Pada hakikatnya manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam setiap aktivitas atau kegiatannya. Seperti yang diketahui bahwa manusia tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga dibutuhkan sikap saling menghargai agar kehidupannya dapat berjalan harmonis. Dalam mencapai keharmonisan antar individu atau kelompok perlu adanya kerukunan yang harus diciptakan.

Secara umum kerukunan dapat dicerminkan dari kekompakan yang terjalin antar sesama manusia dalam menjaga persatuan dan juga kesatuan. Sehingga penting sekali menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan dalam berbangsa agar kehidupan kita kedepannya tetap harmonis dan saling menghargai.

Lalu apa sebenarnya makna dari persatuan dan kesatuan itu? Kita seringkali mendengar istilah persatuan dan kesatuan, namun sebagian besar dari kita masih belum begitu memahami makna tersirat yang terkandung di dalamnya.

Nah untuk memahami lebih jelas tentang pengertian dari persatuan dan kesatuan. Langsung saja berikut ini akan diuraikan beberapa materi persatuan dan kesatuan serta faktor pendorongnya.

Definisi Persatuan dan Kesatuan

Persatuan dan Kesatuan sendiri sebenarnya berasal dari kata “satu” yang mana memiliki arti utuh atau tidak terpecah-belah. Jika dari arti luasnya pengertian persatuan sendiri diartikan sebagai perkumpulan berbagai corak mulai dari kalangan, ras, budaya hingga adat istiadat.

Sedangkan untuk pengertian kesatuan adalah hasil dari persatuan yang sudah menjadi utuh atau tidak terpecah belah. Sehingga hal tersebutlah yang membuat persatuan dan kesatuan sangatlah erat hubungannya dan tidak dapat dipisahkan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persatuan dan kesatuan memiliki makna bersatunya berbagai corak yang beraneka ragam menjadi utuh dan serasi. Persatuan dan kesatuan Bangsa tersebut didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.

Makna Persatuan Dan Kesatuan

Seperti yang diketahui bahwa dalam kalimat persatuan dan kesatuan mengandung 3 makna penting bagi bangsa Indonesia. Langsung saja berikut beberapa arti persatuan dan kesatuanyang harus kita ketahui.

  1. Selalu menjaga rasa persatuan dan kesatuan dengan cara menjalin rasa kebersamaan dan saling melengkapi antar bangsa.
  2. Selalu berusaha untuk menjalin toleransi dan juga rasa kemanusiaan sehingga dapat tercapai kehidupan yang serasi dan harmonis.
  3. Berusaha untuk menjalin rasa kekeluargaan, persahabatan, saling tolong menolong dan juga nasionalisme antar bangsa.

Nilai-Nilai Persatuan Dan Kesatuan

Perlu diketahui bahwa di dalam kalimat persatuan dan kesatuan terkandung nilai-nilai yang mana menjadi penguat dari pengertian persatuan dan kesatuan itu sendiri. Nah berikut ini nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang wajib untuk diketahui, yaitu:

  1. Berusaha untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI
  2. Berusaha untuk meningkatkan semangat Bhineka Tunggal Ika
  3. Selalu mengisi kemerdekaan dengan hal-hal atau kegiatan yang positif
  4. Menerapkan sikap saling toleransi antar bangsa
  5. Berusaha untuk menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia atau HAM
  6. Menerapkan rasa kekeluargaan
  7. Selalu melakukan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan
  8. Berusaha untuk bersikap adil

Prinsip Persatuan Dan Kesatuan

Setelah memahami tentang pengertian dan juga makna dari Persatuan dan Kesatuan. Maka selanjutnya kita harus memahami tentang prinsip dari persatuan dan kesatuan itu sendiri.

