Pengertian Budaya Politik Menurut Ahli, Komponen Orientasi, Tipe dan Ciri-Ciri

Pengertian Budaya Politik dapat diartikan sebagai salah satu unsur budaya Nasional bangsa. Adanya budaya politik dapat menjadi acuan peran warga negara dalam bangsa tersebut.

Budaya politik juga dijadikan suatu sikap, perasaan, pengetahuan dan penilain warga terhadap politik yang berjalan. Adanya kesesuaian antara budaya politik dan kehidupan politik akan menjadikan warga lebih paham tentang budaya politik.

Definisi Umum Budaya Politik

Pengertian Umum dari budaya politik yaitu budaya yang dapat dijadikan landasan dalam bersistem politik warga negara. Dengan adanya budaya politik bisa memberikan ancaun peran dirinya dalam suatu bangsa.

Budaya politik juga memberikan warna dan jiwa politik warga negara. Para sarjana politik juga sudah berusaha untuk merumuskan definisi atau pengertian dari budaya politik. Pengertian lebih lanjut akan dijelaskan pada paragraf selanjutnya.

Definisi Budaya Politik Menurut Ahli

Berikut ini beberapa makna Menurut Ahli dari budaya politik

  1. Kay Lawson (1988)
    Budaya politik adalah seluruh nilai yang terdapat pada politik suatu negara ada di satu perangkat tersebut.
  2. Gabriel lamond Sindney Verba (1966)
    Budaya politik mempunyai peranan warga negara, sikap orientasi pada sistem politik dan berbagai ragam bagian politik.
  3. Austis Raney (1996)
    Budaya politik merupakan suatu orientasi yang tertuju pada objek-objek politik terhadap peran pemerintahan yang telah dipegang secara bersamaan.
  4. Larry Diamod
    Pengertian Budaya Politik yaitu ide-ide, keyakinan, sentimen, sikap dan juga evaluasi warga negara terhdap politik yang sedang berjalan dalam negera tersebut. Tidak hanya warga negara secara kelompok tapi juga peranan individu pada sistem politik tersebut.
  5. Mohctar Masoed dan Colin Mc Adrews (2000)
    Budaya politik yaitu peran warga atau masyarakat dalam dunia politik dan kehidupan politik suatu bangsa.
  6. Alan R. Ball ( 1963)
    Budaya politik yaitu adanya komponen yang barasal dari kepercayaan, sikap, emosi dan juga nilai-nilai masyarakat yang terkait dengan isu-isu politik dan sistem politik.

Dari berbagai pendapat ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya politik yaitu budaya yang memberikan gambaran mengenai politik suatu negara secara keseluruhan. Adanya budaya politik dapat di lihat dari sikap, pengetahuan, nilai dan keyakinan warga negara terhadap politik suatu bangsa.

Dengan begitu budaya politik tidak dapat dilihat secara aktual tapi nonaktual. Adapun beberapa hal yang berkaitan dengan budaya politik yaitu objek pembicaraan dan sistem politik warga dalam kehidupan politik bangsa.

Komponen Orientasi Politik

Menurut Powell da Almond budaya politik seseorang dapat di lihat dari tiga komponen yaitu kognitif, Afektif dan Evaluatif. Berikut ini Pengertian Orientasi Afektif, Kognitif, Evaluatif.

a. Orientasi Kognitif

Orientasi atau pengenal seseorang dalam sistem politik yang terdiri dari keyakinan dan pengetahuan mengenai sistem politik. Pegatahuan seseorang mengenai tokoh-tokoh pemeritahan, alur sistem politik dan mengetahui bagaimana mereka mengambil kebijakan merupakan contoh dari pegetahuan politik.

Tidak hanya itu saja mengetahui berbagai simbol, dari lembaga negara, mata uang, ibukota, batas negara dan hal kecil lainnya juga termasuk orientasi kognitif.

b. Orientasi afektif

Orintasi afektif ini memberitahukan tentang adanya ikatan emosional dengan sistem politik. Adanya sikap untuk menerima dan menolak suatu kebijakan politik yang sedang berjalan ini juga dapat menjadi contoh orientasi afektif. Jadi, berbagai hal yang berhubungan dengan sistem politik seperti peraturan yang telah di tetapkan hendak bersepakat atau tidak.

c. Orientasi Evaluatif

Orinetasi ini berhubungan dengan moral seseorang pada sistem politik bangsa. Tidak hanya itu saja, orientasinya juga dapat memperlihatkan komitmen pada pertimbangan-pertimbangan sistem politik. Dengan demikian seseorang akan bersepakat dengan sistem politik sesuai dengan norma-norma yang di anut.

Ketiga komponen ini ternyata tidaklah terbangun sendiri-sendri, tapi ketiganya saling berkaitan. Tidak semua dapat melihat ketiga komponen ataupun satu komponen dalam diri seseorang.


Ketiganya saling berhubungan dan berkaitan, contoh orang dapat menilai kepemimpian bangsa, tentunya ia harus tahu terlebih dahulu tentang pemimpin tersebut. Perlu adanya pengetahuan, setelah itu keyakinan dan mau menjalankan kebijakan-kebijakannya.

