Pengertian Partisipasi Politik Menurut Ahli, Aplikasi dan Contoh Penerapannya

Budaya politik yang berjalan di suatu negara dapat dilihat dari patisipasi poliitk warga negara. Hal ini bisa dilakukan dengan menampilkan peran serta budaya politik partisipatif dalam pemilu. Hal tersebut adalah contoh dari budaya partisipatif masyarakat.

Jadi dalam kehidupan politik keseharian pastisipasi politik dapat dilihat dari warga yang menaati peraturan dari kebijakan pemerintah yang sudah di tetapkan.

Pengertian Partisipasi Politik

Ada beberapa pengertian budaya politik partisipatif yang bisa di ketahui. Menurut Norma H. Nie dan Sindney Verba, pastispasi politik yaitu suatu usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mempengaruhi kebijakan pejabat.

Sedangkan menurut Herbert Meclosky, pastisipasi politik yaitu suatu kegiatan yang di lakukan oleh masyarakat untuk ikut dalam pembentukan kebijakan umum dan pemilihan penguasa.

Warga negara yang memiliki sikap berbudaya politik dapat di lihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Warga memiliki pengetahuan tentang isu yang sedang beredar dalam kehidupan politik
  2. Warga memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan, kritik dan saran kepada pemerintah
  3. Menyadari bahwa sebagai warga negara mengakui adanya pemerintahan dan kekuasannya
  4. Menyadari untuk taat kepada peraturan dan kebijakan yang sudah ditetapkan tanpa adanya paksaan
  5. Merasa memiliki hak, kewajiban, peran dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Sedangkan menurut Ramlan Surbakti, ciri-ciri dari politik partispatif yaitu

  1. Kegiatan yang bertujuan untuk mempengaruhi pemerintahyang baik yaitudengan cara yang sopan santun tanpa adanya petisi dan hal yang merusak atribut pemerintah.
  2. Kegiatan yang dilakukan untuk mempengaruhi berbagai kebijakan publik yang akan ditetapkan
  3. Kegiatan untuk dapat mempengaruhi pemerintah secara langsung ataupun tidak. Jika langsung maka kegiatan tersebut tidak melalui perantara tapi langsung ke pemerintahan. Sedangkan kegiatan tidak langsung dapat dilakukan dengan mempengaruhi pemerintah dengan perantara. Biasanya pihak yang lebih dekat dengan pemerintahan.

Partispasi politik seharusnya dilakukan untuk kemajuan dan kesuksesan pemerintahan dalam negara. Untuk menampilkan peran serta budaya politik partisipatif yang baik membutuhkan berbagai kualifikasi partispasi. Berikut ini penjelasnanya.

  • Partisipasi positif, partispasi untuk mesukseskan tujuan bersama
  • Partisipasi kreatif, memberikan suatu ha yang baru, tidak hanya berpaku pada hal yang sudah ada.
  • Partisipasi realistis untukmelihat kenyataan yang terjadi dalam kehidupan politik. Baik kenyataan dalam kesempatan, ketrampilan, waktu dan pelaksanaan kegiatan.
  • Partisipasi kritis-kolektif-konstruktif, keikutsertaan yang dapat memberikan masukan mengenai suatu kegiatan, mengkritik, memberi saran dan memberikan jalan yang terbaik.

Untu dapat menciptakan partispasi politik yang bermanfaat sesuai tujuan ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama memahami kegiatan yang akan dilakukan sebelum pelaksanaan di lapangan.

Adanya keikutsertaan dalam kegiatan tertentu dengan mengambil bagian dari beberapa tahap yang berlangsung. Ikut serta bertanggung jawab dalam kegiatan atau usaha baik untuk atau rugi.

Menerapkan Budaya Politik Partisipatif

Menerapkan budaya politik partisipatif secara sehat dapat dilakukan dengan beberapa sikap. Diantaranya yaitu membiasakan untuk bersifat demokratis, toleransi dan kekeluargaan serta tenggang rasa.


Untuk itu anda perlu menghidari sikap angkuh, cuek, hanya mementingkan diri sendiri. Meninggalkan sikap keras kepala agar tujuan bersama bisa tercapai.

Menurut S. Yudohusodo, ada empat hal dalam menerapakn budaya politik partisipatif.

  1. Membisakan budaya keterbukaan
  2. Membsiakan untuk bersifat transparan dalam pembentukan kader
  3. Membiasakan untuk mengambil keputsan secara terbuka, demokratis dan sportif
  4. Membisakan sikap dan budaya untu berargumen atau mengungkapkan pendapat.

Contoh Penerapan Budaya Politik Partisipatif

Untuk lebih jelasnya tentang partasipasi politik masyarakat di Indonesia berikut ini contohnya. Essay yang di ambil dari Lili Romli (Dosen Ilmu politik FISP indoensia). Judul tulisannya mendorong partispasi politik dalam pilpres 2009.

Pada pemilu 2009 terdapat banyak golput jika dibandingkan dengan pemilu pada tahun 1999 dan 2004. Terdapat 29,1 % pemilih yang golput pada pemilu 2009. Dari jumlah penduduk sebanyak 171.265.442 yang memilih hanyalah 121.228.336. Sedangkan untuk suara sahnya sebanyak 104.099.785 dan saura tidak sahnya 17.488.581.

Jika dilihat sangat sedikit warga yang ikut berpatispasi dalam pemilu. Hal ini dikarenakan beberapa hal, diantaranya yaitu terdapat pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT (Data Pemilih Tetap). Untuk peratuan sekarang warga yang belum terdaftar tetap bisa memilih dengan menujukkan e-KTP.

Selanjutya terdapat rasa kecewa warga terhadap sistem pemerintahan yang sudah terjadi. Warga berunjuk rasa dan protes dengan membentuk golput.

Selain itu adanya pemilih yang kecewa teradap format pemilu yang terlibat tidak menghargai hak pemilih. Banyaknya golput yang terjadi di tahun 2009 ini dikarenakan kurangnya sosialisasi tentang pemilu. Dengan begitu banyak warga yang tidak mengetahui tentang adanya pemilu.

Untuk negara yang sudah lama menerapkan demokrasi bukanlah menjadi suatu masalah besar mengenai partisipasi politik warga terhadap pemerintahan.

Perlu digarisbawahi untuk negara yang masih membentuk demokrasi menjadi hal yang sangat penting. Semakin tinggi minat warga dalam partisipasi politik semakin berhasil juga untuk menjadi negara demokrasi. Demikian tadi artikel yang menampilkan peran serta budaya politik partisipatif

Originally posted 2018-09-06 16:17:57.


Leave a Comment