebut.

Nah, ketika kamu sudah memenuhi semua faktor tersebut, maka kamu akan mendapatkan beragam manfaat yang sangat luar biasa. Manfaat dari target pasar sendiri sangatlah penting untuk kamu pahami, tentu hal ini untuk meningkatkan bisnis market kamu.

  • Bisa memudahkan kamu dalam menyesuaikan produk yang akan kamu buat. Selain itu juga bisa mengetahui strategi marketing apa yang cocok untuk target pasar tersebut.
  • Bisa mengembangkan posisi produk dan juga strategi marketing bauran pemasaran. Selain itu dengan adanya target pasar, kamu juga bisa mengidentifikasi bagian pasar yang bisa dilayani secara efektif sehingga perusahaan bisa berada di posisi terbaik.
  • Target pasar juga bisa bermanfaat untuk mengantisipasi adanya saingan perusahaan lainnya. Bisa memanfaatkan sumber daya manusia pada perusahaan secara efektif dan efisien, membidik peluang pasar yang jauh lebih luas.

Seperti itulah sedikit informasi mengenai contoh proposal usaha kerajinan yang bisa disampaikan. Gunakan artikel diatas bagi kamu yang ingin membuat proposal usaha yang baik dan benar.

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan setiap detail yang ada agar perusahaan kamu bisa berkembang dengan pesat serta tidak kalah saing dengan perusahaan lainnya. Tentu kamu tidak mau bukan bisnis yang kamu bangun susah payah malah tumbang di tengah jalan.


Leave a Comment