Definisi Umum Etika

Pengertian etika adalah suatu cabang ilmu dalam jajaran ilmu tentang filsafat yang mempelajari tentang sebuah nilai ataupun kualitas (norma). Etika juga menjadi sebuah studi mengenai suatu standar dan penilaian tentang moralitas. Etika merupakan suatu kebiasaan tata cara dalam berperilaku baik itu dalam keseharian maupun dalam lingkungan masyarakat.

Pengertian Etika Menurut Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi tentang etika menurut para ahli/filsuf

1. DR. James J

Etika adalah suatu bentuk pertimbangan dan/atau perhatian terhadap perilaku manusia dalam mengambil sebuah keputusan yang berkaitan dengan perihal moralitas, hal ini dikemukakan oleh DR. James J.

2. Spillane SJ

Menurut Spillane SJ Etika menggunakan apa yang ada dalam akal budi manusia dengan sangat objektif guna menentukan benar atau salahnya perilaku dari seseorang.

3. Prof. DR. Franz Magnis Suseno

Prof. DR. Franz Magnis Suseno, etika adalah salah satu jenis cabang ilmu pengetahuan yang dapat memberikan arahan, pijakan, dan juga acuan pada keseluruhan tindakan manusia.

Pengertian-pengertian diatas tidak 100% seperti kata para ahli, tetapi maknanya sama.

Jenis-jenis Etika

Etika memiliki banyak jenisnya bila dilihat dari berbagai sudut pandang. Berikut ini adalah jenis-jenis etika menurut banyak sisi.

1. Etika Filosofis

Merupakan etika yang dilihat dari sudut ilmu filsafati. Etika ini memberikan gambaran tentang pokok-pokok etika ataupun moral menurut pandangan dari cabang ilmu filsafat, baik itu baik-buruk, masalah hak-kewajiban, dan juga termasuk masalah nilai-nilai moral yang paling mendasar.

Dalam etika filosofis ini, akan ditinjau pula adanya suatu hubungan antara moral dengan kemanusiaan menggunakan rasio yang dijadikan dasar untuk melakukan analisa.

2. Etika Teologis

Merupakan etika yang mengajarkan hal baik dan juga mana hal yang buruk berdasarkan agama dan kepercayaan. Orang yang beragama, tentunya mempunyai keyakinan bahwa tidak mungkin ada moral yang dibangun tanpa adanya peran serta dari agama. Sumber pengetahuan dan kebenaran dari etika teologis adalah kitab suci dari masing masing agama dan kepercayaan.

3. Etika Sosiologis

Merupakan etika yang berkaitan erat dengan keselamatan dan kesejahteraan hidup. Etika ini lebih fokus pada pembicaraan mengenai bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam bermasyarakat.

4. Etika Deskriptif

Etika jenis ini mengajarkan sudut pandang untuk melihat sesuatu secara rasional (kritis) terhadap perilaku manusia serta apa yang dikejar oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, supaya kehidupannya lebih bernilai. Etika ini hanya berupa pemaparan, karenanya dikatakan bersifat deskriptif.

5. Etika Normatif

Etika normatif mengajarkan kita untuk menetapkan pola perilaku (sikap) yang ideal dan seharusnya dimiliki / dilakukan oleh setiap manusia. Jadi, etika ini membahas tentang norma-norma atau aturan yang tidak tertulis tetapi diakui sebagai hukum disuatu tempat. Etika jenis ini sangat penting karena mengatur hubungan manusia dengan manusia lain dalam hidup bermasyarakat.

6. Etika Deontologis

Etika ini mengajarkan dan menetapkan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh manusia untuk hidup yang lebih baik. Dasar pemikiran ini ialah sebuah tindakan baik dinilai jika tindakan itu baik pada dirinya sendiri atau tidak dinilai dari akibat/tujuannya.

7. Etika Teleologis

Berbeda dengan etika deontologis, etika teleologis lebih memandang bahwa tujuan / dampak / efeknya yang diukur baik buruknya sebuah tindakan. Artinya sebuah tindakan dinilai baik, jika tujuannya baik.

Manfaat Etika

Keberadaan etika yang dijunjung tinggi dan juga dihormati tentunya mempunyai suatu alasan penting yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa manfaat etika mengapa hal ini harus ada dalam suatu profesi yang terdapat dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi, yaitu :

  1. Memberi rasa tanggung jawab.
  2. Dapat dijadikan pedoman.
  3. Meningkatkan kredibilitas perusahaan ataupun organisasi.
  4. Menciptakan ketertiban dan keteraturan dalam sebuah organisasi atau perusahaan.
  5. Dapat digunakan sebagai kontrol sosial.
  6. Dapat meningkatkan kesejahteraan anggota.
  7. Dapat mencegah campur tangan dari pihak luar.
  8. Dapat melindungi hak-hak anggota dan pekerja, serta
  9. Dapat digunakan sebagai rujukan dalam penyelesaian berbagai masalah, baik itu masalah internal maupun eksternal.

