Contoh Proposal Usaha Makanan Tradisional

Contoh proposal usaha makanan tradisional adalah merupakan salah satu kebutuhan yang harus kamu persiapkan sebelum mendirikan usaha.

Pengertian proposal usaha sendiri adalah dokumen bisnis tertulis yang berisi tentang rencana bisnis dan dipersiapkan oleh pengusaha.

Beberapa manfaat yang bisa kamu dapat dengan membuat proposal usaha adalah digunakan sebagai pembanding rencana dan pengusaha dengan hasil yang nyata.

Proposal usaha juga bisa digunakan untuk menguji strategi bekerja dari sudut pandang orang lain. Walaupun memiliki peran yang penting dalam proses membuat usaha, ternyata masih banyak dari calon pengusaha yang belum bisa membuat proposal usaha.

Padahal dengan adanya proposal usaha ini kamu pun bisa menggunakannya untuk mendapatkan tambahan pemasukan dana untuk perusahaan.

Selain itu, proposal usaha juga digunakan untuk meyakinkan klien terhadap produk perusahaan kamu daripada produk perusahaan lain.

Nah, dengan mengetahui betapa pentingnya proposal usaha untuk perusahaan, kini kamu harus segera menyusun proposal usahamu. Dan di bawah ini sudah ada contoh proposal usaha yang bisa kamu gunakan untuk referensi.

Judul Proposal Usaha Makanan Tradisional

“PROPOSAL USAHA MAKANAN TRADISIONAL BOBICO”

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Latar belakang dibuatnya usaha ini karena jumlah pengangguran yang makin meningkat dan kurangnya pengetahuan di masyarakat untuk memanfaatkan bisnis.

Minimnya pengetahuan dan pemanfaatan sumber daya yang ada juga menyebabkan makin meningkatnya krisis ekonomi di masyarakat.

Terjadinya hal-hal tersebut disebabkan karena belum mampu menciptakan lapangan kerja sendiri yang mana bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat.

Terdapat beragam cara yang bisa digunakan untuk berwirausaha seperti mengolah barang mentah menjadi produk atau mengolah barang setengah jadi menjadi produk bernilai jual tinggi.

Dengan latar belakang tersebut, akhirnya penulis memutuskan membuat produk bernama “BOBICO” yang terbuat dari ubi.

Namun, walaupun ubi sangat mudah ditemukan akan tetapi masyarakat masih belum mengetahui bahwa umbi satu ini bisa diolah menjadi makanan yang menarik dengan harga jual cukup tinggi.

B. Visi

Menjadikan makanan tradisional yang utama

C. Misi

  1. Melakukan inovasi dengan produk makanan tradisional
  2. Melakukan peningkatan pada kualitas makanan tradisional
  3. Mengutamakan kualitas pelayanan untuk membuat konsumen puas

D. Tujuan Usaha

Tujuan penulis dari dibuatnya usaha ini adalah:

  1. Mendapatkan laba dari hasil penjualan
  2. Membuat konsumen tertarik untuk mencoba produk dari penulis sehingga bisa mencapai target penjualan
  3. Mampu membuka lowongan kerja baru
  4. Mempertahankan keberadaan makanan tradisional agar tidak hilang

BAB II PEMBAHASAN

A. Profil

Bobico adalah merek produk di usaha penulis yang menggunakan ubi sebagai bahan baku dimana  ubi sendiri identik dengan makanan pedesaan. Melalui makanan ini, penulis akan mengolah ubi menjadi makanan yang menarik sehingga akan lebih dikenal masyarakat.

Cara yang digunakan penulis untuk memperkenalkan ubi secara luas kepada masyarakat adalah dengan membuat olahan yang menarik tanpa mengurangi kandungan nutrisi yang ada di dalamnya.

Ada berbagai nutrisi yang terkandung dalam ubi, seperti vitamin C, A, E, magnesium, betakaroten, kalium, dan juga kaya akan oksigen. Ubi juga bisa dikonsumsi oleh semua orang mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.

B. Strategi Pasar

Untuk memperlancar usaha ini, penulis melakukan beberapa strategi pasar antara lain:

1. Segmenting

Maksud dari segmenting pasar di sini adalah menjadikan pembeli sebagai target yang akan dicapai penulis. Produk yang dibuat penulis ini merupakan produk yang bisa dinikmati semua kalangan dari berbagai tingkatan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

2. Targetting

Target pasar yang dipilih oleh penulis adalah adalah lingkungan masyarakat sekitar, sekolah penulis, dan warung-warung kecil.

