Cerita Fabel: Kelinci dan Kura-kura

Judul Cerita Fabel: Kelinci dan Kura-kura

Suatu hari di sebuah hutan hiduplah seekor kelinci yang sangat sombong, ia selalu menyombongkan diri sebagai kelinci yang paling baik. Ia selalu membanggakan kecepatan larinya karena memiliki kaki belakang yang kuat.

Si kelinci selalu memperlihatkan keahliannya dalam berlari cepat kepada semua hewan di hutan tersebut. Suatu hari kelinci sedang membual di depan para hewan yang ada di hutan dan menunjukkan betapa cepat larinya.

Di saat ia berlari dan melompat di atas cangkang yang berjalan, perlahan-lahan sebuah kepala dan empat kaki muncul dari dalam cangkang tersebut. Si kelinci pun sadar jika cangkang tersebut adalah kura-kura yang tampak merangkak sangat pelan sekali dijalan.

Ia pun dengan sangat sombong sambil tertawa berkata “kenapa kamu sangat lambat”.

Kura-kura menatap kelinci dan berkata, “Setiap hewan bergerak dengan langkahnya masing-masing. Mungkin aku bergerak sangat lambat tapi aku bisa pergi ke mana saja yang aku mau.

Bahkan kenyataannya aku bisa mencapai tujuan lebih cepat dan lebih kencang dari kamu”. Si kelinci pun berpikir jika perkataan kura-kura sangat lucu. Ia tertawa mendengar jika kura-kura dapat berlari lebih kencang darinya.

Si kelinci yang sombong kemudian menantang kura-kura untuk lomba lari, jadi dengan ini mereka bisa melihat siapa yang lebih cepat. Keesokan harinya lomba lari antara kura-kura dan kelinci dimulai.

Serigala menghitung mundur sebagai tanda perlombaan di mulai “lima, empat, tiga, dua, satu, lari..”. Kelinci dengan cepat menghilang dari pandangan mata, sedangkan kura-kura melangkahkan kakinya secara perlahan dengan tatapan mata yang tertuju ke depan.


Setiap ada kerumunan penonton di pinggir jalan kelinci yang sombong membalikkan tubuhnya dan melambaikan tangannya. Ia ingin memperlihatkan jika siapa yang paling cepat berlari, sedangkan dibelakang yang amat jauh kura-kura terus melangkah.

Tiba-tiba kelinci menemukan sebuah tanda di jalan yang menunjukkan, jika ia sudah berlari setengah jarak antara garis start dan finish. Bahkan ia tidak melihat adanya kura-kura di belakangnya.

Si kelinci berpikir “aku berada lebih jauh didepan kura-kura yang sangat lambat, pastinya ia masih sangat jauh dibalakangku. Sehingga perlu waktu lama bagi kura-kura untuk sampai di sini. Aku beristirahat dulu sambil menikmati sinar matahari yang hangat di sini.

Waktuku masih banyak untuk memenangkan pertandingan ini saat aku sudah bangun nanti”. Sementara kura-kura terus berjalan perlahan tanpa henti, waktu berlalu si kelinci yang sombong masih tertidur lelap.

Akhirnya kura-kura melewati kelinci yang sedang tertidur lelap di tepi jalan, tidak mendengar bahkan mengetahui jika kura-kura sudah melewatinya.

Kelinci pun terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah belakang untuk mengecek kura-kura sambil berkata “Ternyata kura-kura lebih lambat dari yang aku kira. Mungkin baru tengah malam ia akan tiba di garis finish”.

Si kelinci merenggangkan kakinya ke jalan dan melanjutkan perlombaan lari. Ia pun sangat terkejut melihat pemandangan yang sangat menakjubkan di garis finish tampak si kura-kura. Penonton bersuka ria melihat kura-kura yang memenangkan lomba lari tersebut.

Pesan Moral Contoh Cerita FabelJangan pernah menganggap remeh orang lain, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kesombongan akan kalah dengan kerendahan hati

Originally posted 2020-04-13 22:02:25.


11 thoughts on “Cerita Fabel: Kelinci dan Kura-kura”

Leave a Comment