Tipe-Tipe Budaya Politik

Setiap politik masing-masing negara memiliki tipe-tipe budaya yang berbeda. Berikut ini Tipe-Tipe Budaya Politik.

a. Budaya politik parokial

Budaya politik yang terjadi pada cakupan wilayah yang masih kecil atau sempit. Pada budaya politik parokial warga memiliki minat yang rendah terhadap politik yang sedang berjalan di negera tersebut.

Warga negera hanya memiliki minat politik yang hanya ada di sekitar mereka tinggal. Dengan demikian warga negara memang kurang minat dengan politik di pusat kota atau daerah yang jauh dari sekitarnya.

Budaya politik parokial memiliki beberapa ciri, berikut ini selengkapnya.

  1. Kurang adanya keikutsertaan atau peran khusus dalam bidang politik. Kecuali jika politik tersebut bersamaan dengan peran keagamaan, ekonomi dan peran lainnya.
  2. Budaya politik warga negaranya masih sederhana dan tradisonal.
  3. Tidak adanya harapan warga negara terhadap politik yang ia tempati. Mereka benar-benar tidak terlalu memperhatikan sistem politik yang ada di daerahnya.
  4. Tidak adanya minat terhadap objek-objek politik yang lebih luas selain hanya di sekitarnya saja.
  5. Kurang memhami adanya hak masyarakat untu ikut serta dalam sistem politik.

b. Budaya politik Subjek

Budaya politik subjek ini dapat dilihat jika warga negaranya pasif dalam menjalankan undang-undang dan patuh pada pemerintahan, namun tidak aktif melibatkan diri dalam sistem politik. Pernyataan tersebut menurut Mochtar Masoed dan olin Mac Andrew (2000). Adapun ciri-ciri dari budaya politik Subjek yaitu

  1. Warga negaranya tidak menuntut atau memberikan masukan kepada pemerintahan. Mereka sudah puas dengan berbagai kebijakan yang berasal dari pemerintahan. Dengan demikian kecenderungan untuk ikut berpartisipasi sangat rendah.
  2. Adanya keadaran penuh terhadap otoritas pemerintahan
  3. Warga negarnya patuh terhadap berbagai keputusan pemerintah, hanya saja kesadaran untuk ikut memajukan sistem politik menjadi lebih kurang berminat.
  4. Warga negara kurang mampu berpastispasi dalam sistem politik atau disebut sebagai aktor politik yang pasif
  5. Menurut warga semua keputusan dari pemerintah wajib di taati dna tidak boleh di langgar.

c. Budaya poitik pasrtisipan

Budaya politik yang memiliki kebalikan dari budaya politik subjek. Warga negaranya lebih aktif dalam sistem politik. Bahkan warga negaranya menjadi suatu hal yang penting dan dibutuhkan dalam sistem politik baik dalam struktur, administratif dan proses politik. Pendapat tersebut menurut Almond dan Verba(1966).

Budaya poitik tipe ini dapat dilihat dari orientasi terhadap politik dalam hal input, output, objek politik dan hal lai yang berhubungan dengan politik. Adapun ciri-ciri dari budaya politik partisipan yaitu

  1. Warga Negara memiliki hak untuk menolak berbagai kebijakan pemerintah yang kurang sesuai dengan penilainnya. Warga juga memiliki kewajiban untuk menaati peraturan dari pemerintahan
  2. Adanya kesadara yang tnggi bahwa masyarat bukan hanya berdiam diri dalam suatu pemerintahan atau sistem politik. Tapi, masyarakat juga harus ikut dalam sistem tersebut.
  3. Anatara hak dan kewajiban dari masyarakat di sadari penuh. Dalam hal ini bukan berarti bahwa warga tunduk begitu saja. Mereka melaksanakan hak untuk bersuara dan memiliki kewajiban untuk menaati berbagai peraturan yang sudah disepakati bersama.

Ciri-Ciri Budaya Politik Indonesia

Budaya politik setiap negara berbeda dan tidak bisa disamaratakan. Seperti hanya indonesia, memiliki ciri dominan dalm menjalankan politik.

Menurut Rustadi Ciri Dominan Budaya Politik Indonesia yaitu budaya politik yang digunakan masih cenderung bersifat paternalisme dan patrimonial. Salah satu indikatornya yaitu adanya kepuasan terhadap atasan. Budaya politik yang dijalankan ada yang parokial subjek dan ada yang patisipan untuk pihak yang lain.

Selain itu, karen adanya suku budaya yang beragam di Indonesia, menjadikannya tidak hanya budaya politik tapi adanya subbudaya politik. Tidak dapat dipukul rata budaya dari satu daerah dan daerah lainnya.

Hal tersebut juga dikarenakan adanya sifat kedaerahan yang masih kental. Sulit untuk menerima budaya baru yang kurang sesuai dengan adat yang berlaku.

Terdapat tiga ciripalingdominanpolitik indonesia menurut Afan Gaffar (1999). Adapun tiga komponen tersebut yaitu hirarki yang tegas, kecenderungan patronagen dan kecenderungan Neo-Patrimonialistik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa politik Indonesia adalah budaya politik nasional. Karena memang indonesia memiliki pnduduk yang heterogen. Seperti halnya Pengertian Budaya Politik yang beragam menurut para ahli.
Sumber Tambahan:

  1. http://materipelajaranterbaruips.blogspot.com/2016/12/3-komponen-orientasi-politik-kognitif.html

Originally posted 2018-09-06 16:30:30.


Leave a Comment