Definisi Umum Motivasi

Pengertian motivasi adalah proses yang menjelaskan mengenai adanya sebuah intensitas, ketekunan, dan arah dari individu untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dulu sebelumnya. Setidaknya, terdapat 3 elemen utama yang tercantum dalam definisi motivasi tersebut, yaitu arah, ketekunan, dan intensitas.

Motivasi dapat disebut sebagai sebuah alasan yang melatarbelakangi adanya perbuatan yang dilakukan oleh individu. Seseorang dikatakan bermotivasi tinggi jika mempunyai suatu alasan yang kuat untuk menggapai apa yang diinginkannya dan mengerjakan pekerjaannya yang saat ini sedang dijalani. Hal ini tentunya sedikit berbeda dengan definisi motivasi yang dikenal oleh masyarakat yang biasanya diidentikkan dengan makna semangat.

Definisi Motivasi Menurut Ahli

1. Weiner

Menurut Weiner, seorang ahli, motivasi adalah sebuah kondisi internal yang dapat memberikan semangat untuk dapat bertindak, mampu mendorong seseorang mencapai tujuan tertentu, dan membuat seseorang dapat tetap tertarik dalam suatu kegiatan tertentu.

2. Uno

Menurut ahli lain yang bernama Uno, motivasi adalah suatu dorongan internal dan juga dorongan eksternal yang asalnya dari dalam diri seseorang dan diindikasikan dengan adanya suatu hasrat serta minat, dorongan serta kebutuhan, cita-cita serta harapan, dan juga penghargaan berikut penghormatan.

Motivasi adalah suatu bentuk mengenai apa yang membuat seorang individu dapat bertindak sedemikian rupa yang nampak dari adanya sebuah interaksi antara individu tersebut dengan situasi yang sedang dihadapinya.

Faktor Motivasi

Maslow mengembangkan suatu teori yang dikenal dengan nama teori hierarki, dimana menurutnya terdapat 2 faktor utama yang menjadikan munculnya suatu motivasi. Faktor tersebut yaitu :

1. Faktor Pemuas

Faktor pemuas yang disebut sebagai satisfier atau intrinsic motivaton. Faktor ini bersumber dari dalam diri individu yang akan mendorong seseorang untuk menghasilkan suatu prestasi. Contoh faktor ini adalah :

  1. Kepuasan kerja. Hal ini menjadi salah satu faktor penentu adanya stabilitas dalam sebuah faktor kepuasan kerja yang berkaitan erat dengan kepribadian.
  2. Tanggung jawab. Hal ini dapat menjadikan seorang individu dalam bekerja mengedepankan kehati hatian guna menghasilkan suatu output yang berkualitas, tidak hanya soal kuantitas.
  3. Prestasi yang diraih. Hal ini tentunya dapat memberikan dorongan kepada seseorang untuk lebih mengembangkan kreativitas dan kemampuan serta energinya untuk dapat menggapai prestasi yang lebih tinggi selama ada kesempatan.

2. Faktor Pemelihara

Faktor pemelihara yang disebut sebagai disatisfier atau extrinsic motivation. Faktor ini juga dikenal sebagai hygene factor. Faktor yang satu ini bersifat ekstrinsik yang bersumber dari luar diri seorang individu. Faktor ini dapat berupa :

  1. Hubungan interpersonal diantara teman sejawat, atasan, ataupun bawahan.
  2. Kondisi kerja.
  3. Keamanan dan keselamatan kerja.

Sedangkan menurut seorang ahli bernama Chatab, faktor motivasi dapat pula terdiri atas :

  1. Hasil kerja, keberhasilan ataupun prestasi.
  2. Pekerjaan yang penuh dengan berbagai macam tantangan.
  3. Pengakuan ataupun penghargaan.
  4. Kemajuan serta adanya perihal pertumbuhan.
  5. Tanggung jawab yang lebih besar dari hal hal lainnya, dan

Jenis-jenis Motivasi

Motivasi dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu :

1. External

Motivasi eksternal dimana motivasi ini datang dari luar diri seseorang dengan suatu harapan dapat menggapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dan menguntungkan bagi individu yang bersangkutan.

2. Internal

Motivasi internal dimana motivasi ini dapat tumbuh dari dalam diri seseorang tanpa harus dipengaruhi oleh orang lain untuk dapat melakukan sesuatu yang berguna untuk mencpaai tujuan awal yang telah ditentukan sebelumnya.

Motivasi dalam bekerja akan tampak dari dua segi yang berbeda, yaitu dilihat dari segi aktif maupun pasif.