Jika dikaji lebih jauh lagi dari arti dan makna yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat beberapa prinsip di dalam persatuan dan kesatuan. Nah berikut ini prinsip-prinsip yang terkandung di dalam persatuan dan kesatuan dari keberagaman yang ada di Indonesia, antara lain:

1. Prinsip Nasionalisme Indonesia

Prinsip pertama yang terkandung di dalam Persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia adalah prinsip nasionalisme. Sebagai warga negara yang baik, kita memang dituntut harus mencintai bangsa Indonesia dengan tulus. Namun hal tersebut bukan berarti membuat kita harus mengagung-agungkan bangsa kita sendiri.

Mengapa? kita boleh saja mencintai bangsa Indonesia namun tidak secara berlebihan dengan menganggap bangsa lainnya rendah. Hal tersebut tentu saja bertentangan dengan sila kedua Pancasila yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

2. Prinsip Bhineka Tunggal

Mendengar istilah “Bhineka Tunggal Ika” pasti sudah tidak asing lagi bagi warga negara Indonesia. Jika dilihat dari artinya Bhineka Tunggal Ika sendiri memiliki makna berbeda-beda tetapi tepat satu jua. Maksud dari kalimat tersebut yaitu meski di Indonesia terdapat berbagai macam ras, suku dan budaya yang berbeda. Sebagai warga negara yang baik kita diwajibkan untuk tetap bersatu dan saling menghargai antar sesama.

3. Prinsip Kebebasan Yang Bertanggung Jawab

Prinsip selanjutnya yang terkandung dalam persatuan dan kesatuan adalah prinsip kebebasan yang bertanggung jawab. Maksud dari prinsip ini yaitu bahwa setia orang diberikan hak untuk memenuhi kemauannya atau keinginannya asal tidak menyalahi aturan. Aturan yang dimaksud di sini berkaitan dengan Hak Asasi Manusia.

Sehingga apabila sampai melanggar atau merugikan orang lain maka akan diberikan sanksi pada yang bersangkutan. Sanksi tersebut sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

4. Prinsip Wawasan Nusantara

Pengertian wawasan nusantara di sini diartikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang diri. Selain itu cara pandang tersebut juga berkaitan dengan bentuk geografis yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Lalu apa tujuan dari prinsip ini?

Tujuan utama wawasan nusantara dilaksanakan yaitu untuk memenuhi tujuan nasional. Selain itu wawasan nusantara ini juga memiliki fungsi sebagai motivasi, pedoman dan rambu-rambu dalam menentukan keputusan dalam penyelenggaraan negara. Itulah salah satu pentingnya wawasan nusantara dalam meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

5. Prinsip Persatuan Pembangunan Untuk Mewujudkan Cita-Cita Reformasi

Menjadi warga negara yang baik ada banyak hal yang bisa dilakukan guna mengisi kemerdekaan dengan hal baik. Salah satu cara yang bisa dilakukan seorang warga negara adalah dengan melakukan pembangunan yang dilandasi rasa persatuan dan kesatuan. Dengan dilandasi dengan persatuan, hidup antar bangsa akan semakin harmonis dan juga nyaman.

Contoh Persatuan Dan Kesatuan

Setelah mengetahui berbagai prinsip yang terkandung dalam Persatuan dan Kesatuan, maka kita harus bisa menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita bisa memulainya dari hal-hal yang kecil seperti bersikap atau berperilaku yang sesuai dengan rasa persatuan dan kesatuan. Berikut beberapa contoh persatuan dan kesatuan antar bangsa yang perlu diketahui. yaitu

  1. Saling menghargai dan juga saling menyayangi antar sesama anggota keluarga di rumah.
  2. Selalu berusaha untuk bertutur kata sopan sesuai dengan norma yang berlaku
  3. Berusaha untuk menjaga kerukunan baik antara anggota keluarga maupun dengan lingkungan sekitar.
  4. Tidak memaksakan kehendak terhadap orang lain karena bisa menimbulkan permusuhan dan perpecahan.
  5. Selalu berusaha untuk membantu anggota keluarga apabila sedang mengalami kesulitan.

Agar bisa menerapkan sikap persatuan dan kesatuan antara bangsa, perlu adanya kita mengetahui apa saja faktor pendorong dan penghambat persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk lebih jelasnya berikut akan disajikan beberapa faktor pendorong dan penghambat nya.