3. Positioning

Agar produk ini mudah dikenali oleh masyarakat, penulis membuat inovasi dengan memberikan bahan-bahan tambahan seperti kacang, cokelat, dan juga meses.

Selain digunakan sebagai inovasi, bahan tambahan ini juga membuat tampilan menjadi lebih menarik, rasa lebih unggul serta kualitasnya pun terjaga sehingga membuat konsumen lebih mudah mengenali produk ini.

C. Analisis SWOT Untuk Kelayakan Usaha

Analisis SWOT adalah acuan yang digunakan untuk menghadapi persaingan yang pasti terjadi dalam tiap usaha. Dalam tiap memulai usaha, penulis harus mengukur kemampuan penulis terhadap lingkungan maupun pesaing melalui analisis SWOT.

1. Kekuatan (Strength)

Penggunaan ubi sebagai bahan utama produk ini membuat penulis percaya bahwa produk ini akan diterima di masyarakat luas.

Hal ini dikarenakan dalam ubi sendiri terkandung banyak nutrisi dan proses pengolahannya pun higienis.

  1. Kelemahan (Weakness)
  2. Produk ini tidak tahan lama
  3. Bisa ditiru dengan mudah
  4. Harga bahan baku bisa berubah-ubah
  5. Peluang (Opportunity)

Produk ini sebenarnya sudah ada di kalangan masyarakat, namun yang membuat produk ini berbeda adalah produk ini merupakan bentuk inovasi dari produk sebelumnya dengan melakukan penambahan beberapa bahan yang membuatnya lebih menarik.

Di zaman modern ini olahan obi sendiri juga sudah jarang sehingga ini bisa menjadi peluang yang cukup bagus dalam pemasarannya, apalagi produk penulis ini merupakan obi dengan variasi baru yang bisa membuat konsumen tertarik untuk mencobanya.

2. Ancaman (Treath)

Ancaman tidak sehat yang bisa muncul dari usaha BOBICO ini antara lain:

  1. Pesaing yang tidak sehat
  2. Bahan baku yang harganya tidak stabil
  3. Munculnya produk serupa dengan kualitas yang baik dan harga yang lebih murah sehingga menjatuhkan produk penulis

BAB III Rencana Anggaran

A. Modal/ Pemasukan

Modal yang dibutuhkan penulis dalam sekali produksi adalah Rp322.000, yang dirincikan:

Total biaya  = Perlengkapan + bahan baku + biaya lain-lain
= Rp102.000 + Rp187.000 + Rp33.000 = Rp322.000

B. Penentuan Harga Jual

Harga pokok produksi merupakan hasil bagi total biaya dengan hasil produksi

= Rp322.000 : 100 = Rp3.220/ pcs

Harga jual   = harga pokok + laba yang diinginkan
= Rp3.220 + Rp1.780 = Rp5.000

C. Perhitungan Laba/ Rugi

Laba            = (harga jual x hasil produksi ) – modal
= ( Rp5.000 x 100 ) – Rp322.000
= Rp500.000 – Rp322.000 = Rp178.000

Persentase Laba =  x 100%
=  x 100%
= 55.27%

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Produk yang dibuat oleh penulis ini bernama “BOBICO”, pembuatan produk ini didasarkan pada pengamatan yang dilakukan oleh penulis dalam mencari peluang bisnis yang baik dan juga bermanfaat. Penulis berharap produk olahannya ini dapat diterima dan disukai oleh masyarakat.

B. Saran


Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam proposal ini sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk menyempurnakan proposal ini.

Demikian proposal ini dibuat, semoga usaha penulis bisa berjalan dengan baik dan penulis juga bisa mengembangkan kreatifitasnya melalui usaha ini. Semoga produk ini juga bisa bermanfaat untuk penulis dan masyarakat.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu menyusun proposal ini sehingga bisa dapat terselesaikan dengan baik.

Download Contoh Proposal Usaha Makanan Tradisional

Download DOC | Download PDF

Tips Menulis Proposal Usaha Makanan Tradisional

Sebelum terjun ke dunia usaha pastikan kamu harus membuat proposal usahanya terlebih dahulu. Proposal usaha ini memiliki peran yang vital karena bisa kamu gunakan untuk pedoman saat menjalankan usaha.