  1. Dilihat dari segi pasif, motivasi akan tampak sebagai suatu kebutuhan sehingga dapat menggerakkan dan mengerahkan sebuah potensi serta daya kerja dari seseorang kearah yang telah diinginkan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  2. Dilihat dari segi aktif atau dinamisnya, motivasi kerja akan tampak sebagai suatu usaha yang bersifat positif dalam membantu mengerahkan dan meggerakkan daya serta berbagai macam potensi tenaga kerja menjadi lebih produktif dari sebelumnya sehingga dapat mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Teori-teori Motivasi

Terdapat beberapa teori motivasi yang dikenal dalam mempelajari motivasi, yaitu :

1. Teori Maslow

Teori ini menyatakan bahwa perilaku dan pekerjaan seseorang dipengaruhi oleh adanya dorongan untuk dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan baik itu yang sifatnya berjenjang maupun dalam sifatnya yang lain. jika kebutuhan yang pertama terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan kedua yang menjadi prioritas selanjutnya untuk segera dipenuhi. Hal ini akan terus berlanjut hingga mencapai tingkatan kebutuhan yang kelima.

2. Teori Keadilan

Teori keadilan yang dikembangkan oleh Adam Smith. Teori ini menyatakan bahwa terdapat 3 komponen utama yang digunakan dalam membahas teori keadilan, diantaranya adalah :

  1. Outcome, yaitu suatu nilai yang dapat diperoleh dan dirasakan oleh sebagian karyawan seperti contohnya adalah upah, kesempatan promosi, ataupun bonus.
  2. Input yang merupakan sebuah bentuk nilai yang dapat diterima oleh karyawan sehingga mampu menunjang kinerja yang bersangkutan.
  3. Equity in equity yang berarti puas atau tidaknya karyawan akan dilihat dari hasil membandingkan berbagai macam input dan outcome karyawan yang bersangkutan dengan input dan outcome dari karyawan lain.
  4. Comparison person. Maksudnya adalah adanya seorang pegawai dalam suatu perusahaan atau organisasi yang sama menjadi seorang karyawan atau pegawai dalam organisasi atau perusahan lain yang berbeda.

3. Teori Harapan

Teori ini menyatakan bahwa adanya motivasi adalah suatu akibat dari hasil yang ingin diperoleh seseorang berikut perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya tersebut akan berdampak dan mengarah apda sebuah hasil yang telah diinginkannya.

Artinya, jika seseorang menginginkan sesuatu, kemudian terbuka kesempatan yang lebar untuknya, maka yang bersangkutan tadi akan terus berusaha untuk bisa mendapatkannya.

4. Teori Motivasi

Teori motivasi prestasi yang dikemukakan oleh Hasibuan. Teori ini menyatakan bahwa sebuah karyawan punyai suatu cadangan energi yang dinilai potensial dalam dirinya sendiri.

Perihal bagaimana energi tersebut akan dikeluarkan tentunya ditentukan dari kekuatan serta dorongan berikut motivasi dari seseorang terkait dengan situasi dan peluang yang ada. Energi ini nantinya akan dimanfaatkan oleh karyawan dengan adanya motif dan kebutuhan dasar yang saling terkait, pengharapan akan adanya suatu keberhasilan, dan insentif dari nilai yang sudah melekat pada suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Proses Motivasi

Motivasi ada karena terdapat suatu kebutuhan yang sifatnya lebih mendasar. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut, timbullah dorongan perilaku. Jika seorang individu mengalami suatu bentuk motivasi dan dorongan, maka orang tersebut disebut mengalami hal yang tidak seimbang.

Proses terjadi motivasi pada dasarnya menunjukkan suatu dinamika yang diperoleh dari adanya kebutuhan yang sifatnya lebih mendasar. Dari dorongan tersebutlah lahir sebuah perilaku dan tindakan yang berujung pada perolehan kepuasan dari dalam diri individu itu sendiri.

Pemberian Motivasi Yang Efektif

Guna memberikan motivasi yang efektif, menurut seorang ahli bernama Armstrong menyarankan anda untuk memperhatikan hal-hal berikut ini :

  1. Ketahui beberapa faktor yang dapat mempunyai pengaruh etrhadap motivasi, seperti halnya pola kebutuhan yang mendorong pada sasaran tertentu dan juga keadaan dimana kebutuhan tersebut dapat terpenuhi ataupun tidak dapat terpenuhi.
  2. Pahami proses dasar dari motivasi, adanya model berbagai macam kebutuhan, sasaran yang ingin dibidik, serta tindakan berikut pengaruh pengalaman dan harapan yang telah ditetapkan sebelumnya.
  3. Pahami bahwa disamping semua faktor yang telah disebutkan diatas, terdapat suatu hubungan yang sifatnya lebih kompleks antara motivasi dengan suatu pencapaian prestasi kerja.
  4. Ketahuilah bahwa suatu motivasi tidak hanya dapat diperoleh dengan menciptakan perasaan tentang kepuasan saja, karena terkadang rasa puas dapat menimbulkan suatu kepuasan diri dan menyebabkan kelambanan bagi individu.

Motivasi dirasa akan lebih efektif jika diimbangi dengan kondisi berikut ini, yaitu :

  1. Adanya jaminan harapan terhadap masa depan demi keamanan dalam bekerja.
  2. Adanya hubungan sosial yang sengaja diciptakan dan bersifat kekeluargaan.
  3. Adanya kesempatan untuk mengembangkan diri.
  4. Adanya penghargaan bagi setiap kegiatan yang sifatnya positif.
  5. Adanya pemberan insentif.

Cari Artikel di Sini