Fungsi Etika

Fungsi pentingnya sebuah etika dalam profesi ataupun berperilaku adalah :

  1. Dijadikan tempat untuk memperoleh orientasi kritis yang berkaitan dengan berbagai macam moralitas.
  2. Menunjukkan adanya suatu keterampilan intelektual berupa kemampuan berargumentasi secara kritis dan rasional.
  3. Digunakan untuk pengambilan suatu keputusan dan juga sikap yang wajar dalam keadaan pluralitas yang tinggi.
  4. Digunakan untuk menolong sebuah pendirian.
  5. Digunakan untuk membedakan mana yang boleh dirubah dan mana yang tidak dapat dirubah.
  6. Digunakan untuk menyelesaikan masalah moralitas maupun masalah sosial lainnya dengan suatu bentuk pemikiran yang kritis dan sistematis.
  7. Menggunakan nalar untuk dijadikan pijakan, bukan menggunakan suatu perasaan yang dapat merugikan banyak orang.
  8. Menyelidiki suatu permasalahan sampai ke akarnya.

Sejarah Dan Tokoh Etika

Secara historis, etika mulai lahir dan ada dalam kehidupan di masyarakat berawal dari mulai runtuhnya tatanan moral di lingkungan Yunani. Hal ini dikarenakan terdapat pandangan lama tentang baik dan buruk yang tidak dipercaya lagi.

Para filsuf akhirnya mempertanyakan kembali tentang norma-norma dasar manusia dalam berperilaku. Jejak pertama tentang etika muncul dikalangan murid Phytagoras dengan ditemukannya sebuah tradisi yang terus dijalankan selama ratusan tahun.

Seratus tahun kemudian, Demokritos mengajarkan bahwa segala apa dapat dijelaskan dengan atom. Menurutnya, nilai tertinggi adalah apa yang enak, maka dari itu muncul anjuran hidup baik berhubungan dengan suatu pengertian hedonistik.

Setelah itu, muncul Sokrates yang tidak meninggalkan tulisan sama sekali karena ajarannya memang tidak mudah untuk direkonstruksi. Menurut Sokrates, manusia akan diantar pada sebuah kesadaran tentang apa yang sebenarnya baik dan juga bermanfaat guna memperoleh arti kebijaksanaan yang sebetulnya.

Lalu, muncul Plato yang tidak banyak menulis tentang etika namun tetap berperan penting dalam perkembangan ilmu tentang etika. Adapun, buku etika yang pertama kali ditulis adalah milik Aristoteles. Kemudian muncul Epikuros yang mempunyai ciri khas ajaran tentang adanya penarikan diri dari sebuah hidup di keramaian dimana semboyannya yang terkenal adalah “hidup dalam kesembunyian”. Etika dari seorang ahli bernama Epikuros ini bersifat privastik dan mencari kebahagiaan pribadi.

Contoh Etika di Masyarakat

Untuk lebih memahami tentang etika, berikut ini beberapa contoh etika baik dan etika buruk yang ada dalam masyarakat :

1. Etika Baik

  1. Mengucapkan salam ketika bertemu orang lain.
  2. Mencium tangan orangtua sebelum melakukan aktifitas apapun.
  3. Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan yaitu tempat sampah.
  4. Meminta maaf saat melakukan sebuah kesalahan dan secara gentle mengakuinya.
  5. Makan menggunakan tangan kanan.

2. Etika Buruk

  1. Tidur dikelas saat kuliah sedang berlangsung.
  2. Parkir motor di trotoar, padahal fungsi trotoar adalah untuk pejalan kaki.
  3. Melawan arah saat mengendarai sepeda motor.

Prinsip Etika Profesi Atau Pekerjaan

Etika memegang peranan yang sangat penting dalam hidup/bertingkah laku salah satunya saat melakukan pekerjaan alias bekerja.

Salah satu kunci sukses dalam karir adalah memiliki etika yang baik, karena kedudukan etika itu berada paling tinggi diatas skill maupun kecerdasan. Berikut ini adalah etika-etika yang harus dimiliki jika ingin sukses dalam karir :

  1. Tanggung jawab, dalam menjalankan pekerjaan harus tanggung jawab terhadap apa yang diembannya.
  2. Menjaga integritas, integritas ini berhubungan dengan kepercayaan, kepercayaan berhubungan dengan tanggung jawab. Semakin banyak tanggung jawab yang diemban dan diselesaikan maka integritas / tingkat kepercayaan orang terhadap kita akan semakin tinggi.
  3. Obyektifitas, dalam melakukan pekerjaan kita harus profesional dan objektif supaya hasil yang didapat itu maksimal.
  4. Kerahasiaan, setiap pekerjaan pasti punya rahasia yang tidak boleh publik/orang lain tahu. karena itulah kita harus bisa menjaga kerahasiaan kantor dengan baik.

Cari Artikel di Sini