Walaupun peran proposal usaha ini penting namun nyatanya masih banyak yang belum tahu apa saja isi dari benda penting ini. Maka dari itu, buat kamu yang akan merintis usaha pastikan untuk membaca informasi tentang contoh proposal usaha Es Choco Jelly berikut ini.

A. Strategi Pemasaran dalam Proposal Usaha Makanan

Strategi pemasaran usaha dibagi menjadi 4 yaitu strategi produk, strategi harga, strategi promosi, dan target pasar. Untuk contoh penerapannya, seperti pada usaha Es Choco Jelly di bawah ini.

Strategi produknya, usaha ini menggunakan bahan yang masih segar yang ditambah dengan susu kental manis.

Tak lupa, diberikan tambahan jelly untuk tambahan isian es ini. Untuk strategi harganya, segelas es ini harganya Rp5.000 yang pasti aman di kantong semua orang.

Untuk target pasarnya, secara umum ditujukan pada semua kalangan masyarakat karena secara harga sendiri memang terjangkau. Namun, untuk target khususnya adalah untuk wisatawan, pekerja, dan anak sekolah.

B. Sumber Modal

Contoh proposal usaha makanan tradisional ini modalnya berasal dari iuran empat mahasiswa dengan jumlah yang berbeda. Nah, iuran ini juga masih ditambah dengan pinjaman dari bank jadi mereka juga harus membayar cicilan.

Keempat mahasiswa tersebut selain jadi pemilik modal juga menjadi pemilik usaha. Nah, pendapatan yang mereka dapatkan akan dibagi sesuai modal yang diberikan dan tak lupa dipotong untuk pembayaran cicilan bank.

C. Analisis Persaingan

Persaingan dalam usaha itu sudah pasti, maka dari itu untuk usaha Es Choco Jelly ini melakukan inovasi dengan memberikan tambahan susu sebagai pemanis. Selain itu, ditambahkan jelly untuk memberikan rasa kenyal saat menikmatinya.

Kedua hal tersebut sekaligus menjadi pembeda produk ini dengan yang lainnya. Dan untuk pemilihan tempat berjualan, owner-nya memilih tempat yang belum memiliki banyak pesaing.

D. Perencanaan Desain dan Pengembangan

Tujuan jangka panjang dari produk ini adalah menjadi produk yang diminati masyarakat dan juga membuka cabang di tempat lain. Nah, strategi yang digunakan adalah dengan melakukan promosi baik secara online maupun offline.

E. Anggaran Biaya

Berikut merupakan contoh rincian biaya saat Anda memutuskan untuk menjalankan sebuah bisnis. Perlu diingat, masing-masing bisnis memiliki rincian biaya yang berbeda-beda atau tidak sama ya!

1. Modal awal usaha ini didapatkan dari:

= Biaya variabel + biaya tetap

= (biaya untuk bahan baku x 30 (hari)) + biaya tetap

= (100.000 x 30 hari) +2.500.000 = 5.500.000

2. Penghitungan hasil penjualan tiap bulannya dihitung dengan:

= Target penjualan per hari x harga jual tiap gelas x 30 hari

= 40 x 5.000 x 30 = 6.000.000

3. Laba yang didapatkan dengan cara menghitung hasil penjualan- modal awal

= 6.000.000 – 5.500.000 = 500.000

Perkiraan pengeluaran per harinya dihitung dari keseluruhan jumlah bahan baku dan peralatan dan jumlahnya adalah 2.487.000

F. Kriteria Menjalankan Usaha Kuliner Tradisional

Sebelum memutuskan untuk berbisnis makanan tradisional, pastikan kamu membaca beberapa kriteria yang perlu dipenuhi.

Dengan menerapkan beberapa kriteri berikut harapannya usaha yang kamu jalankan dapat berjalan lancar.

1. Memiliki ciri khas daerahmu

Saat berbisnis kuliner tradisional, pastinya kamu harus menggunakan unsur daerahmu agar makanan tersebut jadi benar-benar “khas”. Baiknya, pelajari dulu makanan serta kekhasan daerahmu agar bisnismu benar-benar berbeda.