Faktor Penghambat

Secara umum ada beberapa faktor yang dapat menghambat dalam mempererat persatuan dan juga kesatuan. Berikut beberapa faktor yang wajib untuk kita waspadai.

1. Masyarakat Indonesia beragam

Tahukah Anda bahwa penduduk Indonesia yang beragam menjadi salah satu faktor penghambat dalam membangun persatuan dan kesatuan. Namun tidak perlu khawatir, karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Sikap kita sepatutnya dapat mengembangkan sikap toleransi dan juga saling menghormati serta menghargai. Sikap tersebut harus kita terapkan antar aga, suku, ras maupun antar golongan.

2. Kurang Kesadaran Akan Gangguan dari Luar

Faktor penghambat selanjutnya yaitu kurangnya kesadaran akan gangguan yang muncul baik dari dalam maupun dari luar. Namun umumya gangguan yang paling sering tidak disadari adalah gangguan yang muncul dari luar. Umumnya gangguan dari luar ini bisa datang dengan berbagai macam bentuk. Salah satu contohnya yaitu sebuah daerah yang berbatasan langsung dengan negara lainnya.

Kasus tersebut umumnya daerah yang berbatasan lebih memilih menggunakan mata uang negara asing yang mana nilainya lebih besar dibanding rupiah. Beberapa negara yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah cenderung akan memilih untuk menyeberang ke negara tetangga. Hal tersebut bukan tanpa alasan mengingat banyak kelebihan yang ditawarkan.

3. Ketimpangan dan Ketidakmerataan Pembangunan

Ketimpangan dan juga ketidakmerataan pembangunan menjadi salah satu hal yang dapat menghambat penerapan persatuan dan kesatuan. Kondisi ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan yang tidak segera diatasi tentu akan menimbulkan masalah. Salah satu masalahnya yaitu munculnya rasa ketidakpuasan yang menyebabkan perselisihan berkaitan dengan SARA, gerakan separatis dan juga demonstrasi.

4. Paham Etnosentrisme

Satu lagi faktor penghambat yang juga memberikan pengaruh besar terhadap penerapan persatuan dan kesatuan yaitu paham Etnosentrisme. Sebagian besar dari Anda pasti sudah sering mendengar tentang paham yang satu ini. Paham Etnosentrisme merupakan paham yang mana berbagai suku bangsa saling menonjolkan kelebihan budayanya. Kecintaan terhadap budayanya tersebut dilakukan secara sembarangan sehingga menganggap bahwa budaya lain rendah.

Faktor Pendorong

Sama halnya dengan faktor penghambat, ada beberapa faktor pendorong yang dapat memperkuat rasa persatuan dan juga kesatuan. Apa saja? berikut beberapa faktor pendorong dalam menciptakan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat.

1. Perasaan Senasib Dan Seperjuangan

Faktor pendorong pertama yaitu karena adanya cerita sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan juga seperjuangan. Jika dijabarkan, Seperti yang diketahui bahwa bangsa Indonesia memiliki suatu sejarah yang bisa dikatakan cukup panjang. Perasaan senasib dan juga seperjuangan ini telah memberikan motivasi dan juga semangat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

Seiring dengan perkembangan zaman kesadaran akan perasaan senasib dan seperjuangan ini harus ditumbuhkan. Baik dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa maupun bernegara.

2. Keinginan Untuk Bersatu

Faktor yang satu ini merupakan salah satu bentuk dari semangat persatuan yang timbul ketika Sumpah Pemuda. Dari Sumpah Pemuda tersebut dapat diketahui bahwa salah satu modal kuat untuk melawan penjajah pada saat itu adalah persatuan dan kesatuan. Sudah seharusnya kita sebagai generasi muda menjiwai semangat pemuda saat ini dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

Jadi sudah saatnya untuk menumbuhkan jiwa persatuan dan juga kesatuan melalui kesadaran untuk maju dan juga berkembang. Jangan sampai semangat kita melemah seiring berkembangnya zaman.