2. Berikan sentuhan modern

Saat memutuskan menjual makanan tradisional, pastikan untuk tidak menjualnya tanpa memberikan inovasi apapun. Hal ini dikarenakan memberikan inovasi pada jualanmu pasti bisa membuatnya jadi lebih menarik.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk sebagai inovasi kuliner tradisional adalah dengan menggunakan kemasan yang kekinian atau dengan menambahkan rasa-rasa yang sedang populer.

3. Pastikan modalmu cukup

Modal menjadi nyawa untuk bisnis, jadi pastikan modalmu cukup saat akan memulai bisnis. Persiapan modal yang kurang pastinya akan menghambat usahamu, jadi pastikan untuk menghitung modalmu dengan cermat.

Nah, jika kamu merasa modal kurang kamu bisa melakukan pinjaman pada bank atau jasa finansial lain.

4. Lakukan kerja sama dengan penyelenggara tour dan travel

Melakukan kerjas ama dengan pemilik travel adalah ide yang cemerlang, kok bisa? Hal ini dikarenakan seperti yang kita ketahui jika penyedia travel sudah pasti berhubungan dengan pelancong.

Nah, kamu bisa menggunakan jasa agen travel ini untuk mengarahkan para pelancong ke toko kamu. Jadi, selain fokus pada toko mulailah untuk mencari agen-agen travel besar di sekitar kamu.

5. Endorse produkmu

Endorse adalah promosi yang dilakukan dengan cara meminta seseorang yang berpengaruh atau istilahnya influencer untuk memperkenalkan produkmu. Nah, untuk mencari influencer-nya, kamu bisa mencarinya di instagram.

Mereka yang disebut influencer adalah orang yang memiliki banyak pengikut di laman sosial medianya. Biasanya mereka mempunyai nomor khusus yang bisa dihubungi untuk endorse.

G. Tips Membuat Proposal Usaha

Sebagai salah satu modal untuk membuka usaha, pastinya kamu harus mempersiapkan proposal dengan baik. Nah, di bawah ini ada beberapa tips agar proposal yang kamu buat semakin bagus.

1. Tulis proposalmu secara singkat dan jelas

Dalam membuat proposal usaha, tentukan dulu apa saja yang akan kamu bahas kemudian gunakan bahasa yang baik untuk menjelaskannya. Pada bagian awal buatlah penjelasan yang sederhana, logis, dan tidak berbelit-belit.

2. Atasi kendala yang mungkin muncul dengan solusi yang baik

Proposal usaha sebenarnya adalah brosur bisnis yang menyamar, yang mana di dalamnya terdapat keterangan tentang bisnismu. Nah, untuk meyakinkan mereka kumpulan fakta-fakta yang bisa mendukung proposalmu.

Pikirkan mengenai argumen apa saja yang mungkin berseberangan dengan pendapatmu. Dengan berbekal analisis tersebut kamu bisa lebih siap untuk mempresentasikan proposal usahamu.

3. Tunjukkan kepribadianmu

Proposal usaha biasanya identik dengan isinya yang membosankan, maka dari itu penting buat untuk mengikutsertakan kepribadianmu dalam proposal. Dengan melakukan hal tersebut, maka pembaca akan jadi lebih yakin dengan proposalmu.

4. Pilih gambar yang tepat

Menggunakan gambar dalam proposal usaha juga penting karena bisa membantumenjelaskan tentang rencana usahamu. Namun, tetap pastikan bahwa kamu memilih gambar yang tepat agar pembaca pun tidak terganggu.

5. Hindari salah ketik dan copy paste

Saat menulis proposal usaha, jangan sampai kamu hanya copy paste dari proposal usaha orang lain. Cukup gunakan proposal mereka sebagai referensi saja dan pilihlah kata-kata yang bisa menarik minat pembaca pada proposal usahamu.

Selain itu, pastikan juga untuk mengeceknya lagi untuk menghindari kesalahan pengetikan. Jangan lupa juga untuk menambahkan data dan fakta yang bisa membuat pembaca makin percaya dengan proposal usahamu.

Semoga contoh proposal usaha makanan tradisional bisa kamu gunakan untuk referensi proposal usahamu. Jangan lupa, pastikan untuk merencanakan proposalmu dengan matang agar usahayang kamu rintis dapat terus berkembang.


1 thought on “Contoh Proposal Usaha Makanan Tradisional”

Leave a Comment