3. Rasa Cinta Tanah Air

Rasa cinta terhadap tanah air merupakan salah satu wujud dalam menerapkan sikap persatuan dan kesatuan antar bangsa. Sikap rasa cinta tanah air ini sebenarnya telah ditunjukkan oleh para pendiri kita terdahulu dalam memperjuangkan bangsa kemerdekaan Indonesia. Sikap rela berkorban dan tidak kenal kompromi dengan penjajah dan juga selalu meletakkan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi.

Hal tersebutlah yang seharusnya semakin memotivasi generasi mudah untuk tetap menerapkan sikap persatuan dan kesatuan dalam berbangsa. Dengan adanya sikap tersebut, kita sebagai generasi muda bisa melawan berbagai gangguan baik dari dalam maupun luar.

Peran Warga Negara Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Salah satu peran warga negara dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah dengan cara melakukan bela negara. Bela negara sendiri merupakan sebuah sikap dan perilaku seorang warga negara yang dijiwai karena kecintaannya kepada Negara Republik Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam Pancasila dan Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Berikut ini beberapa contoh bentuk pembelaan negara oleh warga negaranya, antara lain

  1. Mengikuti kegiatan di lingkungan sekitar seperti ronda siskamling
  2. Mengikuti pelatihan dasar kemiliteran yang diselenggarakan oleh pemerintah
  3. Mengabdikan diri sebagai prajurit atau TNI secara wajib dan sukarela
  4. Mengabdi sesuai dengan profesi yang dijalankan saat ini
  5. Menerapkan pendidikan Kewarganegaraan di sekolah
  6. Mengikuti organisasi yang merupakan dasar-dasar kemiliteran seperti pramuka, pasukan pengibar bendera, PMR dan organisasi lainnya.

Manfaat Persatuan Dan Kesatuan

Selanjutnya pembahasan yang perlu diketahui terkait dengan persatuan dan kesatuan adalah manfaat yang dirasakan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa di dalam persatuan dan kesatuan bangsa mengandung nilai-nilai positif yang harus diterapkan.

Bukan hanya diterapkan di lingkungan berbangsa saja tetapi juga bernegara. Nah, berikut ini beberapa manfaat persatuan dan kesatuan yang bisa dirasakan dengan adanya rasa persatuan dan kesatuan yang kuat.

  1. Bisa mengatasi semua perbedaan yang terkadang timbul dengan penuh kesabaran dan kesadaran.
  2. Dengan adanya persatuan antar berbangsa dan bernegara, pembangunan nasional pun akan berjalan lancar, aman, baik dan sesuai dengan harapan.
  3. Dengan menerima perbedaan yang muncul, bangsa Indonesia akan lebih mudah maju dan juga berkembang.
  4. Akan lebih mudah untuk mencapai tujuan nasional yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea 4
  5. Terciptanya suasana aman, damai, dan tenteram dalam negara karena setiap warganya menunjukkan sikap toleransi, sikap solidaritas, dan setia kawan.
  6. Terwujudnya kehidupan yang seimbang, harmonis dan juga serasi antar manusia.
  7. Pelaksanaan gotong royong dalam lingkungan sekitar akan berjalan lancar tanpa adanya kendala.
  8. Saling menjaga kerukunan dan menjalin silaturahmi antar bangsa
  9. Agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI tetap utuh dan tidak terpecah belah.
  10. Akan lebih mudah mengatasi berbagai gangguan baik yang muncul dari dalam maupun dari luar.

Demikian tadi sedikit gambaran persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar rasa persatuan dan kesatuan tetap kuat, diperlukan kesadaran diri untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari masa ke masa.

Dengan adanya kesadaran diri tersebut maka tujuan nasional yang ditargetkan pun dapat berjalan sesuai dengan rencana. Maka mari kita ciptakan kehidupan yang makmur dan sejahtera dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga informasi diatas bermanfaat!

Cari Artikel di Sini